banner 728x90

Bakesbangpol Magetan Ajak Pelajar Untuk Cegah Intoleran dan Radikalisme

Jawa Timur – Magetan, Mearindo.com – Dinamika lingkungan strategis pada tatanan global dan regional senantiasa memberikan dampak terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Di satu sisi kemajuan tehnologi dan kemudahan distribusi informasi sebagai ciri dari globalisasi merupakan potensi besar bagi seluruh Bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam hal ini, Bakesbangpol Magetan menggelar kegiatan sosialisasi untuk pelajar di wilayah Kabupaten Magetan dengan tema “Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Mencegah Intoleran dan Radikalisme Bagi Pelajar Dalam Rangka Penanganan Konflik Sosial”. Kegiatan tersebut di gelar di Panti Asuhan Muhammadiyah, Jalan Salak, Magetan, Jum’at (25/11/2022).
Kepala Bakesbangpol Magetan, Chanif Triwayudi menyampaikan bahwa untuk lingkungan pendidikan berharap pada para pendidik serta pelajar, dan anak bangsa di manapun berada untuk berani dengan tegas mencegah paham intoleransi dan radikalisme jika ada indikasi mengarah ke sana.
“Jika ada indikasi yang mengarah pada intoleransi dan radikalisme, cegah dengan tegas. Jangan memberikan sedikit celah masuk untuk paham yang tidak sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila,” ujarnya.
Sikap intoleransi, lanjut Chanif, merupakan bentuk pengingkaran terhadap kebhinekaan dan bertentangan dengan nilai – nilai Pancasila maupun norma – norma agama yang beradab. Intoleransi beragama adalah suatu kondisi, jika suatu kelompok secara spesifik menolak untuk menoleransi praktek – praktek, para penganut atau kepercayaan yang berlandasan agama,
Penyebabnya antara lain rendahnya pengetahuan beragama, tidak terbuka tentang pengetahuan, mengedepankan norma agama tanpa melibatkan norma sosial dan banyaknya penyebaran isu kebencian di media, jelasnya
Sedangkan radikalisme adalah paham yang dibuat oleh seorang atau sekelompok yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara – cara kekerasan. Adapun penyebaran radikalisme dilakukan melalui media sosial, kajian-kajian, hubungan kerabat, perkawinan, buku dan tulisan, organisasi masyarakat, dan tempat pendidikan, terang Chanif.
Di akhir penyampaianya, Chanif berpesan, “untuk para siswa – siswi bercita citalah setinggi langit, gapai cita – cita sesuai dengan kemampuan dan skill yang dimiliki. 15 atau 20 tahun lagi kalian akan menjadi pemimpin – pemimpin masa depan, jadi tingkatkanlah prestasi dan jangan berhenti berinovasi dan berkreasi untuk turut memajukan bangsa Indonesia di masa yang akan datang karena tantangan global akan semakin berat,” tutupnya. (G.Tik)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan