Orang Bodoh Dijadikan Pemimpin. Dan inilah Kriteria Panutan Ideal menurut Islam

Syifa’ul Anam, S. PdI, YPI Fuad Multazam /Santri Kalong Magetan Jawa Timur
Orang Bodoh Dijadikan Pemimpin
Santri Kalong, Magetan – Di antara tanda-tanda Kiamat adalah orang bodoh diangkat menjadi pemimpin yang mengurusi urusan masyarakat luas. Ini seperti disabdakan Rasulullah SAW dengan menyebut akan datangnya masa atau tahun-tahun penuh penipuan dan kebohongan.
Selain itu, di akhir zaman akan muncul tokoh-tokoh ( pemimpin ) yang menyesatkan umat. Para tokoh dalam Hadis Nabi disebut “Aimmatan Mudhillin” (أَئِمَّةً مُضِلِّينَ) yang artinya para pemimpin, pejabat pemerintah yang buruk, dan juga pemuka agama yang buruk. Pemimpin menyesatkan ini sangat ditakutkan Rasulullah SAW atas umatnya selain Dajjal.
Dari Abu Dzar berkata, “Dahulu saya pernah berjalan bersama Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda, “Sungguh bukan Dajjal yang aku takutkan atas umatku.” Beliau mengatakan tiga kali, maka saya bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah selain Dajjal yang paling Engkau takutkan atas umatmu?” Beliau menjawab: Para tokoh (pemimpin) yang menyesatkan.” (HR Ahmad)
Umat Islam hendaknya mewaspadai tahun-tahun penuh dengan penipuan tersebut. Hal ini disampaikan Rasulullah SAW dalam Hadis berikut.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ
يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ
وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ
وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ
وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ
وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ
Rasulullah ﷺ bersabda: “Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh penipuan.
Pendusta dibenarkan
Orang yang jujur didustakan,
Pengkhianat dipercaya
Orang amanah dianggap khianat.
Pada saat itu Ruwaibidhah berbicara.”
Fenomena Ruwaibidhah termasuk di antara tanda-tanda Kiamat. Kemunculan Ruwaibidhah ini merupakan kabar Nubuwah yang terjadi di akhir zaman. Kehadiran mereka selain melakukan kedustaaan terhadap Allah dan Rasul-Nya, juga dapat menyebabkan perpecahan umat.
Bisa dibayangkan betapa besar kerusakan yang mereka perbuat ketika membicarakan sesuatu yang bukan kapasitasnya. Mereka berfatwa tanpa dibekali ilmu agama. Jika memegang kekuasaan, ia tidak amanah dan kebijakannya tidak berpihak kepada masyarakat banyak.
Dalam satu Hadis, Rasulullah SAW berpesan sebagaimana sabda beliau: “Sesungguhnya manusia yang paling dicintai oleh Allah pada hari Kiamat dan paling dekat kedudukannya di sisi Allah adalah seorang pemimpin yang adil. Sedangkan orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh kedudukannya dari sisi Allah adalah seorang pemimpin yang zalim.” (HR Tirmidzi)
Rasulullah SAW Tak Akui Umatnya yang Mendukung Pemimpin Zalim
Rasulullah SAW Tak Akui Umatnya yang Mendukung Pemimpin Zalim
Dalam Islam, tidak terlepas dari akhlak dan perilaku Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, sebagai pemimpin tertinggi umat serta pemimpin terbaik sepanjang masa. Nabi Muhammad SAW selalu menjunjung tinggi kemanusiaan dalam setiap langkah dakwahnya.
Baginda Nabi SAW dikenal sebagai rahmatan lil’alamin, juga sebagai teladan umat dan pemimpin yang ideal. Nabi Muhammad SAW memiliki sıfat yang jujur, cerdas, dan dapat dipercaya. Maka, kriteria calon pemimpin yang harus dipegang oleh umat Islam adalah yang mendekati keteladanan kepemimpinan Nabi Muhammad. Muhammad al Islam dalam bukunya “Tuntunan Adab-Adab Sunnah Rasulullah SAW untuk Kehidupan Sehari-hari,’ menjelaskan tentang 10 kriteria ideal seorang pemimpin menurut Islam. Kriteria itu antara lain:
1. Jujur, adil, dan bijaksana “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR. Muslim)
Dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah saw bersabda: “Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya, seorang pemimpin umat manusia adalah pemimpin bagi mereka dan ia bertanggung jawab dengan kepemimpinannya atas mereka.” (HR. Abu Dawud)
Jujurlah dalam memimpin karena semua akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Tentu saja pengadilan Allah adalah yang teradil dari semua pengadilan, maka jadilah pemimpin yang jujur, adil dan bijaksana.
2. Mengajak rakyatnya bertakwa kepada Allah Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Seorang imam itu ibarat perisai, seseorang berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya. Jika seorang imam (pemimpin) memerintahkan supaya takwa kepada Allah ‘azza wajalla dan berlaku adil, maka dia (imam) akan mendapatkan pahala karenanya, dan jika dia (imam) memerintahkan selain itu, maka ia akan mendapatkan siksa.” (HR. Muslim)
3. Tidak meminta jabatan Dari Abdurrahman bin Samurah, ia berkata Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadaku: “Wahai Abdurrahman, janganlah engkau meminta kepemimpinan, sesungguhnya apabila engkau diberi kepemimpinan karena memintanya, maka engkau diserahi kepemimpinan itu (sepenuhnya) kepada dirimu, dan apabila engkau diberinya bukan karena meminta maka engkau akan diberi pertolongan.” (HR. Abu Dawud)
4. Melaksanakan tugas dengan benar dan penuh rasa tanggung jawab “Jabatan merupakan amanah. Pada hari kiamat ia adalah kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi siapa yang mengambilnya dengan haq dan melaksanakan tugas dengan benar.” (HR. Muslim)
5. Mencintai dan menyayangi rakyat Dari ‘Auf bin Malik dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah mereka mencintai kalian dan kalian mencintai mereka.” (HR. Muslim)
6. Berbaik sangka kepada rakyatnya Dari Syuraih bin Ubaid dari Jubair bin Nufair dan Katsir bin Murrah dan Amru Ibnul Aswad dan Al-Miqdam bin Makdi Karib dan Abu Umamah dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya jika seorang penguasa telah berburuk sangka kepada manusia (rakyatnya), maka itu akan merusak mereka.” (HR. Abu Dawud)
Dalam hal ini, bila pemimpin berbaik sangka dan tidak mencurigai rakyatnya, maka insya Allah akan ada ketenangan dalam masyarakat yang dipimpinnya.
7. Hendaknya mengambil penasehat atau pejabat pembantu dari orang baik dan jujur Dari Abu Sa’id Al-Khudri dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang pemimpin dilantik melainkan ia mempunyai dua kubu, kubu yang memerintahkan dan mendorongnya melakukan kebaikan, dan kubu yang memerintahkan dan mendorongnya melakukan keburukan, dan orang yang terjaga adalah yang dijaga Allah.” (HR. Bukhari)
8. Memberikan keputusan adil kepada rakyatnya “..Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil…” (QS. An-Nisaa: 58) “..dan jangan mengikuti hawa nafsu.” (Qs. Shaad: 26)
9. Memutuskan perkara menurut hukum yang diturunkan Allah “Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah..” (QS. Al-Maidah: 49)
10. Seorang pemimpin, maka jadilah pemimpin yang bertaqwa kepada Allah, jujur, baik hati, rendah hati, mencintai dan menyayangi rakyatnya.
Demikian kriteria pemimpin dalam Islam. Semoga bermanfaat.


No Responses