Ini Tanda Pemimpin Akhir Zaman, Apakah Prabowo Subianto Masuk Kriteria?

Syifa’ul Anam, S. PdI Santri Kalong, Ketua YPI Fuad Multazam
Mearindo.com, Santri Kalong : Hadits dibawah ini merupakan peringatan dari Rasulullah SAW mengenai datangnya masa di mana pemimpin-pemimpin (penguasa) bersikap zalim dan rakyat berada dalam ketakutan.
Dari Abu Layla al-Asy’ari bahwa Rasulullah Saw bersabda:
وسَيأتي أُمَرَاءُ إنْ اسْتُرْحِمُوا لَمْ يَرْحَمُوا، وإنْ سُئِلُوا الحَقَّ لَمْ يُعْطُوا، وإِنْ أُمِرُوا بالمَعْرُوفِ أَنْكَرُوا، وسَتَخَافُوْنَهُمْ وَيَتَفَرَّقَ مَلأُكُمْ حَتى لاَ يَحْمِلُوكُمْ عَلى شَيءٍ إِلاَّ احْتُمِلْتُمْ عَلَيْهِ طَوْعاً
Penjabaran, arti, dan konteks hadits tersebut:
“Dan akan datang para pemimpin, di mana jika mereka diminta kasih sayang (diminta berbuat baik), mereka tidak mau mengasihi. Jika diminta kebenaran (hak rakyat), mereka tidak mau memberi. Jika diperintahkan berbuat kebaikan (oleh rakyat/ulama), mereka mengingkarinya. Kalian akan takut kepada mereka, sehingga persatuan kalian terpecah, hingga tidak ada satu pun dari urusan kalian yang mereka pikul (kalian jalankan) melainkan kalian melakukannya dengan patuh (terpaksa/tertekan).”
Ciri-Ciri Pemimpin dalam Hadits
Berdasarkan teks tersebut, Rasulullah SAW memberikan tanda-tanda penguasa yang buruk di akhir zaman:
Tidak Memiliki Kasih Sayang:
Jika rakyat memohon belas kasihan (karena kesusahan), mereka justru berbuat zalim dan tidak peduli.
Menahan Hak Rakyat:
Jika dituntut untuk memberikan hak-hak rakyat, mereka mengabaikannya.
Menolak Kebaikan:
Saat diseru untuk berbuat makruf (kebaikan/kebenaran), mereka justru mengingkari atau tidak menyukainya.
Menimbulkan Rasa Takut:
Rakyat hidup dalam ketakutan terhadap penguasa, menyebabkan perpecahan di antara rakyat.
Memaksa Kepatuhan:
Pemimpin menuntut ketaatan penuh, sementara rakyat terpaksa menurut karena takut meskipun dalam kondisi ditekan.
Setelah membaca hadits peringatan dari nabi Muhammad SWA dan melihat sebagian ciri diatas apakah ada di Indonesia terutama dikepemimpinan Prabowo Subianto dan pemimpin pemimpin jabatan lain dibawahnya?
Semoga Ummat Islam menggunakan alquran dan hadits sebagai dasar pelaksanaan hidup tertinggi. Mengingat kelak setelah kematian akan dimintai pertanggung jawaban secara Islami oleh Allah SWT bukan dimintai pertanggung jawaban oleh aparat hukum di bumi.
Ditulis oleh Syifaul Anam, S. PdI Santri Kalong Ketua YPI Fuad Multazam, Takeran Magetan Jawa Timur.


No Responses