banner 728x90

Siswa Yang Belum Memiliki SIM : Agar Tidak Membawa Kendaraan Bermotor ke Sekolah

Angkat yang berada di magetan sekitar tahun 2000 an
Magetan
Mearindo.com – Dalam
upaya menanamkan budaya tertib berlalulintas untuk meningkatkan keselamatan
transportasi jalan, Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melalui
Direktorat Keselamatan Transportasi Darat melaksanakan kegiatan Pemilihan
Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tingkat Nasional
beberapa waktu lalu.
Penyelenggaraan kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam
upaya meningkatkan keselamatan dan menanamkan kesadaran berlalu lintas
khususnya di kalangan generasi penerus bangsa dan masyarakat pada umumnya.
Namun kaum muda masa kini memiliki kepedulian yang rendah terhadap
keselamatan berlalu lintas. Lihat saja setiap harinya, banyak anak sekolah
khususnya SMP yang menggunakan motor padahal kita tahu bahwa mereka belum cukup
umur. Lalu, para pelajar yang tidak menggunakan helm, berboncengan berlebih,
mengendarai secara ugal ugalan yang akhirnya banyak terlibat dalam kecelakaan
lalu lintas dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Hal ini karena secara
psikologis mereka belum matang.
Kasat
Lantas Polres Magetan AKP Deddy didampingi Dishub Kabupaten Magetan Plt. Drs.
Siran, MM mengimbau siswa yang belum memiliki SIM agar tidak membawa kendaraan
bermotor ke sekolah. Permintaan tersebut, untuk menekan terjadinya peristiwa
kecelakaan lalu lintas yang didominasi usia produktif.
Pernyataan
tersebut, disampaikan Kasat Lantas Polres Magetan Jawa Timur, AKP Deedy usai
Pelatihan Safety Riding dan Sosialisa Etika Berlalu Lintas.
“Sebaiknya
para orang mengantarkan anaknya ke sekolah dan tidak membiarkan membawa
kendaraan bermotor,” ucap Deddy.
Ia
berharap Polres di Magetan bekerja sama dengan sekolah. Paling tidak sekolah
yang bersangkutan melarang siswanya membawa kendaraan bermotor.
“Ada
beberapa sekolah yang sudah menerapkan larangan siswa bawa motor,”
imbuhnya.
Pada
usia produktif kata Deddy seringkali tidak dapat mengendalikan emosi saat berkendara.
Misalnya, kebut-kebutan dijalan karena merasa tertantang akibat ada motor lain
yang mendahului.
“Makanya
menanamkan etika berkendara menjadi salah satu bagian penting yang di berikan
pada pelatihan safety riding ini,” ucapnya.
Sementara itu
menurut Sifaul Anam Ketua Ormas Orang Indonesia Bersatu menitik beratkan
persoalan pelajar dan kendaraan adalah sepenuhnya wewenang polisi dalam
menegakkan aturan hukum pidana dalam pelanggaran lalu lintas. Menurutnya bila
polisi senindak semua pelanggaran lalulintas tanpa berpihak pada lembaga
pendidikan atau siapapun ia yakin semua persoalan mengurangi kecelakaan lalu
lintas pelajar maupun menghidupkan organda akan bisa terwujud.
“Jangan
menyalahkan sekolahan maupun anak dan orang tua yang membiarkan anak pakai
motor, apa guna rakyat bayar polisi kalau tidak menegakkan hukum tanpa tebang
pilih. Adakan saja operasi gabungan tiap hari di depan se[anjang jalan depan
SLTP dan SLTA” ujar Anam
Ditambahkan
Plt Dinas Perhubungan Kabupaten Magetan, Drs. Siran, MM. dalam hal ini pihaknya
akan mencari solusinya untuk mengatasi bagai mana caranya siswa sekolah tetap
bisa mengikuti pelajaran tidak sampai telat sampai di sekolah.
 “Kami akan bicarakan dengan pengurus organda
yang berada di Magetan untuk bisa membatu dalam peran sertanya sebagai
pengadaan sarana dan prasaran angkutan, apakah masih layak angdes dan angkota
yang berada di Magetan di oprasikan lagi,”pungkas Siran.(lak)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan