banner 728x90

Banyak Proyek Bodong di Magetan, Rawan Maling Material

Magetan – Jawa Timur

Pelebaran jalan Bangsri – Nitikan hampir diduga pondasi atau galian tidak sesuai bestek, Senin (4/9/2017) Kemarin.

Sejumlah masyarakat mengeluh banyaknya proyek infrastruktur pembangunan yang dilaksanakan oleh SKPD dan dikerjakan pihak rekanan di Kabupaten Magetan – Jawa Timur tidak terpasang papan nama proyek.
Semua kegiatan proyek seharusnya terpasang papan nama proyek, tapi kenyataannya di Kabupaten Magetan hampir tidak ada, apa lagi pengerjaan di pelosok, ucap A Rafik Kusuma warga kota Magetan kepada Mearindo.com, Selasa (5/9/2017).

Pria yang aktif di komunitas Motor Gede kuno ini menututurkan pemasangan papan nama proyek seharusnya dilakukan sebelum pengerjaan proyek karena sewaktu kecil orang tua saya kan pemborong kalau dapat proyek pertama kali dikerjakan adalah pemasangan papan nama dan pembuatan dereksi kit, sebab hal itu kalau dalam Perpres No 54 tahun 2010 diperbarui perpres No 4 tahun 2015 tentang Barang dan jasa sudah menjadi ketentuan hukum yang hasus dilaksanakan.

“Hal pemasangan papan nama proyek merupakan bentuk transparasi dan akuntabilitas. Dengan demikian, adanya papan nama proyek yang dipasang, masyarakat turut mengetahui dan ikut melakukan pengawasan,”terang A Rafik.

Kalau tidak ada pemasangan papan nama proyek itu artinya tidak ada keterbukaan, sehingga masyarakat tidak tahu berapa anggaran termasuk rekanan siapa yang mengerjakan, “pemasangan papan nama proyek sudah ditentukan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 di perbarui Perpres No. 4 tahun 2015, semua sudah ada aturannya, termasuk perlengkapan pekerja sampai rambu-rambu demi keselamatan bersama, singkatnya.

Di tempat yang berbeda Ormas Orang Indonesia Bersatu, Syifaul Anam meminta seluruh rekanan memasang papan nama proyek yang merupakan bagian penting yang harus dilakukan seluruh rekanan saat hendak melaksanakan proyek. Pemasangan papan proyek termaktub dalam kontrak kerja serta aturan perundang-undangan sebagai langkah inplementasi azas transparasi.

“Karena itu kami menghimbau agar seluruh rekanan atau pelaksana proyek bisa menjalankan aturan yang berlaku, diantaranya memasang papan nama proyek Kepada Mearindo.com, “kata Anam, Selasa (5/9/2017)

Menurutnya, berdasarkan hasil pantauannya, banyak kegiatan proyek yang tidak memiliki papan nama, sehingga kerap menimbulkan kecurigaan masyarakat, Padahal papan nama proyek tersebut memiliki mata anggaran yang tertulis dalam Rancangan Anggaran Belanja (RAB) kegiatan.

“Pembuatan papan nama proyek itu wajib karena ada dalam RAB, jika tidak berarti telah melakukan pelanggaran dan harus disanksikan,”ungkapnya.

Ditegaskan, pemasangan papan nama proyek, merupakan bagian dari inplementasi azas transparasi, sehingga masyarakat bisa turut mengawasi prosose pembangunan. Masyarakat mempunyai hak dan kewajiban untuk mengawasi segala bentuk kegiatan pembanguan yang dilakukan pemerintah, namun proses pengawasan itu tidak akan berjalan jika tidak ada papan informasi,”tegasnya.

Anam, menambahkan sudah seharusnya setiap pengerjaan proyek yang sudah ada harus disertai papan nama yang biasanya telah tertera pengerjaan proyek, waktu pengerjaan, anggaran pengerjaannya dari mana dan besaran anggaran proyek juga nama konsultan nama yang mengerjakan. Selain itu dengan papan nama yang dipasang menjadi jelas bahwa pengerjaan proyek yang didanai dari anggaran pemerintah baik daerah atau dari pusat misalnya dan masyarakat juga dapat melihat dengan jelas bagaimana kualitas materialnya, serta volume bangunanya

“Pengerjaan proyek yang dilengkapi dengan papan nama sebagai wujud keterbukaan informasi yang rakyat adalah sebagai penerima manfaat secara langsung. Selain itu juga tidak menimbulkan kesan yang negative atau biasa dituding maling proyek oleh masyarakat, sebab masyarakat akan berfikir logika antara satuan harga dan bukti fisik bangunan yang ada,”kata Anam.

Pria yang berambut gondrong itu menambahkan, bahwa dinas yang berwenang setidaknya member teguran atau tindakan tegas yang berdampak para konsultan proyek mematuhinya dengan baik, selain itu diharapkan adanya peninjauan yang dilakukan dinas terkait secara terus menerus sehingga pembanguan yang direncanakan dapat terealisasi dengan baik melalui pengerjaan yang mereka lakukan. Sebenarnya perencanaan yang dilakukan oleh pemerintah sangat baik untuk kepentingan masyarakat dan untuk meningkatkan pembanguan di Kabupaten Magetan.

“Namun bila Konsultan dan Pelaksana proyek yang bekerja tanpa pengawasan yang baik , maka pekerjaan yang mereka lakukan juga bisa nelenceng dari perencanaan yang ada dan tentu saja dapat memakan anggaran yang besar bila pengerjaan proyek tersebut tidak tepat waktu sehingga berimbas pada perencanaan yang tidak tepat sasaran,”tegas Anam.

Tambahnya, bila dinas atau instansi vertical yang ada dengan tidak menunjang perencanaan yang dilakukan pemerintah maka perencanaan yang ada menjadi sia-sia, maka tindakan yang seharusnya dilakukan yakni bila dilapangan ditemui adanya pekerjaan proyek yang tidak mematuhi ataurang lakukan teguran dan kalau perlu tindakan sehingga menimbulkan efek jera bagi mereka.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ir. Hergunadi melalui Kepala Bagian Bina Maga Kabupaten Magetan mengatakan, matur suwun mas (terima kasih Mas) atas informasinya ini sala lagi perjalan menuju Jakarta untuk mengurusi proyek, padahal kami sudah bilang kepada teman-teman pelaksana untu segera memasang papan nama, termasuk kepada PPTK, Konsultan juga sudah selalu saya ingatkan. (Lak)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan