banner 728x90

Plafon Baru RSUD dr. Syaidiman Magetan Ambrol, Keselamatan Pasien Dikawatirkan

Magetan
– Mearindo.com, Pengunjung dan pasien ruangan Pavilun Rumah
Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Syaidiman Kabupaten Magetan di kagetkan dengan
suara yang cukup keras dari salah satu bangunan baru Gedung Poliklinik Terpadu.
Pasalnya, plafon rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Magetan itu ambrol,
Minggu (5/3/2017) sekitar pukul 17.30 WIB.
Robohnya
plafon rumah sakit daerah itu untungnya tidak menimpa pegawai atau pasien yang
tengah menjalani perawatan di sana. Peristiwa yang terjadi di rumah sakit yang
ada di Kabupaten Magetan itu sangat disesalkan. Lantaran rumah sakit itu baru
saja mendapatkan status rumah sakit tipe C.
Selain
itu juga, anggaran pemeliharaan rumah sakit dari APBD Kabupaten Magetan
dikabarkan cukup besar. Tapi, managemen RSUD itu terkesan tidak mampu
menggunakan dana itu guna menunjang fungsionalitas rumah sakit itu guna
melayani masyarakat.
Nur
Wakid, SH, anggota DPRD Magetan asal dapil I mengatakan dirinya sangat menyayangkan
kondisi RSUD dr. Syaidiman Magetan yang kondisinya memprihatinkan karena
bangunan baru sudah rusak. Menurutnya, anggaran
Pembangunan Gedung Poliklinik Terpadu untuk RSUD tersebut sangat besar.

”Saya
sangat menyayangkan kondisi itu (robohnya plafon). Masa iya anggaran Pembangunan
Gedung Poliklinik Terpadu yang baru saja selesai dan saat sekarang dalam masa pemeliharaan
yang  segitu besarnya dari APBD Magetan sudah ambrol lantaran talang
penampung air hujan pada tanggal 5/3/2017 tidak bisa menahan akibatnya ambrol
artinya itu kesalahan kontruksi yang tidak mengatisipasi kalau terjadi hal-hal
yang tidak diinginkan,” ujarnya saat dihubungi mearindo, Kamis (9/3/2017).

Meski
tidak menyebutkan berapa besar kerusakan yang terjadi saat itu yang jelas
bangunan tersebut dalam masa pemeliharaan, namun dia berjanji akan segera menegur
Direktur RSUD dr. Syaidiman dan Kontraktor yang mengerjakan terkait peristiwa
ambrolnya Gedung Poliklinik Terpadu yang membahayakan pegawa dan pasien.
Sebab,
kondisi itu pasti dikeluhkan pegawai dan warga yang hendak berobat ke rumah
sakit milik pemerintah tersebut. Terlebih
lagi, RSUD dr. Syaidiman merupakan satu-satunya rumah sakit yang seharusnya
menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Magetan untuk bidang pelayanan
kesehatan.
”Masa
segitu saja (plapon ambrol) nggak segera ditangani. Itu masih masa pemeliharaan
Kontraktor harus segera membenahi karena itu masih tanggung jawabnya karena
dana pembuatan Gedung Poliklinik terpadu berasal dari APBD Magetan,” cetusnya.

Sementara
itu, Direktur RSUD dr. Syaidiman dr. Mahatma melalui Kepala bagian Penunjang
Sarkam mengatakan saat ini pihaknya tengah berusaha menghubungi
Kontraktor PT. Gemilang Sentosa dari Sidoarjo untuk segera memperbaiki
kerusakan Plapon Gedung Poliklinik Terpadu yang ambrol tersebut. Namun, karena
kondisi kerusakannya sangat parah, sehingga penangananya harus ekstra teliti.

”Hari
ini diperbaiki, sekarang sedang mencari teknologi yang paling tepat untuk
perbaikannya,” terangnya. Saat ditanya soal besarnya anggaran pembangunan
Gedung Poliklinik Terpadu Sarkam mengatakan Rp. 4.070.000.000,- yang
dikeluarkan RSUD dr. Syaidiman dari APBD Magetan seperti diungkapkan Nur Wahid
anggota DPRD Magetan.
Saat
kejadian, di ruang tersebut untungnya tidak ada pegawai atau pasien karena
gedung tersebut memang baru dan para karyawan saat itu berada di tempat lain
untuk menyiapkan pindah ke tempat tersebut tapi sudah ambrol saat terjadi hujan
angin pada Minggu(5/3/2017). (lak)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan