banner 728x90

Harga Sembako di Karesidenan Madiun Stabil

Magetan
Mearindo.com – Walau harga komoditas cabai rawit merah masih tinggi, harga
kebutuhan pokok lain di sejumlah pasar tradisional di wilayah karesidenan Madiun
meliputi, Kabupaten Ngawi, Ponorogo, Madiun dan Magetan tetap stabil. Kondisi itu menyusul
pasokan barang yang dapat mengimbangi kebutuhan konsumen.
“Harga
kebutuhan pokok di pasaran saat ini relatif stabil, seperti beras, minyak
goreng, gula pasir, tepung terigu, dan telur ayam ras,” ujar Lastri, salah
seorang pedagang bahan pokok di Pasar Gorang-Gareng Kepada Mearindo.com, Kamis
(2/3/2017).
Lastri menjelaskan
harga beras kualitas premium seperti bengawan dan mentik berkisar Rp.10.000
hingga Rp.13.000 per kilogram, sedangkan beras medium jenis IR-64 mencapai
Rp.8.500 per kilogram.
Kemudian,
harga gula pasir mencapai Rp.12.500 per kilogram, harga minyak goreng curah
sebesar Rp.12.000 per kilogram, tepung terigu Rp.7.000 per kilogram, telur ayam
ras Rp.17.000 per kilogram, daging sapi Rp.100.000 per kilogram, dan daging
ayam potong Rp.25.000 per kilogram.
Lastri
menguraikan kestabilan harga sejumlah bahan pokok terjaga karena stok
di pasaran mampu memenuhi permintaan pembeli. Hal itu juga dipengaruhi oleh
penurunan daya beli konsumen akibat tingginya harga cabai rawit merah hingga
saat ini.
Hingga
kini harga cabai rawit merah masih cukup tinggi, yakni di kisaran Rp.120.000
hingga Rp.130.000 per kilogram. Sedangkan cabai keriting berkisar antara
Rp.30.000 hingga Rp.35.000 per kilogram, dan cabai merah besar Rp.25.000 per
kilogram.
Sementara
itu, harga sayuran juga tergolong stabil, seperti harga wortel mencapai
Rp.8.000 per kilogram, kubis Rp.6.000 per kilogram, dan tomat Rp.6.000 per
kilogram. Sedangkan
harga kentang terpantau stabil tinggi mencapai Rp.14.000 per kilogram, buncis
Rp.10.000 per kilogram, bawang merah Rp.40.000 per kilogram, dan bawang putih
Rp.35.000 per kilogram.
Kepala
Dinas Perindustrian, Perdagangan Kabupaten Magetan Rachmad Eddy membenarkan
stabil harga sejumlah kebutuhan pokok di Magetan dipengaruhi pasokan yang mampu
mengimbangi permintaan pasar.
“Berbeda
dengan cabai rawit merah. Meski terjadi pengurangan pembelian, namun tetap
diburu untuk kebutuhan bumbu dapur,”pungkas Rachmad Eddy. (Lak).
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan