banner 728x90

KPK Periksa 30 Pejabat Pemkot Madiun, Masa Tahanan Bambang Irianto Diperpanjang

30 pejabat Pemkot Madiun
diperiksa terkait kasus dugaan korupsi dengan tersangka Walikota Madiun 
Madiun Mearindo.com – Sejumlah
penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pejabat Pemkot Madiun
dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun, Bambang Irianto, di
gedung Bhara Makota, Jumat (17/2/2017)
Pantauan Awak media Mearindo.com,
Tim penyidik KPK memeriksa sekitar 30 pejabat Pemkot Madiun di Aula Bhara
Makota, Polres Kota (Polresta) Madiun, Jumat (17/2/2017).
Pemeriksaan 30 pejabat Pemkot
Madiun ini terkait kasus dugaan korupsi dengan tersangka Walikota Madiun, Bambang
Irianto, sejumlah pejabat dan tim penyidik KPK keluar masuk ke gedung milik
Polres Kota Madiun itu.
Seluruh pintu di gedung itu
tertutup rapat dan di dalam gedung ada sejumlah penyidik yang sedang memeriksa
pejabat-pejabat yang dipanggil itu. Pemerikaan 30 pejabat itu untuk melengkapi
berkas perkara Bambang Irianto yang menjadi tersangka gratifikasi pembangunan
Pasar Besar Madiun.
“Hari ini diagendakan pemeriksaan
sekitar 30 saksi untuk tersangka Bambang Irianto,”ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah,
Jumat (17/2/2017)

Salah satu pejabat yang diperiksa
KPK, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Madiun, Nono Jati
Kusuma, mengaku diperiksa mengenai tindak pidana pencucian uang (TPPU) di
dinasnya. Namun, dia menyatakan tidak ada TPPU di dinasnya.
“Saya ditanyai dua pertanyaan
terkait TPPU oleh penyidik KPK,” kata Nono Jati kusuma.
Pejabat Pemkot Madiun lainnya,
Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Madiun, Sunardi Nurcahyono, juga
diperiksa terkait dugaan TPPU.
Sunardi dicecar empat pertanyaan
oleh penyidik KPK.(lak)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan