banner 728x90

Warga Kritik Penanganan Sampah Di PPU Maospati

 Magetan, Mearindo.com – Komunitas Pengusaha
muda kritiki salah satu kegagalan pemerintah wujudkan kota pariwisata adalah
gagalnya pengelolaan sampah. Pasalnya masih ditemukanya bau busuk menyengat
pada tumpukan sampah dengan materiil meluap dan berserakan dimana-mana tepatnya
di TPA Pasar Produk Unggulan (PPU) Magetan yang berada di depan Terminal Bus
Maospati. (21/01/2017)
Kritikan tajam tersebut disampaikan Chandra
pengusaha meubel muda sekaligus pengguna ruko yang berada di kawasan PPU
tesebut meluai akun facebook di group SURI MAGETI. Menurutnya Pemerintah
Magetan sudah gagal melakukan pembinaan pada dinas – dinas terkait dalam
menangani pesoalan sampah khususnya di perkotaan. Hal demikian menjadi pemicu
kegagalan mewujudkan Magetan sebagai kota pariwisata sebagaimana slogan yang
puluhan dicanangkan.
“Maospati ini menjadi gerbang pintu masuk Magetan,
dan marupakan jalur antar propinsi. Bagaimana mungkin sampah begitu nampak
tidak dapat dikelola ini dapat menimbulkan kesan baik? Tentu ini yang membuat
citra kebersihan Magetan sebagai kota wisata dipandang sebelah mata” Sesal
Chandra
Sementara itu ketika dikonfirmasi
mearindo.com, Bambang Setiawan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan
membenarkan adanya luapan sampah di tempat pembuangan sampah yang berada di PPU
Maospati. Hal ini menurutnya karena kurangnya bak angkut sampah yang selama ini
hanya terdapat satu unit semestinya perlu ditambah.
“Untuk luapan sampah di TPS PPU Maospati kami
sudah ajukan ke atasan untuk pengadaan penambahan bak angkut sampah dan
penambahan jadwal pengambilan” terang Bambang Setiawan
Bambang juga menambahkan, persolan dampak
sampah sebenarnya dapat dicegah dengan kerja sama dari semua pihak, untuk itu
dia berharap kesadaran masyarakat semestinya peduli dengan program pemerintah
tentang kebersihan. Menurutnya dilokasi TPA tersebut yang membuang sampah bukan
hanya warga sekitar TPA saja, dan cenderung mengabaikan himbauan meski sudah
ada tulisan “Dilarang Membuang Sampah” diluar bak sampah.
“Siapapun dapat berperan dengan menjadi warga
yang baik dalam membuang sampah dan dapat menegur siapapun yang membuang sampah
pada tempat publik bukan pada tempatnya” imbuh Bambang.
Ditempat lain, Atma Imanuel direktur LSM
Kresna menanggapi persoalan sampah PPU yang tidak kunjung teratasi mengatakan
kalau yang membuang sampah di TPA tesebut bukan hanya warga sekitar atau
khususnya para pengusaha atau pedagang di PPU melainkan banyak dari luar
kecamatan Maospati yang biasa lewat tiap hari dan membawa sampahnya untuk
dibuang di TPA PPU.
“Pengadaan TPA itu kan sudah diprediksi
peruntukan dan masa pengambilanya. Kalau di PPU ya sulit diatasi wong yang
mbuang sampah kebanyakan justru bukan dari warga sekitar lokasi. Harunya semua
menegur, kalau sudah penuh, maka kalau ada yang mau buang sampah harus
diperingatkan agar membuangnya di TPA lain” ujar Imanuel (Har)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan