banner 728x90

Petani di Magetan Merugi : Tanaman Cabai Diserang Lalat Buah dan Ulat

Petani cabai rawit di Desa Kedungpanji
Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan Sarjono mengatakan, akibat serangan hama
lalat buah dan ulat, tanaman cabai tidak bisa berkembang dengan baik, Selasa
(17/1/2017)
Magetan Mearindo.com – Petani di Desa
Kedungpanji, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, merugi hingga
jutaan rupiah karena tanaman cabai rawit yang mereka budidayakan diserang hama
lalat buah. Petani cabai rawit di Desa Kedungpanji
Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan Sarjono mengatakan, akibat serangan hama
lalat buah dan ulat, tanaman cabai tidak bisa berkembang dengan baik.
“Buah cabai yang tumbuh tidak maksimal dan
membusuk. Kami rugi hingga jutaan rupiah atas kondisi ini,” ujar Sarjono.
Menurut dia, sejak musim tanam hingga
menjelang masa panen kali ini, tanaman cabainya sudah diserang hama lalat buah
dan ulat. Pihaknya sudah melakukan penyemprotan obat, namun upaya itu sia-sia,
karena lalat buah dan ulat tak kunjung hilang.
“Kondisi hama lalat buah dan ulat yang sulit
diberantas tersebut juga dipengaruhi oleh cuaca yang tidak menentu. Setelah
disemprot, turun hujan, obatnya hilang malah hamanya yang bertahan,” kata
Sarjono.
Petani cabai keriting di desa setempat, Suwarso,
menjelaskan tanaman cabai keritingnya diserang hama ulat grayak.
“Ulat grayak itu memakan buah cabai sehingga
membuat cabai rusak, berlubang, dan rontok. Petani rugi jutaan rupiah,” kata
Suwarso.
Akibatnya, hasil panen petani merosot
tajam. Hasil panenan yang minim, berdampak juga pada pasokan petani ke pedagang
di pasar. Hal itulah yang membuat harga cabai rawit dan jenis cabai lainnya
meroket di pasaran.
Sarjono menambahkan, di saat harga cabai
sedang tinggi di pasaran, para petani tidak diuntungkan dengan kondisi
tersebut.
Hasil panen yang merosot dan tingginya biaya
produksi selama masa tanam belum sebanding dengan harga jual cabai di tingkat
petani.
“Untuk menutupi biaya produksi, kami terpaksa
menanam kacang di sela tanaman cabai. Dengan harapan hasil panen kacang bisa
memberikan keuntungan,”pungkas Sarjono.(Lak)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan