banner 728x90

Perceraian Di Kabupaten Magetan Turun 3.8 Persen

Pengadilan Agama Magetan : Tahun 2015 Tangani 1572 dan Tahun 2016 Tangani
1512 Perkara Perceraian, Turun 3,8 Persen
“Berdasarkan data triwulan pertama 2016 itu sekitar 60
persen permohonan perceraian diajukan oleh istri atau cerai gugat dan 40 persen
diajukan suami atau cerai talak”
 
Magetan
Mearindo.com – Dalam Kurun waktu dua tahun terakhir ini kasus perceraian di Pengadilan
Agama Kelas 1 A Magetan, Jawa Timur, contoh selama triwulan pertama 2016
(Januari-Maret) menangani 842 perkara perceraian baik yang diajukan oleh suami
maupun istri.
“Berdasarkan
data triwulan pertama 2016 itu sekitar 60 persen permohonan perceraian diajukan
oleh istri atau cerai gugat dan 40 persen diajukan suami atau cerai
talak,” kata Puji Wakil Panitra  Pengadilan Agama Kelas 1 A Magetan kepada
Mearindo.com, Rabu (25/1/2017)
Dia
menjelaskan, berdasarkan data tersebut setiap bulan rata-rata terdapat 76 istri
yang mengajukan cerai di Pengadilan Agama Magetan, sedangkan suami menceraikan
istrinya hanya 24 orang per bulan.
Perkara
perceraian yang ditangani sekarang ini sebagian besar diproses tuntas dengan
putusan perceraian, dan hanya sebagian kecil yang dapat dimediasi pasangan
suami istri yang rumah tangganya tidak harmonis lagi rujuk kembali.
Sementara
alasan istri dan suami mengambil keputusan untuk mengakhiri kehidupan rumah
tangga mereka, menurut dia, berdasarkan penjelasan pihak-pihak yang mengajukan
permohonan cerai keputusan pahit itu diambil karena rumah tangganya tidak
harmonis lagi, terjadi krisis keuangan, krisis akhlak, dan yang paling dominan
karena adanya orang ketiga.

Kemudian terjadinya perzinahan atau hubungan seksual di luar nikah baik yang
dilakukan oleh suami maupun istri, serta pernikahan terjadi karena perjodohan
atau pernikahan tanpa cinta sehingga salah satu pihak yang merasa tidak nyaman
untuk terus bersama menjalani kehidupan rumah tangga memutuskan mengajukan
perceraian.

Berdasarkan
alasan-alasan yang diungkapkan dalam surat permohonan cerai maupun yang
terungkap dalam proses persidangan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat
terutama pasangan muda untuk membangun komitmen rumah tangga yang kuat sebelum
memutuskan menikah.

“Dengan komitmen rumah tangga yang kuat, permasalahan yang diungkapkan sebagai alasan
perceraian dapat dihindari bahkan jika sampai permasalahan tersebut muncul
dapat diselesaikan dengan baik secara kekeluargaan bukan ke pengadilan,”pungkas
Puji. (lak).

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan