banner 728x90

Organda Magetan Tunggu Kepastaian Tarif Angdes, Pasca Kenaikan BBM 5 Januari 2017

Magetan Media Online Mearindo.Com – Organisasi
Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Magetan masih menunggu
keputusan dari Dinas Perhubungan setempat soal penetapan tarif baru angkutan
pedesaan (angdes) pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per tanggal 5
Januari 2017 kemarin.
Ketua Organda Magetan Yoyok Setyo Utomo mengaku
pihaknya belum tahu apakah angdes di Kabupaten Magetan akan menyesuaikan
kenaikan harga BBM nonsubsidi atau tidak. Untuk sementara, saat ini pihaknya
masih menggunakan tarif lama yakni Rp 4.000 per orang dewasa.
“Kami belum tahu. Masih akan dihitung dulu soal
tarif barunya. Jadi tidak akan sembarangan dalam menentukan tarif,” ujar Yoyok
Setyo Utomo kepada Media Online Mearindo.Com, Minggu (8/1/2017).
Yoyok Setyo Utomo menambahkan penentuan tarif angdes
merupakan wewenang dari pemerintah daerah dan UPT Jawa Timur. Pihaknya mengakui
peningkatan tarif angdes akan membuat sopir angdes mengeluh. Hal itu karena
mereka akan semakin sulit mencari penumpang. Akibatnya, pendapatan mereka juga
akan berkurang.
“Selama ini penumpang angdes Magetan sangat sepi,
kalah dengan kendaraan pribadi, terutama roda dua. Tarif yang naik ini tentu
akan semakin sulit dalam mencari penumpang,” kata dia.
Seperti diketahui, Pertamina telah menetapkan
perubahan harga BBM nonsubsidi per tanggal 5 Januari 2017 kemarin. Kenaikan
harga tersebut berlaku untuk BBM umum jenis pertamax, pertamax plus, pertamax
turbo, pertamina dex, dexlite, dan pertalite sebesar Rp300 per liter untuk
semua wilayah.
Harga untuk pertamax di DKI Jakarta dan seluruh
provinsi di Jawa-Bali ditetapkan sebesar Rp8.050 per liter dari semula Rp7.750
per liter. Adapun, di daerah yang sama harga pertalite naik menjadi Rp7.350 per
liter dari sebelumnya Rp7.050 per liter. Sedangkan, pertamina dex dilepas di harga Rp8.400
per liter untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta Rp8.500 per
liter untuk DI Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dexlite yang menjadi
pilihan baru untuk produk diesel ditetapkan menjadi Rp7.200 per liter untuk
Jawa-Bali-Nusa Tenggara.
 

Sementara itu, bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi
jenis premium dan solar dipastikan tidak mengalami perubahan. (lak)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan