banner 728x90

Menunggu Lima Tahun Desa Selotinatah, Pembangunan Jalan Menuju Alastuwo dan Pendem Parang

Rencana
jalang yang akan dibangun pada tahun 2017 yang menghubungkan desa Selotinatah –
Alastuwo dan desa Selotinatah – Pendem, Senin (30/1/2017)

Magetan
Mearindo – Semenjak Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Magetan dipegang Ir.
Hergunadi terlihat bersemangat menyikapi progres rencana pembangunan Kaputen
Magetan  yang terintegrasi dengan pusat
maupun provinsi.
Bahkan,
Pria yang suka berpikir bagaimana caranya Magetan bisa menjadi kabupaten
percontohan di Seantero Nusantara ini optimistis pembanguna dari usulan Desa
satu ke desa lainnya lagi di gencarkan untuk proses pembangun dengan cara
bertahap.  Senin (30/1/2017)
Optimisme
Hergunadi memang sangat beralasan. Sebab, tahun ini, Kabupaten Magetan telah
mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 350 juta untuk pembanguan Jalan dua jalan
yakni Selotinatah – Alastuwo sebesar Rp. 175.000.000,- dan Selotinatah – Pendem
sebesat Rp. 175.000.000,-
“Dengan
anggaran Rp 350 juta itu kami harapkan bisa membangun jalan sepanjang 5
Kilometer Selotinatah Alastuwo dan 5 kilometer Selotinatah – Pendem,” terang
Ir. Hergunadi yang didamping Kepala Bidang Bina Marga Pekerjaan Umum Kabupaten
Magetan Ir. Muchtar. Sembari mengatakan bahwa pembuatan jalan tersebut
merupakan proses Dinas Pekerjaan Umum untuk meningkatkan laju perekonomian
masyarakat setempat biar cepat mengkutnya dari lahan pertanian menuju ke kota,
Kepada Mearindo.com (30/1/2017)
Selain
alokasi anggaran sebesar Rp 350 juta, melalui anggaran pendapatan dan belanja
daerah (APBD) 2017 pun, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pekerjaan
Umum telah menganggarkan untuk kegiatan pembangunan jalan Baleasri Parang
memang kerusakan sangat parah ditengah ruas belum bisa ditangani karena
anggaran sangat besar tapi untuk awal dan akhir yang ruas pemukiman padat sudah
ditangani mulai tahun 2014 – 2016 dan di tahun 2017 dianggarakan kurang lebih
sebesar Rp. 800 juta.
“Kalau
Baleasri Parang itu akan dilakukan di tahun ini, pembangunan sudah bisa
dilakukan tahun 2017 dilelangkan antara bulan Mei keatas. Prioritas pertama
pembangunan untuk wilayah selatan Selotinatah – Alastuwo, Selotinatah – Pendem
dan Baleasri – Parang,”ungkap Hergunadi yang diamini Kepala Bidang Jasa Marga Dinas
Pekerjaan Umum Muchtar.
Lanjutnya,
meminta masyarakatnya tidak menggangu semua proses pembangunan yang sedang
dikerjakan di daerah itu, sehingga program pemerintah bisa berjalan lancar
untuk tujuan mempercepat kesejahteraan rakyat.
“Ruas
jalan tersebut, sangat vital untuk membuka isolasi kemiskinan dan kelancaran
distribusi hasil-hasil bumi masyarakat yang melimpah di daerah itu. Ruas jalan
untuk dan membuka akses ke bagian selatan dan ke Barat, pertamakali dibangun
tahun 1983 atau sekitar 20 tahun lalu, dan kondisinya mengalami kerusakan
parah. Baru tahun ini mulai dilakukan program peningkatan/pembangunan kembali
ruas jalan strategis itu sepanjang kurang lebih 10 kilometer menelan anggaran
sekitar Rp. 350 Juta, “terangnya.
Dia,
mengingatkan kepada warga agar selama proses pembangunan ruas Selotinatah –
Alastuwo, Telotinatah – Pendem dan Baleasri – Parang, masyarakat dapat
memberikan dukungan penuh sehingga jalan ini bisa dengan cepat dituntaskan.
“Jika
ada gangguan dari masyarakat, maka pembagunan jalan ini akan terhambat, dan
menimbulkan dampak yang tidak baik bagi daerah,” katanya.
Ia
mengatakan, proyek jalan ini sudah melalui proses yang cukup panjang dan rumit.
Sebab prosesnya sudah dimulai sejak pemerintahan Prsiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) dan sekarang di era pemerintahan Presiden Jokowi baru terwujud
dan dapat dimulai pelaksanaanya.
“Para
tokoh masyarakat, Aktifis dan Teman-teman LSM, juga jangan asal biacara, karena
pendapat yang asal-asalan bisa menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegas
Hergunadi.
Sementara
itu, Kepala Bidang Jasa Marga Pekerjaan Umum Kabupaten Magetan Muchtar
mengatakan, pembangunan jalan ini dapat dimulai setelah melalui proses yang
sangat panjang dan rumit. Sebabnya dalam prosesnya banyak permasalahan yang
dihadapi baik dari pemerintahanya maupun dari masyarakat setempat.
Ditambahkan
Kepala Desa selotinatah Mulyono, padahal jalan ini sudah hampir 5 tahun lebih
tidak pernah di perbaiki oleh Pemerintah Kabupaten. Sementara keluhan demi
keluhan dari masyarakat selalu ditujukan kepada Pemerintah Desa, Kepada
Mearindo.com, Senin (30/1/2017)
Masalah
sosial yang dihadapi yaitu tentang pembebasan lahan masyarakat untuk perluasan
jalan. Selain itu berbagai persoalan juga ditemui di masyarakat saat melakuan
sosialisasi pembebasan lahan.
Disebutkan,
ruas jalan Selotinatah – Alastuwo, Selotinatah – Pendem dan Baleasri – Parang sangat
penting mendukung kegiatan ekonomi sosial, budaya dan pertahanan keamanan serta
merupakan akses utama yang menghubungkan Kota Kecamatan Parang – Desa
Selotinatah – Kota Kecamatan Poncol dan Plaosan di Kabupan Magetan. (lak)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan