banner 728x90

Magetan Larang Masuk Sapi dari Luar Daerah, Antisipasi Virus Antraks

Perternak Sapi Magetan sampai saat ini
sapi kereman terkenal nomer satu di Indonesia
Magetan Mearindo.com – Kasus matinya sapi
secara mendadak yang diduga karena virus antraks di beberapa daerah di Jawa
Timur dan Yogyakarta membuat Pemkab Magetan lebih waspada. Pemkab Magetan
melarang sapi dari luar daerah masuk wilayah tersebut.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan
Magetan, Kustini melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Budi Astono yang di
damping Drh. Santi, mengatakan di Magetan sejauh ini tidak ada laporan mengenai
sapi yang mati secara mendadak. Meski demikian, pemerintah terus berupaya
mengawasi guna memastikan sapi di Magetan bebas antraks.
Budi Astono menuturkan saat ini Pemkab
melarang sapi dari luar daerah baik sapi hidup maupun sudah dalam bentuk daging
masuk ke Magetan. Hal ini untuk mempermudah pengawasan dan antisipasi penyakit
berbahaya dari sapi.
Dia mengatakan sejauh ini Magetan tidak
pernah kekurangan sapi karena populasi sapi di Magetan mencapai 110.000 ekor
sedangkan kebutuhannya hanya belasan ekor per hari.
“Kami sudah beberapa tahun terakhir tidak
mengimpor sapi dari luar daerah. Populasi sapi cukup terjaga dan memenuhi
kebutuhan masyarakat Magetan,”kata dia kepada Mearindo.com di ruang kerjanya,
Rabu (26/1/2017).
Selain itu, petugas juga mengawasi lebih
ketat di wilayah perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah yaitu di
Kecamatan Poncol tepatnya di Desa Gilang dan Cemoro Sewu langsung ditangani
Petugas dari Provinsi. Petugas memastikan tidak ada peternak dari Wonogiri dan Karanganyar,
Jateng, yang menjual sapi di Magetan secara sembunyi-sembunyi.
Dia mengimbau masyarakat melapor kepada
petugas jika melihat atau mengetahui informasi mengenai sapi mati secara mendadak.
Sedangkan untuk peternak diminta tidak memotong dan menjual sapi yang
kondisinya sakit.
“Untuk pedagang daging sapi dimohon untuk
tidak memperjualbelikan sapi sakit atau mati,” ujar Budi Astono yang berasal
dari Surabaya.
Lebih lanjut, Dia mengimbau masyarakat
lebih berhati-hati memilih dan membeli daging. Untuk keamanan beli daging di
toko daging atau pasar yang memenuhi syarat.(lak)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan