banner 728x90

Dua Warga Magetan, 12 kali Curi Motor Diringkus Polresta Madiun

Warga
Magetan spesialis curi motor dicokok aparat Satreskim Polresta Madiun
Madiun Mearindo.com – Angota Satreskrim Polres
Madiun Kota menangkap dua pencuri spesialis sepeda motor yang telah beraksi di
belasan lokasi di Madiun.
Pelaku meringkuk di tahanan Mapolres Madiun Kota
untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Kedua pencuri itu yaitu Nur
Rahman (49) bekerja sebagai buruh tani, warga Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro,
Kabupaten Magetan, dan Sadinem (48) warga Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro,
Kabupaten Magetan.
Kepala Satreskrim Polresta Madiun, AKP Logos
Bintoro, mengatakan kedua tersangka ditangkap di Pekalongan, Jawa Tengah, awal
2017 lalu. Kedua tersangka ini ditangkap di tempat persembunyian mereka setelah
masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak pertengahan 2016.
Dari keterangan tersangka, mereka sudah mencuri di
12 tempat di Kabupaten Madiun dan Kota Madiun sejak 2016.
“Mereka menyikat sepeda motor. Saat terendus
petugas, mereka lari ke tempat persembunyian di Pekalongan. Akhirnya awal 2017
bisa kami tangkap,” jelas AKP Logos Bintaro kepada Mearindo.com di Mapolresta
Madiun, Senin (16/1/2017).
Logos menuturkan kedua tersangka ini kali terakhir
beraksi pada Jumat (1/7/2016) sekitar pukul 12.30 WIB di halaman Masjid
Ichwanul Muchlisin di Desa Pucangrejo, Sawahan, Kabupaten Madiun. Saat itu,
kedua tersangka janjian bertemu di SPBU Maospati kemudian berangkat mencari
sasaran.
Sesampainya di tempat parkiran masjid tersebut,
mereka melihat sepeda motor Honda Vario Techno 125 warna hitam terparkir. Kedua
pelaku kemudian berhenti dan membagi peranan masing-masing.
Nur Rahman bertugas mengawasi situasi sekitar masjid
dan tersangka Sadinem sebagai eksekutor atau pengambil sepeda motor. Mereka
mencuri sepeda motor yang terkunci itu menggunakan kunci T yang sudah disiapkan
dari rumah.
“Setelah mendapatkan sepeda motor itu, keduanya
langsung pergi ke Desa Winong, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, lalu
menjual sepeda motor itu ke penadah,” ujar Logos.
Rugos menuturkan barang hasil curian dijual di
beberapa tempat di Karesidenan Madiun. Sedangkan hasil penjualan untuk
foya-foya. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut karena
diduga barang hasil curian dijual di beberapa daerah.
 

“Kami masih mendalami kasus ini. Kami juga masih
mencari tahu siapa penadah barang hasil curian ini,” jelas Logos.
Barang bukti yang disita polisi dari kedua tersangka
itu adalah sepeda motor Honda Supra berpelat nomor D 3138 EY, sepeda motor Honda
Beat berpelat nomor B 3037 UCH, handphone merek Oppo, handphone
merek Asiafone, sandal merek Nikko, beberapa bagian sepeda motor, paku baja,
mesin gergaji, dan kunci Y.(lak)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan