banner 728x90

Masjid Benteng Pertahanan Umat (Part 3)

Foto: Seminar Kebangsaan di Tangerang 2015.
LANJUTAN…
TANTANGAN MEMAKMURKAN MASJID
Kita akan menyoroti dari tantangan yang berasal dari dalam
tubuh umat Islam terlebih dahulu, tantangan tersebut berupa:
1. Pemahaman tentang ajaran Islam yang sangat beragam, kalau
dalam persefektif luasnya wawasan kita akan sangat senang. Namun yang terjadi
adalah sempitnya wawasan dan salahnya memahami konsepsi dasar tentang terminologi
asasi dan bentuk aksi dari pemahaman tersebut
2. Kebudayaan nenek moyang, baik dari konsepsi pemikirannya
maupun prakteknya secara prinsip masih banyak yang bertentangan dengan ajaran
Islam yang kaffah
3. Tokoh-tokoh Islam yang menyesatkan, masksudnya
orang-orang atau komunitas orang yang pada prakteknya justru menjauhkan umat
dari pemahaman Islam yang mengarah  pada hidayah Allah swt, mereka dikenal
sebagai tokoh sekuler atau pembawa ajaran para orientalis islamophobia.
4. Imunitas kaum muslimin yang sangat lemah dari serangan
pemikiran atau yang popluer disebut dengan invasi pemikiran atau al-ghazwul
fikri. Indikasi ini bisa kita lihat pada perilaku remaja atau angkatan muda di
seluruh dunia Islam, secara kasat mata bisa kita lihat dari cara makan, yang
dimakan dan diminum, cara berpakaian, cara bersikap dan kecenderungan
perilaku-perilaku yang negatif lainnya yang tentunya kita melihatnya dari sudut
pandang ajaran Islam yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw.
Bila kita melihat tantangan yang datang dari luar,
sesungguhnya menjadi faktor yang memperparah keadaan, karena kondisi internal
umat Islam sangat memungkinkan serangan luar itu masuk malah menjajah umat baik
secara pemikiran, perasaan maupun secara pisik. Hal tersebut adalah sebagai
berikut:

a. Penguasaan sektor-sektor vital yang dimliki oleh umat Islam hampir di
seluruh dunia Islam, tidak terkecuali Indonesia,

b. Merusak pemikiran para tokoh-tokoh pengambil kebijakan dengan paham-paham
yang sinis bahkan anti Islam, dalam artian Islam yang berfungsi sebagai ilmu,
ajaran dan sistem hidup,

c. Menjejalkan anak-anak muda Islam dengan kesibukan yang hanya memperturutkan
hawa nafsu dan membuang-buang waktu saja, baik berupa musik, tontonan,
permainan maupun kecenderungan-kecenderungan yang bertumpu pada pemenuhan hawa
nafsu belaka,

d. Mempersempit bahkan membabat potensi yang akan berperan sebagai komunitas
atau situasi yang akan berperan memberikan kesadaran dan penyadaran kepada
seluruh kaum muslimin akan bahayanya mengikuti sesuatu yang sejatinya merusak
dirinya, bangsanya yang paling utama adalah merusak agamanya.

Tantangan eksternal inilah yang untuk kasus Indonesia merupakan bencana tsunami
aqidah yang sangat dahsyat. Namun disayangkan bencana ini belum disadari secara
luas oleh kaum muslimin secara nasional. Padahal bila keadaan ini dibiarkan
akan sangat membahayakan umat Islam dalam artian yang sesungguhnya. Karena pada
saatnya umat Islam akan menjadi umat seperti jasad tanpa nyawa, hidupnya adalah
kematiannya.

SEKIAN
Semoga Bermanfaat.
By Alfian Tanjung

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan