banner 728x90

Kewajiban Pendidik Muslim (Part 3)

Lanjutan…..Kewajiban Pendidik Muslim 


Jawaban Pendidik Muslim
Foto: Beberapa suksesor Parade Tauhid Indonesia 2015

      Diawali
oleh kemauan menjadi hamba Allah dan Khalifah Allah di muka bumi secara
pribadi, para pendidik muslim perlu mengorganisasikan dirinya baik secara
lokal, regional, Nasional hingga Internasional. Dimulai dari kesadaran akan
realitas dan tantangan umat serta resiko apabila kita berpangku tangan. Ada
beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para pendidikan Muslim, antara lain:

1.    Menjadi Pembelajar Abadi
Artinya, sebagai Insan Pendidikan,
baik sebagai guru, tenaga administrasi, kepala sekolah, penjaga sekolah,
penjaga kantin dan siapapun manusianya yang terlibat secara langsung dalam PBM
harus diberikan virus cinta belajar.
2.    Menjadi Tenaga Profesional
Dimulai dengan kepercayaan diri yang
tinggi, kemampuan yang memadai secara keilmuan dan keterampilan yang mantap
serta dedikasi yang kuat dan konsisten dalam menggeluti dunia pendidikan.
3.    Membangun Budaya Keilmuan
Dimulai dengan keteladanan dan
kewibawaan yang alami, ketersediaan fasilitas, jelasnya aturan dan peraturan
yang dijadikan rujukan, serta pembiasaan yang dibangun dengan cara-cara yang
edukatif, maka budaya keilmuan menjadi wujud di lingkungan pendidikan baik
secara formal di sekolah maupun di rumah dan di masyarakat.
Melalui aktifitas belajar mengajar
di sekolah, sikap mendidik dari orangtua dan dukungan terhadap pendidikan dari
masyarakat. Disambut oleh kesadaran diri dari si pelajar atau mahasiswa.
Kelahiran generasi yang tangguh secara komprehensif akan menjadi suatu yang
wujud.
Jawaban yang
dipaparkan masih bersifat normatif, berupa daftar keinginan yang kental dengan
semangat idealisme. Padahal dunia pendidikan kita sudah terlalu jauh tercecer
bahkan dari negara yang pernah menjadi ‘murid’ kita yakni Malaysia.
Sebagai komunitas Pendidikan kita
tidak boleh berkecil hati, kita harus sadar dengan sepenuh hati dan menumbuhkan
jiwa jihad dalam mempersiapkan generasi di belakang kita. Karena mereka akan
menghadapai masa yang berbeda dengan zaman kita hari ini.
Akhirnya semua berpulang kepada
apakah sejarah dunia ini akan dibuat oleh musuh-musuh agama ini? Atau kita
masih punya nyali untuk membuat sejarah? Jawabannya adalah luruskan niat,
perhebat  ikhtiar, perbanyak do’a, siapkan dana,  miliki
alat-alat dan fasilitas pendukung, biasakan kerja jama’ah dan  tawakkal
 pada  Allah.

Oleh: Ust. Drs. Alfian Tanjung M.Pd

SELESAI.
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan