banner 728x90

Kewajiban Pendidik Muslim (Part 1)

Foto: Belajar mengajar pondok pesantren
“Dan hendaklah
engkau khawatir akan datang generasi yang lemah, generasi yang meninggalkan
sholat dan generasi yang memperturutkan hawa nafsunya”

 (Q.S. Annisa :
09)
BEBERAPA KENYATAAN
Oleh: Ust. Drs. Alfian Tanjung M.Pd
Aktifitas sebagai pendidik, baik
sebagai guru atau civitas akademika disebuah lembaga pendidikan relatif jauh
panggang dari api. Maka fenomena yang memprihatinkan dari hari kehari semakin
memilukan hati bagi para pendidik yang memiliki idealisme dan jiwa mendidik.
Diantara hal yang meperihatinkan tersebut diantaranya;
Pertama, situasi malas belajar, hal ini
menjadi sesuatu yang umum dalam kebanyakan pelajar kita, termasuk para
penyandang predikat mahasiswa.
Kedua, persoalan sekitar guru, dari
persoalan keterampilan mengajar, dedikasi sebagai pendidik dan wawasan mutakhir
tentang disiplin ilmu yang diajarkannya.
Ketiga, sikap keluarga yang melihat pendidikan
sebagai sesuatu yang profan dan materialistik bahkan kerapkali bersikap
kontraproduktif dari nilai-nilai kependidikan.
Keempat sikap masyarakat yang belum menjadikan
pendidikan sebagai investasi SDM ,hal ini terjadi pada kebanyakan masyarakat.
Kelima, sikap politik pemerintah, dari
perangkat hukum disatu sisi dan implementasi disisi  lain termasuk dalam
merecovery persoalan pendidikan masih jauh dari penanganan yang terorganisir.
Hal tersebut berimplikasi sangat luas, secara kualitatif,
Indonesia merupakan negara yang sangat tertinggal dalam bidang pendidikan, bisa
dilihat dari peringkat yang terbawah baik di Asia, apalagi di dunia, secara
kuantitatif, banyaknya tenaga pengangguran terdidik (300.000 – 500.000 orang)
sarjana di Indonesia merupakan tenaga pengangguran. Belum lagi pengangguran
tingkat dibawahnya yang secara total telah menggenapkan jumlah pengangguran
menembus angka 40.000.000-an orang. Keadaan ini menjadi sebab dari merebaknya
kejahatan dan kebejatan moralitas di masyarakat yang pada akhirnya membuat
bangsa kita tertinggal secara keilmuan dan peradaban. Dan membuat bangsa kita
jauh dari Allah, hal ini beresiko kita mengalami kerugian di dunia dan di
akhirat.
Tugas pendidik muslim dan civitas akademika di
sekolah-sekolah secara umum adalah menjadikan proses belajar mengajar yang
efektif disatu sisi, dan menyiapkan tenaga-tenaga calon pemimpin umat di semua
sektor kehidupan disisi yang lainnya. Dengan kata lain kegiatan pendidikan yang
dilakukan terhadap generasi Muslim adalah aktifitas persiapan, berupa penyiapan
SDM dengan kualifikasi yang handal dan tangguh. Baik secara mental–spiritual,
Moral– sosial, Keterampilan hidup dan kemampuan tekhnologi serta kemampuan
kepemimpinan.
Untuk memproses dan mewujudkan tugas tersebut, perlu
dilakukan kerja-kerja yang bersifat strategis dari seluruh komponen potensi
umat. Karena untuk kasus Indonesia, sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan
merupakan hal yang tertinggal dari kaum lain. Dengan langkah-langkah yang
terencana, sistematis, terprogram dan berkelanjutan upaya penguatan potensi
umat bisa dilakukan. Dan pada tahapan berikutnya umat Islam akan menjadi tuan
di negerinya sendiri. Indonesia adil dan makmur akan terwujud jika umat Islam
mengalami proses pemberdayaan yang proporsional, fungsional. Hal ini dimulai
dari penyiapan SDM, maka jelaslah betapa mulianya tugas para pendidik.

Bersambung… Ke Bagian 2.

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan