banner 728x90

Hasanah Islam “Merubah Keterpaksaan Menjadi Ikslas”

Oleh: Yunita (TIM MLJ Taruna Muslim
Ketika
nasi menjadi bubur, lalu bagaimana bubur tersebut akan terasa nikmat??
Setiap
manusia selalu merasakan penyelasan apabila masalah yg diselesailan tdk sesuai
dengan keinginan dan ada akibat yg terjadi… yaitu Penyesalan berkepanjangan
hanya menambah semuanya menjadi tidak nyaman. Sudah saatnya kita berhenti dari
penyesalan yang tidak berarti. Menggerutu sepanjang hari membuat bubur semakin
tidak enak dan nasi tetap tidak kunjung datang.
Langkah
yang tidak tepat ini harus diganti dengan segera mencari segala hal yang
membuat bubur menjadi hidangan selezat nasi, Atau menjadi hidangan lain yang
bisa melupakan kita kepada nasi.
Keterlanjuran
kita dalam memilih dan bertindak, sementara kita sangat tidak nyaman dengan
pilihan dan tindakan itu, jalan terbaiknya adalah segera merubah kata. Merubah
dari kata terpaksa hingga menjadi kata rela.
Berusaha
untuk menikmati pekerjaan dan pilihan itu. Dan berusaha pelan-pelan untuk
melupakan keinginan masa lalu, jika sudah tak mungkin kembali lagi.
Sulit
memang, namun bukan berarti tidak bisa. Seiring dengan waktu dan semakin terasa
hasil dari pilihan keterlanjuran itu, kita akan segera bisa melupakan gelora
pada pilihan yang pertama.
Sumpah
serapah, gerutu, penyesalan berlarut-larut hanya akan membuat kita tidak
nyaman, dan harapan pertama pun belum tentu bisa kita raih. Akhirnya kita rugi
dua kali. Padalah kita bisa untung sekali yang mungkin suatu saat nanti bisa
untung dua kali.
________________
Bisa
dibaca juga di Instagram: @iqrodaily
dalam #iqromenulis
Posted by Alfian Tanjung at
18:09
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan