banner 728x90

IKATAN JURNALIS MAGETAN Terikat Ikatan Yang Tidak Mengikat

Bulan
Agustus 2015 menjadi tonggak sejarah bagi insan jurnalis / wartawan di
Kabupaten Magetan, memanfaatkan event tujuh belasan maka lahirlah satu wadah
organisasi yang diberi nama Ikatan Jurnalis Magetan- IJM. Rapat Anggota ke 1
dilaksanakan pada 4 September telah membakukan banyak hal menyangkut Kode Etik
secara substansif tidak hanya terpaku pada platform dan uniform saja. 
Diharapkan wadah ikatan ini mampu menjawab serta menjadi jawaban atas semua
persoalan managerial dan sepak terjang insan-insan jurnalis di wilayah kerja
Magetan. Melihat dari proses pembentukan yang tidak serta merta – berangkat
dari keprihatinan yang mendalam – kelak organisasi ini akan bisa diandalkan profesionalitas
dan bonafiditasnya, terlepas oleh siapapun ikatan ini dipimpin. Kerja bareng
dan kebersamaan menjadi faktor utama yang bisa menjembatani pencapaian prestasi
kinerja.
Mengaca pada wadah ikatan sebelumnya, yang berakhir karena sudah tidak
adanya kepercayaan anggota pada kredibilitas organisasi, tidak ada ketika
dibutuhkan dan keberadaannya justru mengkerdilkan peran para awak media.
Pertanyaannya, mampukah IJM mengangkat kembali pamor insan jurnalis?, mampukah
IJM memberi manfaat?, mampukah IJM menjadi panglima perang saat anggota terkena
masalah pemberitaan?, mampukah IJM tampil menjalankan roda organisasi tidak
seperti wadah ikatan sebelumnya?. Pertanyaan tersebut menjadi sebuah cemeti
yang setiap waktu harus dijawab tidak hanya oleh para pengurus IJM tapi juga
oleh semua anggota dan semua yang terkait dengan dunia kewartawanan di wilayah
kerja Kabupaten Magetan.
Jika ingin pamor / citra wartawan tidak rusak maka
menjadi tanggung jawab semua untuk saling menjaga. Kalau ingin kredibilitas
jurnalis tidak diremehkan maka menjadi tugas semua untuk konsisten pada Kode
Etik jurnalistik.
Pada hakekatnya tidak ada yang bisa mengikat independensi
seorang jurnalis, tidak juga IJM.  Ibarat
sebuah bendera yang berkibar hanya oleh hembusan angin, dan angin itu adalah
para jurnalisnya. Maka jadilah angin yang berhembus karena kibaran bendera itu
sangat diperlukan tidak hanya untuk mewarnai langit dan cakrawala namun juga
sangat dibutuhkan untuk menandai bahwa ada ikatan jurnalis yang bernama IJM.
Yang mengorganisir para wartawan serta siap menjadi pembela ketika terjadi sengketa
sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Yang
selalu berpegang teguh pada prinsip organisasi dan Kode Etik Jurnalistik. Yang
tidak akan mengulangi kesalahan wadah ikatan sebelumnya, gara-gara nila setitik
berakibat rusak susu sebelanga. Yang mampu ber-methamorfosa dari puing-puing
kegagalan masa lalu menjadi satu bangunan organisasi seutuhnya.
Selamat
membuktikan !
Penulis adalah Ketua IJM terpilih , Staf Redaksi Merindo dan Wartawan Koran Jurnal.
Oleh  :  Ahmad Zahni  
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan