banner 728x90

Ruslan Sesalkan SENJA GALINDRA Yang Diduga Memeras Uang Dengan Surat Pernyataan Tanda Tangan Palsu

Mearindo-Magetan-Jatim

Selain mau melaporkan pelaku dan pemalsu LPJ Desa Ginuk Kecamatan Karas Kabupaten Magetan ternyata Ruslan juga menyesalkan sikap Senja sebagai Ketua aktivis dari Lembaga Pemantau Independen {LPI}. yang mana pernah datang kerumahnya  (30/6) malam sekitar jam 21.00.WIB untuk meminta surat pernyataan bahwa dirinya  benar-benar tidak pernah tandatangan di dalam LPJ dana Hibah Propinsi itu.

Ruslan, Saat dikonfirmasi media dirumahnya terkait isu yang beredar bahwa surat pernyataan dirinya yang didiga di jual belikan oleh Senja Galindra senilai RP. 20 juta-an. Ruslan mengatakan kalau dirinya menyesal telah memberikan surat pernyataanya kepada Senja Galindra yang mengaku dari LSM.
”Saya ini bingung mas,masak saya meminta surat pernyataan ke saya bertujuan untuk membantu melaporkannya ke pihak Polisi, setelah saya menjadi korban pemalsuan tandatangan.  sekarang malah surat pernyataan saya di jual. kalau saya tau surat pernyataan saya itu Cuma di gunakan untuk memeras, mana mungkin saya akan mau buat surat pernyataan tersebut,” Sesal Ruslan.

 

Sedangkan ditempat terpisah saat di konfirmasi Senja mengelak kalau surat pernyataan Ruslan tersebut laku senilai RP.20 juta-an
”Pernyataan Ruslan tidak saya jual sebesar itu cuma saya serahkan dan saya juga mendapatkan imbalan dari kepala Desa tersebut dan tidak sebanyak itu cukup saya bagi dua dengan Heri Gembur” ujarnya.

 

Muh.Zaenuddin, Kepala Desa Ginuk, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan saat di konfirmasi terkait pemerasan itu pada Senin (6/7) mengatakan kalau masalah
itu permintaan Senja itu benar.
”Memang surat pernyataan itu di berikan ke saya dan sampai sekarang Senja sering nemui saya di kantor,” terangnya Muh Zaenuddin 

Heri Apriyanto alias Heri Gembur saat dikonfirmasi dirumahnya mengatakan kalau dirinya tidak begitu tahu masalah Desa Ginuk.

”Pada waktu itu yang saya tahu cuma surat pernyataan itu di bawa oleh Senja dan di hadapan kepala ginuk Desa itu Senja juga mengatakan kalau uang sebesar itu untuk mengondisikan masalah Desa Ginuk agar tidak mencuat,dan saya memang pernah di kasih uang oleh Senja sebesar Rp.250 ribu,tapi itu uang apa saya juga tidak tahu,” ujarnya.

Suko Wagio selaku Ketua Umum Lembaga Pemantau Independen saat di konfirmasi di rumahnya menyayangkan sikap Senja.
”Terkait itu saya akan konfirmasi dulu ke Senja kebenaran surat pernyataan Ruslan itu dan apabila itu semua benar maka saya selaku Ketua Umum akan kasih sangsi ke Senja dan saat ini LPI itu belum terdaftar di Kesbanglinmas Kabupaten Magetan, sehingga selama LPI belum terdaftar di Kesbanglinmas Magetan maka saya himbau kepada semua anggota LPI jangan mengadakan kegiatan,dan kepada semua lapisan masyarakat serta intansi saya persilahkan untuk lapor ke pihak kepolisian apa bila ada yang mengaku sebagai anggota LPI untuk dan menunjukan kartu anggota, itu bukan tanggung jawab saya,” jelasnya.

SenjaGalindra yang sebelumnya sempat diberitakan akibat perbuatanya memeras guru SMA 1 Barat dengan modus mengancam penyebaran foto bugil dan melakukan penipuan mengaku pengacara dengan korban TKW asal Parang ini dinilai sangat meresahkan dan mencemarkan kredibilitas aktifis di Magetan khususnya. Hal ini disampaikan oleh Dani salah satu anggota Ormas Oi Bersatu, ia menekankan prilaku semacam senja ini tidak pantas dilindungi dan segera dipolisikan jika melakukan pidana lagi.

“Prilaku seperti senja yang tidak baik ini menciderai kredibilitas aktifis Magetan, makanya kapan – kapan kalau ia berulah dilaporkan ke polisi saja” ujar Dani geram. (BS).

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan