banner 728x90

Sindikat Penipuan Antar Propinsi Berkedok Program Hibah Kementerian PPN/ BAPPENAS, Di Bekuk Polisi

Mearindo Pacitan
Polres Pacitan membekuk pelaku penipuan pogram bantuan dana hibah dari
BAPENAS ( Badan Pembangunan Nasional ). Kedua pelaku berinisial DYH ( 34
) asal Desa Sumberejo Rt.02.Rw.14 Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri.
Sedangkan MW ( 51 ) dari Desa Pragak Rt.15.Rw.05 Kecamatan Parang.,
Kabupaten Ponorogo. Keduanya di tangkap saat beraksi dengan berdalih
menawarkan program dengan modus adakan sosialisasi di Balai Dusun RW,
lingkungan Pojok, Desa Sidoharjo, Kabupaten Paciitan, pada pukul 17.00
Wib, 25/2/2015 kemarin.

Menurut penjelasan Kasatreskrim, AKP.
Hendro Tri Wahyono ‘’ Pada Hari Rabu 25/2, pukul 17.00 Wib kemarin,
petugas mendapatkan laporan dari masyarakat lingkungan Pojok Desa
Sidoharjo. Bahwa ada pertemuan warga sebanyak 15 warga yang di
moderatori dari BAPPENAS untuk menawarkan program bantuan dana hibah
program usaha perorangan. Setelah jajaran polisi meluncur ke Tempat
Kejadian Perkara (TKP) ternyata benar. Namun jajaran polisi tak
percaya begitu saja. Usai kedua pelaku membeberkan semua program
tersebut ke warga.

“Jika perorangan akan ikut dalam program bantuan
dana hibah tersebut, maka perorangan akan dikenai uang adminitrasi untuk
pembuatan proposal sebesar Rp 150 Ribu ‘’ saat itu juga polisi
mengendus kecurigaan ke dua pelaku, lantas ke duanya di tangkap dan di
bawa ke kantor polisi untuk di mintai keterangan lebih lanjut,’’
jelasnya, pada 2/3 kemarin.

Kasatreskrim menambahkan, Setelah
diadakan penyidikan keduanya mengakui perbuatannya. Yang lebih lagi, ke
dua pelaku itu juga sudah melakukan aksi serupa di beberapa kota di
Jawa Tengah yakni “Semarang,Demak, Kudus dan Kendal. Sedangkan beberapa
kota di Jawa Timur “ Blitar, Tulungagung, Nganjuk, Jombang, Madiun, Magetan
dan Ponorogo. Dari hasil penipuan yang berdalih program dana hibah di
beberapa kota itu, keduanya mendapat keuntungan sebesar Rp.50 juta,’’
tambah Kasatreskrim. 

Untuk itu, yang kami jadikan alat bukti untuk
melancarkan aksi ke dua pelaku yaitu “ Formulir peserta program dana
bantuan hibah perorangan, surat tugas dan ID Card dari Kementrian
BAPENAS atas nama DYH. Ke dua pelaku di kenakan pasal 378 KUHP tentang
tindakpidana penipuan, dengan ancaman 4 tahun penjara. Saat ini kami
baru mengembangkan kasus tertsebut,’’ pungkas Kasatresrim.

Menurut
pengakuan Dimas Yuda Hermawan (34) tersangka ia dijadikan Supervisi Bappenas untuk program Hibah oleh orang yang dikenalnya dan dibekali berkas berkas untuk merekrut kelompok usaha di berbagai wilayah.

“saya berkenalan dengan saudara ARP
bagian UMKM dari tim BAPENAS serta menerima program ini di kota Malang
pada 2014, lalu saya langsung di jadikan tehknisnya di lapangan dan
langsung ke sasaran lembaga, demi membantu masyarakat saya langsung
bergerak,” terangnya

Dimas juga menambahkan untuk uang adminitrasi Rp 150 ribu dan formulir
permohonan bantuan dari perorangan tidak kami gunakan sepeserpun dan
uang itu langsung masuk ke saudara ARP. selain itu, saya juga akan di
janjikan,
 “jika bisa memberikan kontribusi data lembaga banyak, saya
akan di caver di Tim Divisi UMKM nya BAPENAS,” akunya.

Dalam
penangkapan ke dua pelaku itu, di pimpin langsung oleh Kasatreskrim
beserta unitnya. Lantas kedua nya di mintai keterangan dan mengakui
semua perbuatannya. Saat ini ke dua pelaku diamankan di polres Pacitan
untuk peyidikan lebih lanjut. Red

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan