banner 728x90

Gerah Dengan Wartawan Gadungan, IWAMAG Bentuk Dewan Kode Etik

Meaerindo Magetan – Menuai banyaknya pengaduan terkait oknum wartawan dan orang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan yang membuat resah instansi di Kabupaten Magetan disikapi serius oleh Ikatan Wartawan Magetan atau dikenal Iwamag ini dengan menggelar Rapat Anggota Iwamag. Miggu, 22/03/2015.
Rapat anggota yang dihadiri perwakilan dari Polres Magetan, Korem Madiun dan Muspida Magetan tersebut diikuti oleh wartawan baik media cetak, online  dan elektronik ini digelar dengan agenda pertanggung jawaban ketua Iwamag selama 2 tahun sejak 2013 sampai 2015, kemudian dilanjutkan dengan sidang paripurna dan rapat membahas keorganiasasi serta menindak lanjuti banyaknya pengaduan dari instansi baik desa sampai kabupaten tentang adanya oknum yang mengaku wartawan namun setelah diselidiki tidak terdaftar dalam perusahaan media yang dimaksud.
Ashar Abdurrahman, selaku Ketua Iwamag dalam sambutan dan laporan pertanggung jawabanya selalu menekankan kepada peserta rapat anggota, bahwa Iwamag merupakan sebuah organisasi atau perkumpulan profesi jurnalistik bersifat demokratis, sehingga siapapun yang berprofesi sebagai wartawan atau terdaftar dalam perusahaan media dapat menjadi anggota Iwamag. Dan apabila dalam pelaksanaan tugas fungsi jurnalistiknya yang melanggar kode etik maka itu menjadi kewenangan redaksi medianya masing-masing.
“Iwamag ini wadahnya wartawan, jadi siapapun wartawan yang aktif bisa bergabung dan membesarkan satu-satunya organisasi kejurnalistikan di Magetan. Tentang oknum wartawan yang melanggar kode etik atau tidak profesional lebih baik dilaporkan ke perusahaan medianya” tegas Ashar.
Sementara itu Bakesbanglinmas Kabupaten Magetan memberikan apresiasi positif atas acara yang diselenggarakan iwamag, hal ini disampaikan oleh Rusdi utusan Bakesbang Magetan dalam sambutanya diacara pembukaan Rapat Anggota Iwamag.
“Pemerintah Kabupaten Magean memberikan apresiasi yang sangat besar terhadap iwamag, karena satu-satunya organisasi profesi kewartawanan yang ada di Magetan, tentunya diharapkan bisa mengakomodir dan merangkul keanggotaan wartawan dari berbagai kalangan dan media,’ harap Rusdi.
Sidang-sidang yang dipimpin oleh Muttaqien salah satu mantan ketua Iwamag ini menghasilkan beberapa keputusan diantaranya membentuk Divisi Keterbukaan Informasi Publik dan Pelayanan Publik, serta membentuk Dewan Kode Etik yang beranggotakan badan pendiri dan mantan ketua Iwamag.
Dikesempatan yang sama Joyo Wagimun Kepala KUA Takeran yang juga mantan aktifis ini berharap Iwamag benar-benar menjadi organisasi perkumpulan profesi jurnalistik yang independent dan tidak dikotori praktek praktek pengondisian proyek maupun temuan kasus kasus yang diangkat wartawan.
“Iwamag jangan jadi makelar proyek, dan makelar kasus” tegas Wagimun yang biasa dipanggi Mbah Joyo. Dani
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan