banner 728x90

Pencarian Korban Tanah Longsor Banjarnegara Dihentikan, Korban Tewas 86

Mearindo Jawa Tengah – Pencarian korban akibat tanah longsor di Banjarnegara yang terjadi pada 12 Desember 2014 lalu akhirnya dihentikan pada harike-7. Pencarian yang sebelumnya melibatkan alat berat dan bantuan TNI Polri serta relawan ini dilakukan guna mencari korban yang tertimbun tanah longsor pada beberapa waktu lalu. Berikut pemaparan data dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.
Perkembangan Penanganan Darurat Bencana Tanah Longsor Kab. Banjarnegara hari ke-7 tanggal 18 Desember 2014 sbb:
Operasi pencarian korban yang dilakukan hari ini di Dsn. Jemblung Desa Sampang Kec. Karangkobar berhasil menemukan: 3 jenazah sehingga total ditemukan 86 jenazah. Masih ada 22 korban yang dicari. Sementara operasi dihentikan sejak pukul 13.00 WIB dikarenakan hujan lebat di lokasi. Pencarian akan dilanjutkan besok pagi.
Sementara itu ruas jalan Banjarnegara-Pekalongan telah berhasil dibuka namun akses belum terbuka untuk umum hingga proses pembersihan jalan selesai dan dianggap cukup aman untuk dilalui. 15 alat berat dikerahkan untuk pembersihan. Mobil-mobil tangki air digunakan untuk menyemprot jalan.

Sedangkan pelayanan pengungsi  di Dusun Pencil Desa Karang Tengah Kec. Wanayasa terdapat 10 titik pengungsian dengan jumlah: 1.397 jiwa. Seperti yang diberitakan sebelumnya gerakan tanah sejak tanggal 6 Desember 2014 yang mengakibatkan hancurnya 3 rumah dan mengancam 36 rumah lainnya.

Ditempat lain yakni Pelayanan pengungsi yang dilakukan di Dusun Gunung Putih dengan jumlah 197 jiwa, Dusun Pencil 125 jiwa dan Dusun Wadas Sinatar 72 jiwa
Sedangkan korban dari Dusun Slimpet Desa Telaga Kecamatan Punggelanyang mengancam 557 jiwa penduduk. Kami sdh cek lokasi tersebut dan BNPB melakukan langkah antisipasi para penduduk diungsikan di SDN. 03 Telaga dan telah dilakukan pelayanan kebutuhan dasar pengungsi.
Menurut Sutopo Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, sulitnya medan dan akses ke lokasi yg hanya bisa dilalui 1 mobil merupakan kendala utama yang dihadapi tim.
Malam ini Kamis (18-12-2014) pukul 19 wib digelar rapat koordinasi di BPBD DI Yogyakarta untuk membahasan sistem peringatan dini longsor. Kepala BNPB akan memimpin rapat yang dihadiri Badan Geologi, UGM, Lipi, BPPT, Lapan, dan komunitas iptek. Saat ini, UGM memiliki 5 unit alat yang siap dipasang, sedangkan kebutuhan lain akan diproduksi nanti. Aspek sosial budaya menjadi yang paling menentukan dalam keberlanjutan sistemnya.” terang Sutopo Purwo Nugroho. Setiadi
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan