banner 728x90

Ormas OI Bersatu Adakan Diklat Remaja Ciptakan Kader Sosial

Mearindo Magetan – Merasa kwatir dengan dampak negatif pergaulan anak remaja akhir akhir ini, Ormas Orang Indonesia Bersatu yang berkantor di Jl. A.Yani Kelurahan Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan adakan Diklat yang dikhususkan bagi remaja dan pelajar. 22/11/14

Diklat yang dilaksanakan di Markas ormas Orang Indonesia Bersatu tersebut diikuti 35 remaja/ pelajar dari Magetan dan Ngawi. Menurut Anam Ketua Ormas Orang Indonesia Bersatu, diklat ini sengaja dikhususkan bagi peserta rata rata usia 17 tahun atau setingkat Sekolah Lanjutan Atas dengan dasar usia ini lah yang rentan dengan pencernakan pengaruh pengaruh baik mapun buruk yang diterima remaja.

Selama diklat berlangsung peserta diwajibkan mematuhi peraturan yang disepakati peserta diklat seperti dilarang menyalakan alat komunikasi selama proses penyampaian materi berlangsung. Hal ini menurut Anam ditujukan untuk mengoptimalkan transformasi pengatahuan lantaran waktu diklat dirasakan terlalu singkat hanya 2 hari.

“Selama diklat peserta membuat aturan sendiri dan untuk kebaikan mereka sendiri, diharakan materi diklat benar benar diterima dengan baik.” terang Anam

Materi yang diterapkan pada diklat remaja ini antara lain : Wawasan kebangsaan, Penanaman, Ananalisis sosial, Materi Dasar Jurnalis, Problem solving.

Selama dua hari peserta diklat digembleng dengan kecapakapan intelektual dengan mengasah kecakapan psikomotorik.

Diklat Oi bersatu ini diisi oleh pemateri dari unsur aktifis dan jurnalis seperti Moedjoko, Ebiet, Ashar dan Anam

Yoda 17 tahun asal Plaosan Magetan, salah satu peserta mengaku sangat senang bisa mengikuti kegiatan seperti ini, oleh sebab itu Yoda bersama 4 rekanya dari Plaosan merelakan meluangkan waktunya untuk mengikuti diklat remaja.

“Saya sudah menunggu lama sejak setahun terakir diklat diisi pak Anam, karena memberi pengaruh perubahan pada karakter peserta seperti pengembangan materi sosial menjadikan saya lebih mengerti penting kepedulian remaja terhadap keadaan sekitar, dan materi pemahaman jurnalis menjadikan saya lebih suka nonton berita ketimbang dulu yang lebih suka sinetron dan game online.” papar yoda

Kegiatan seperti ini menurut Anam memang sering diadakan oleh ormasnya, hanya saja bersifat sederhana karena dilakukan dengan swadaya mandiri tanpa bantuan pemerintah.

“Saya lebih suka mengembangkan pendidikan luar sekolah dan bersifat sederhana, seperti kegiatan dilakukan di markas sendiri atau dilakukan di balai desa tidak di gedung atau perhotelan. karena akan berpengaruh pada penanaman pola hidup peserta”. jelas Anam. Bamb

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan