banner 728x90

Butiran Kunci Kebahagiaan Yang Tersimpan Pada Diri Manusia

Mearindo Artikel – (Ditulis Oleh : Ajeng/ Lilik Abdi Kusuma)
Sebenarnya banyak manusia yang telah memiliki kunci keuntungan,
kemuliaan serta kebahagiaan, namun karena tidak dipakai untuk membuka
pintu kebahagiaan hidupnya, maka banyak orang yang bimbang, bingung
serta dirundung gelisah, dan akhirnya tidak bahagia.
Apa lagi jika meraka itu telah terjerat oleh dunia ke bendaan dan
materialistis. 

Firman Allah SWT dalam kitab Al Baqoroh 2 : 201
menyebutkan “ dan diantara mereka ada orang yang berdoa : “ Ya Tuhan
kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan
peliharalah kami dari siksa neraka.” itulah do’a yang menjadi jurus
pamungkas bagi setiap muslim, hingga dijuluki sebagai “ Do’a Sapujagat
“. 

Karena memang menyangkut kebutuhan asasi bagi manusia, baik dunia maupun
akherat. Kebaikan dapat dimaknai sebagai kebahagiaan karena pada
dasarnya yang membuat manusia itu bahagia sebenarnya bukanlah harta yang
banyak dan berlimpah-limpah, isteri yang cantik parasnya, mobil yang
baru dan mahal harganya, ataupun kedudukan yang tinggi dan bergengsi,
namun yang membuat mereka bahagia adalah “ Kebaikan “ itu sendiri,
kebaikan pada diri sendiri, kebaikan pada setiap pribadi masing-masing,
kebaikan kepada Allaah SWT Tuhan sang pencipta, serta kebaikan kepada
sesame makhluk, khususnya manusia.
Kegelisahan yang diartikan sebagai ketidak bahagiaan, pada hakekatnya
merupakan buah dari keringnya kebaikan tersebut. 

Betapa sulitnya
menemukan orang baik dalam konotasi tersebut diatas, di Zaman sekarang
ini sehingga tidak heran jika banyak manusia yang gelisah, bimbang,
sedih dan hilang kebahagiaannya, lantaran telah kehilangan kebaikan
kepada sesama makhluk, pada diri sendiri dan kepada Allah yang maha
pencipta.
Maka membahas kunci bahagia manusia baik dalam kehidupan dunia maupun
akherat, amat penting agar manusia tidak selalu dirundung duka dan
gelisah. 

Adapun kunci bahagia yang paling utama adalah “ SABAR “
sebagaimana firman Allah dalam kitab Al Baqoroh, yang artinya :
jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu,” dalam
hal ini yang dimaksud dengan “ Sabar” tersebut adalah, sabar yang mampu
menjelma sebagai kunci bahagia, kunci kebahagiaan bagi manusia yang
dalam garis besarnya dibagi menjadi 3 Yakni : 

1. Sabar dalam menjalankan perintah Allah Karena di dalam perintah Allah
sesungguhnya terdapat sumber sumber kebahagiaan karena sifat Allah yang
Maha Pengasih serta Maha Penyayang, dan disamping nikmat Allah juga
memberikan cobaan, maka bentuk kasih dan sayang Allah tersebut adalah
dengan memberikan sarana agar manusia dapat tetap bahagia dan
sarana-sarana itu adalah perintah-perintahNya, seperti Sholat, Zakat,
puasa serta menunaikan ibadah haji yang memberi dampak positif bagi
pelakunya. 

Demikian juga perintah lain seperti sodhaqoh, menolong,
tersenyum dan lain sebaginya yang pada sasarnya dapat memberikan manfaat
kebaikan bagi umat manusia dan dapat menjaga stabilits kebahagiaan
dirinya. Karena sesunguhnya hidup itu adalah menganut hukum
kkausilalitas dan berefek atau memiliki dampak. Orang yang suka
menolong, pada suatu ketika terjadi sesuatu pada dirinya pasti
memperoleh pertolongan dari orang lain. Orang yang suka tersenyum pada
orang lain, maka orang lain itu pun akan mudah tersenyum kepadanya.
Orang yang suka menghormati orang lain, sudah pasti akan dihormati oleh
seseorang, dan demikian seterusnya. Oleh karena itu guna menggapai
kebahagiaan manusia harus sabar dalam menjalankan perintah-perintahNya.

 2. Sabar dmenjauhi larangan Allah Karena hakekatnya dalam setiap apa
yang dilarang oleh Allah selalu melekat pada diri manusia sumber-sumber
kegalauan yang dapat merampas kebahagiaan hidup manusia, bukan saja di
akherat saja, tetapi juga kehidupan didunia, maka manusia di tuntut
kesabarannya dalam menjauhi larangan Allah. Disamping itu, setiap hal
yang dilarang Allah pastilah tidak disukai oleh Allah, oleh manusia
serta makhluk pun tidak menyukainya. karena segala yang dilarang oleh
Allah pasti mengakibatkan kerugian dan tidak kenyamanan oarng lain.
Larangan-larangan tersebut misalnya mencuri, merampok, hal-hal yang
berbuat dzalim dan sebagainya. bahkan larangan yang tidak mengakibatkan
keruhian orang lainpun juga tidak disukai. Misalnya mubadzir, judi,
minum minuman keras dan segala yang memabukkan. Karena sesungguhnya
makna kerugian itu bisa pada dirinya sendiri, maupun bagi orang lain.
maka bersabar dalam menjahui larangan Allah, dapat membuat manusia
merasa bahagia. 

 3. Sabar dalam menerima nikmat Mansia sering mengartikan bahwa bersabar
selalu berkaitan dengan hal-hal yang tidak nikmat. pada hal dalam
menerima nikmat pun andai kata manusia tidak sabar, maka akibatnya
adalah kegalauan dan kegelisahan yang dapat menjauhkan manusia dari
kebahagiaan, Misalnya orang yang tidak sabar dalam menerima nikmat
adalah sikap atau perilaku orang tersebut setelah menerima nikmat
manjadi : angkuh, sombong, congkak dan tidak bersyukur.
Dengan sikap demikian itu, sesungguhnya dia telah membuka pintu
kebencian dari orang lain, yang akan menimbulkan tekanan batin dan
hilangnya bahagia maka dengan menempatkan anugerah Allah sebagai sesuatu
yang harus disyukuri,dan orang yang mensyukuri nikmat adlaah orang yang
sabar dalam menerima nikmat.
Oleh sebab itu orang dapat bahagia dengan bersabar saat menerima nikmat.
Selain “Sabar” sebetulnya ada beberapa kunci kebahagiaan yang lain
yakni : 

a. Menjaga kesucian hati Dengan menjahui sifat-sifat yang mengotori
hati, seperti iri, dengki, bathil, sombong, dan lain sebaginya.
Sifat-sifat seperti tersebut sangat tidak disenangi oleh Allah. Oleh
karena itu Allah juga selalu menjauhkan kebahagiaan terhadap manusia
yang memiliki sifat-sifat serta watak-watak yang tidak terpuji itu. 

b. Mencari sumber kebahagiaan yang hakiki Yakni ritual amaliyah yang
memberi rasa damai dan bahagia . Karena sesungguhnya manusia itu mudah
terjerumus ke dalam kesedihan kalau menyangkut materi dan keduniaan.
Oleh karena itu sumber kebahagiaan hakiki adlah aktifitas yang secara
kasat mata merugi secara material, namun sesungguhnya sumber itu
memiliki kekayaan batiniyah yang snagat besar kekayaan batiniyah yang
dimaksud adalah seperti kegiatan majelis taklim, majelis dzikir, membaca
Al Qur’an, tadarus maupun kegiatan kegiatan batiniyah oleh orang-orang
yang sholeh.
Sebagaimana syi’ir yang sering kita dengar, dalam judul “ Tombo Ati “
diantaranya adalah membaca Al Qur’an dengan memahami maknanya, Sholat
malam dengan khusuk, berkumpul dengan orang-orang yang sholeh, berpuasa
sunnah dan dzikir sebanyak mungkin di tengah malam, disaat manusia
terlelap dalam tidurnya. Demikianlah beberapa hal yang insya Allah dapat
membuat hidup manusia bahagia baik di dunia maupun di akherat. Wallohu
a’lam bish-showaab. 

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan