banner 728x90

BPBD Magetan Siaga Ancaman Puting Beliung Dan Tanah Longsor

Mearindo Magetan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan Agung
Luwis mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap ancaman angin puting
beliung dan longsor memasuki awal musim penghujan.
Imbauan itu disampaikan mengingat hujan perdana di kawasan Kabupaten
Magetan telah turun hujan disertai angin kencang, Senin (10/11/2014)

 

Kendati hujan turun tidak lama dan curah hujan belum besar,
namun hal itu cukup mengkhawatirkan.
“Kalau terjadi bencana di desa, laporkan segera ke Kepala Desa dan
kantor Kecamatan agar segera ditindaklanjuti”.
ungkap Kepala BPBD
Kabupaten Magetan Agung Luwis

Data dari BPBD Kabupaten Magetan menyebutkan, hujan perdana di sejumlah
kawasan di Kabupaten Magetan terjadi Minggu (9/11/2014) sekitar pukul
16.30 Wib, meliputi 18 Kecamatan yang ada di Magetan.
Lanjutnya, “dari hujan perdana di Magetan, untuk Kecamatan Plaosan di
jalur Pariwisata Telaga Sarangan mengalami longsor yang cukup serius
sepanjang 17 meter dan yang retak sepanjang 20 meter, longsor menurut
info yang kami terima sekitar pukul 17.30, ini jelas mengganggagu akses
masuk ke Telaga Sarangan,” ucap Agung Luwis.

Menurut Kartono sebagai Pembantu UPTD Bina Marga Propinsi Jawa Timur
yang berada di Magetan, terjadinya longsor murni bencana alam dan
penyebabnya adalah di pertigaan mau masuk kearah Telaga Sarangan ada
tanah yang di gali sehingga parit yang seharusnya untuk jalan air
kemasukan tanah urug tersebut dan akhirnya air hujan melewati jalan.

 “Saking derasnya hujan air lari ke bahu jalan, sehingga talud yang
berada di atas kebon stroberi tidak bisa menahan muatan air akhirnya
ambrol sepanjang 17 meter dan yang retak sepanjang 20 meter”. 
ujar
Kartono.

Untuk membersihkan longsoran  tersebut Bina Marga mendatangkan alat berat berupa beggo untuk
mengangkat tanah yang berada di parit yang menutupi saluran pembuangan
air.
Pantauan Mearindio Online di lokasi kejadian pihak Koramil Plaosan
juga menurunkan anggotanya untuk mengangkat tanah yang menyumpat di
parit dengan tenaga manual sambil menunggu alat berat yang di janjikan
Bina Marga provinsi Jawa Timur.(ton/lak)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan