banner 728x90

20 KK Asal Ngawi Adu Nasib Jadi Transmigran

Mearindo Ngawi – Untuk
mengurangi jumlah kepadatan Penduduk dan meningkatkan Pemerintah Kabupaten
Ngawi melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi memberangkatkan 20
Kepala Keluarga atau sekitar 63 keluarga transmigran dengan daerah tujuan
Propinsi Kalimantan Utara dan Propinsi Gorontalo. Secara resmi rombongan
transmigran diberangkatkan oleh Sunarto Kepala Dinsosnakertrans mewakili Budi
Sulistyono Bupati Ngawi dari Aula Kantor Dinsosnakertrans setempat, (20/11/14).

Dalam sambutanya Sunarto.S.sos  Kepala
Dinsosnakertrans Kabupaten Ngawi menjelaskan “sangat diharapkan para transmigran
dari Ngawi ini dapat berhasil sukses sehingga taraf hidupnya baik ekonomi,
sosial dan budaya dapat meningkat. sebanyak 10 KK atau 34 jiwa diberangkatkan
ke Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas
Tengah, Kabupaten Bulungan, Propinsi Kalimantan Utara. Sedangkan 10 KK lainya
yang terdiri dari 29 jiwa diberangkatkan ke UPT Puncak, Kecamatan Pulubala,
Kabupaten/Propinsi Gorontalo.

Beliau juga menambahkan “Sangat kita tekankan tiba di daerah tujuan nanti para
transmigran segera dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya. Mereka juga
harus lebih giat dalam bekerja sesuai tujuan dari program transmigrasi itu
sendiri. Hematnya, program transmigrasi merupakan program pembangunan nasional
yang telah memberikan kontribusi positif salah satunya dapat mengatasi
persoalan kemiskinan dan kesempatan kerja pada sektor pertanian di daerah
transmigrasi.
Paling terpenting bagi saudara peserta transmigrasi ini adalah
semangat gotong royongnya dan jangan mudah patah semangat sebelum sukses.
Karena secara pasti mereka akan melewati masa-masa sulit hingga setahun lebih
bahkan dua tahun,” Tambah Sunarto,S.sos

Sunarto.S.sos berharap “ Untuk daerah tujuan Kabupaten Bulungan kata dia
pemerintah khususnya Kabupaten Ngawi melalui anggaran APBD akan memberikan
bantuan jaminan hidup selama 1 tahun sedangkan daerah tujuan Kabupaten
Gorontalo hanya 3 bulan.

Dipastikan setiap KK  secara bertahap
akan mendapatkan lahan pertanian seluas 2 hektar ditambah lahan pekarangan
sekitar ½ hektar. Menurutnya, sebelum diberangkatkan ke lokasi tujuan, para
calon transmigran tersebut telah mendapatkan pembekalan khusus di balai Latihan
Ketransmigrasian Yogyakarta. Mereka sebelumnya sudah mendapatkan ketrampilan
serta materi tentang pertanian. Dan hari ini para transmigran akan singgah
terlebih dahulu di Dinsosnakertrans Propinsi Jawa Timur untuk diberikan arahan
serta kelengkapan administrasi lainnya”,  harapnya. ( Lyn)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan