banner 728x90

PERAS PULUHAN JUTA DENGAN MENGAKU SEBAGAI KASAT LANTAS

Ngaku Kasat Lantas : Arifin Perdayai Para Perempuan
dan Memeras 

Mearindo.Madiun
Arifin (23) warga Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng,
Kabupaten Ngawi terpaksa meringkuk di dalam tahanan Polres Madiun Kota.
Selain mengaku sebagai Kasat Lantas Polres Madiun Kota, tersangka yang
merupakan residivis kasus penipuan dengan modus memperdaya para
korbannya dengan mengaku pejabat dari kepolisian itu, 
tersangka juga
memperdaya para korban yang rata-rata perempuan hingga memeras para
korbannya untuk mengirim uang kepada tersangka minimal Rp 1 juta per
orang. 
Untuk seorang korban yang melapor terakhir saja, yakni Nofrida P (20)
warga Desa/Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan terlanjur mengirim
kepada tersangka uang tunai hingga Rp 5 juta dengan pengiriman terakhir
senilai Rp 1 juta melalui rekening BRI atas nama korban. 
Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang
bukti di antaranya slip bukti setoran dari BRI dari korban yang dikirim
ke tersangka, kartu ATM milik tersangka, dua buah Hand Phone (HP) merek
Nokia milik tersangka, serta satu bendel buku tabungan milik tersangka. 
“Tersangka sejak Mei 2014, awal saya menjabat Kasat Reskrim sudah kami
buruh. Tetapi, selama ini tersangka kabur ke Terminal Jepara dan baru
kami tangkap kemarin,” terang Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP
Wasno kepada Mearindo Online, Selasa (14/10/2014) kemarin.
Lebih jauh, mantan Kasat Reskrim Polres Magetan ini mengaku jika selama
membuat akun Facebook (FB) dengan nama Happy Saputra Real yang diketahui
adalah mirip nama Kasat Lantas Polres Madiun Kota, tersangka mengunggah
foto-foto para pejabat Polres Madiun Kota termasuk foto Kasat Reskrim
di akun FB tersangka. 
Dalam prakteknya seolah-olah akun FB itu milik
pejabat Polres Madiun Kota itu. Padahal, hal itu hanya akal-akalan
tersangka untuk menjaring para korbannya.
“Tersangka kami jerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan pasal
372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman 5 sampai 6 tahun
penjara. Rencananya, bakal kami jerat juga dengan Undang-Undang Nomor 11
Tahun 2008 tentang Internet dan Transaksi Elektronik. Tetapi berkas
masih kami lengkapi,” imbuhnya. 
Usai mengenal para korban yang yakin jika tersangka pemilik akun dari
pejabat Polres Madiun Kota tersangka meminta nomor HP korban.
Selanjutnya, korban dijanjikan akan dimasukkan menjadi Pegawai Negeri
Sipil (PNS) Polres Ngawi dengan imbalan harus mengirim uang kepada
tersangka lebih dahulu. 
“Padahal, akun FB itu bukan milik pejabat Polres Madiun Kota akan tetapi
milik tersangka. Usai mendapatkan nomor telepon korban berjanjian
hingga terakhir korban menyerahkan uang di JL Pahlawan Kota Madiun di
salah satu bank ternama itu,” tegas mantan Kapolsek Maospati ini. 
Sementara tersangka Arifin mengaku jika sudah mengaku menjadi anggota
polisi karena sangat ngefans dengan polisi. Selain itu, dia mengaku
menggunakan akun FB Happy Saputra Real itu sejak Tahun 2010 silam. Menurutnya, saat itu Kasat Lantas Polres Madiun Kota masih menjabat
Kasat Lantas Polres Ponorogo. 
“Korban saya baru lima orang dari sekitar 1000 pertemenan di akun FB
nama Kasat Lantas Polres Madiun Kota itu. Jika ditambah dengan kasus di
Ngawi dulu ya korban saya jumlahnya sembilan orang,” katanya. 
Saat
ditanya Surya bagaimana meyakinkan para korbannya, tersangka mengaku
meyakinkan para korban dengan cara berjanji bakal menikahi para korban.
Apalagi, tersangka mengaku pejabat Polres Madiun Kota dengan pangkat
perwira menengah dan masih bujang. 
“Ya, saya meyakinkan para kenalan saya dengan sungguh-sungguh akan
menjadi kekasihnya dan berjanji bakal menikahi mereka. Saya sebenarnya
hanya butuh perhatian karena saya dari keluarga broken home,” pungkas
Alumnus salah satu SMP di Kabupaten Ngawi Tahun 2008.(tris/lak)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan