banner 728x90

PAWAI 1 MUHARRAM DI MAGETAN INGATKAN SEJARAH KENABIAN

Mearindo Magetan

Peringat Bulan Muharam di magetan di
warnai dengan pawai dari sekolahan PAUD, TK dan SD Islam yang berada di Magetan
sebanyak 150 peserta, ini berisi pesan menggingatkan ummat muslim, bahwa Tahun
Hijriah atau Tahun Baru Islam bukan dimulai dari tahun lahirnya Nabi Muhammad
SAW, akan tetapi tahun saat beliau hijrah (pindah) atau mengungsi dari Kota
Mekah ke Madinah saat itu.
Berbicara tentang perkembangan Islam,
tentu tidak bisa lepas dari peristiwa hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah.
Dakwah Nabi di Makkah pada saat itu banyak mengalami rintangan berupa tantangan
dan ancaman dari kaum musyrikin dan kafir Quraisy.
Menurut panitia penyelenggara
membacakan kisah bahwa dakwah Rasulullah tidak mendapat sambutan baik atau
menggembirakan dari penduduk, bahkan sebaliknya banyak menghadapi terror,
pelecehan, hinaan, dan ancaman dari kaum musyrikin dan kafir Quraisy yang
justru dipelopori oleh paman Nabi sendiri, yaitu Abu Lahab.
“Karena itu, Rasulullah diperintahkan
Allah SWT untuk pindah (hijrah). Akhirnya, beliau meninggalkan kota kelahiranya
Mekah, berhijrah ke kota Madinah. Di Madinah, Nabi dan para sahabat Muhajirin
mendapat sambutan hangat oleh kaum Anshar (penduduk asli Madinah),”
kisahnya
Agama Islam pun mengalami perkembangan
amat pesat. Dalam kurun waktu relatif singkat, hanya sekitar 8 tahun, suara
Islam mulai bergema ke seluruh penjuru dunia dan Islam pun berkembang meluas ke
seluruh pelosok permukaan bumi.
Karena itu tidak mengherankan jika
peristiwa hijrah merupakan titik awal bagi perkembangan Islam dan bagi
pembentukan masyarakat Muslim yang telah dibangun oleh Rasulullah SAW.
Ditambahkannya, menurut para pakar
sejarah, masyarakat Muslim, kaum Muhajirin dan Anshar, yang dibangun Rasulullah
SAW di Madinah merupakan contoh masyarakat ideal yang patut ditiru, penuh kasih
sayang, saling bahu-membahu dan lebih mengutamakan kepentingan umum daripada
kepentingan peribadi. Karena itu, tidak mengherankan jika Khalifah Umar bin
Khatab menjadikan peristiwa hijrah sebagai awal perhitungan tahun baru Islam,
yang kemudian dikenal dengan Tahun Baru Hijriah.
“Allah berfirman,“Hai manusia, sesungguhnya kami
menciptakan kalian dari seorang lelaki dan seorang perempuan dan menjadikan
kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kalian saling mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang
yang paling bertaqwa di antara kamu”
(Al-Hujurat ayat 13),” Umat manusia kadang-kadang terjebak
kepada sesuatu yang bersifat jangka pendek, dan melupakan yang bersifat jangka
panjang bahkan yang abadi selama-lamanya. Manusia sering tergesa-gesa dan ingin
cepat berhasil apa yang diinginkannya, sehingga tidak sedikit yang menempuh
jalan pintas, termasuk korupsi misalnya, Islam menekankan bahwa hidup ini
adalah perjuangan dan dalam berjuang pasti banyak tantangan dan rintangan.
Hidup di dunia adalah sebagai jalan untuk menuju kehidupan Akhirat.

Untuk itu dengan cara memperingati
bulan muharam selalu mengajak seluruh umat musling yang berada di Magetan
senantiasa untuk bersiar bahwa bulan muharam merupakan tahun baru islam yang
sudah selayaknya kita peringati. Untuk itu semua kami mengajak anak-anak didik
kami yang masih kecil ini agar nanti saat besar tidak akan melupakan tahun baru
islam pungkasnya.(lak/Red)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan