banner 728x90

TUDING MEDIA TUKANG KOMPOR, WALI KOTA MADIUN TEGUR WARTAWAN

Orang Nomer Satu di Kodya Madiun : Pinta Media Tak Jadi “Tukang Kompor”


Mearindo.Madiun

Orang Nomer satu di Kodya Madiun, Bambang Irianto meminta kepada seluruh wartawan (insan pers) yang bertugas di wilayah Kota Madiun tak menjadi “tukang kompor” dengan membuat berita yang isinya memanas-manasi salah satu institusi penegak hukum yang ada di Kota Madiun yakni Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun.
Apalagi, sampai memanas-manasi salah satu institusi penegak hukum itu, untuk mengungkap sejumlah dugaan penyimpangan yang ada di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Madiun.

Ungkapan itu disampaikan Walikota Madiun dalam acara jumpa pers yang diberi tema Wanata Tata Nugraha (WTN) bersama Walikota Madiun dan Ketua DPRD Kota Madiun. Akan tetapi, belakang saat acara dimulai Ketua DPRD Kota Madiun, Istono tak menghadiri acara itu.

Bambang mengatakan beberapa waktu terakhir ini ada sejumlah media yang membuat suasana di Kota Madiun memanas akibat adanya pemberitaan yang isinya dianggap mengompor-ngompori salah satu instansi penegak hukum yang ada di Kota Madiun. Menurutnya, soal kasus dugaan korupsi yang nilainya tidak terlalu besar terutama yang dalam pengerjaannya menggunakan sistem Penunjukkan Langsung (PL) tidak harus ditulis besar-besaran di media.

“Masak proyek senilai Rp 150 juta, beritanya dibesar-besarkan. Bayangkan kalau kontraktor itu ambil keuntungan 10 prosen dari nilai proyek kan hanya dapat Rp 15 juta. Itu untuk hidup selama setahun. Ini untuk membayar tukangnya saja tak cukup. Jangan begitu,” ucap Walikota Madiun Bambang Irianto , Jum’at (10/10/2014)

Buatlah Kota Madiun kondusif. Kalau itu proyek besar yang nilainya sampai Rp 7 miliar, kemudian ada penyimpangan, silahkan tulis yang besar. Saya mendukung kalau begitu tambahnya.
Berdasarkan penyataan itu, kemungkinan besar yang dimaksud wali Kota Madiun adalah proyek Cafetaria RSUD Kota Madiun senilai sekitar Rp 180 juta, yang kini sedang ditangani tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun.

Dalam kasus ini, tim penyidik Kejari Madiun sudah menetapkan dua orang tersangka. Yakni Direktur CV Bhisma Jaya, Gatot Purnomo dan pelaksana proyek, Toni. Selain itu, saat ini tim penyidik Kejari Madiun juga menyelidiki kasus pengadaan CCTV yang dipasang di hampir seluruh SKPD di lingkungan Pemkot Madiun mulai setingkat Kelurahan, Kecamatan, Badan hingga Dinas.”Ayolah kita buat Madiun ini kondusif,”pintahnya.

Sedangkan saat dikonfirmasi mengenai hubungan antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan Kejari Madiun yang dinilai beberapa pihak kurang harmonis, Walikota Madiun menepis tudingan itu. Menurutnya, antara Pemkot dan Kejari Madiun tidak ada masalah apa-apa.
“Siapa yang bilang tidak harmonis ? Kalau kejaksaan menyelidiki dugaan kasus korupsi di Pemkot Madiun, itu memang tugas Kejaksaan. Kalau saya belum akrab dengan Pak Kajari Suluh Dumadi, memang Kajarinya baru. Kami biasa, tidak ada masalah,”katanya.

Sementara berdasarkan pantauan di lapangan dugaan kerenggangan hubungan antara Pemkot Madiun dan Kejari Madiun dapat dilihat dari jarang hadirnya Kepala Kejari Madiun, Suluh Dumadi dalam acara yang dihadiri jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Madiun.
Selama ini, jika yang mengundang Pemkot Madiun, kebanyakan yang menghadiri adalah staf Kejari Madiun. Salah satu contohnya, saat acara pelantikan anggota DPRD Kota Madiun beberapa waktu lalu. Saat itu, Kepala Kejari Madiun, Suluh Dumadi diwakili jaksa fungsional, Mohamad Safir, Salah seorang penyidik yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya dugaan ketidakharmonisan hubungan Pemkot dan Kejari Madiun itu. Menurutnya, saat ini penyidik Kejari Madiun sedangkan menyelidiki masalah dugaan penyimpangan yang ada di lingkungan Pemkot Madiun.

“Itu kerenggangan bergantung yang menilai. Kami (penyidik) kan menangani sejumlah masalah. Jadi dilihat saja nantilah hasilnya,”pungkas penyidik Kejari Madiun yang enggan disebutkan namnya itu.(tris/lak)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan