banner 728x90

“LAPORKAN SAJA KE BUPATI KALAU BALAI BENIH IKAN TAK BECUS” PULUHAN KOLAM IKAN MANGKRAK, BBI MAGETAN TAK MAMPU JALANKAN PROGRAM

“LAPORKAN SAJA
KE BUPATI KALAU BALAI BENIH IKAN TAK BECUS”

PULUHAN KOLAM
IKAN MANGKRAK, BBI MAGETAN TAK MAMPU KELOLA PROGRAM
Mearindo
Magetan.
Balai Benih
Ikan  dibawah naungan Dinas Peternakan
dan Perikanan Kabupaten Magetan diduga gagal melaksanakan salah satu program
kerjanya yakni pembudidayaan ikan tawar gurami dan nila. Kegagalan ini
bedasarkan kondisi puluhan kolam ikan yang ada di BBI terbengkalai dan
dibiarkan mangkrak alias kosong.
Seperti
diketahui bahwa dalam setiap ivent kegiatan yang diadakan Dinas Peternakan dan
Perikanan ini selalu mengklaim mampu dan berhasil mengembangkan pemeliharaan
ikan gurami dan nila baik dilokasi BBI yang ada dijalan Sukomoro Magetan maupun
pada kelompok petani ikan yang pernah dibantu pembenihan. Hal ini sangat
berbeda dengan fakta dilapangan BBI mengaku saat ini tidak terdapat bibit gurami
dan nila.
“Saat ini adanya
lele, kalau Gurami dan Nila belum ada” terang Wiyoto Kepala bagian
pengembangan.
Sementara
menurut salah satu petani ikan air tawar di lembeyan menyatakan mencurigai
ketidak profesionalan dinas ini yang  mana program dengan didanai anggaran negara
ratusan juta untuk persoalan ikan air tawar, namun ketika kelompoknya ingin
mendapatkan pembinaan dan pendampingan ikan gurami dan nila justru BBI menyatakan
tidak ada stok gurami dan nila melinkan yang sedia hanya lele..
“Setau saya
kalau tiap kegiatan dinas selalu mengklaim keberhasilan budidaya gurami dan
nila, kalau ternyata itu bohong berarti ada mafia didalamnya dong”. Sangka Arik
Ditempat lain
anang mengaku  pernah membeli bibit
gurami kepada salah satu petugas di BBI dengan harga 1000 sampai 2000 per ekor,
namun  belum ada satu minggu sudah mati
semua dengan kondisi sisiknya mengelupas. Sedangkan cirri cirri seperti ini
disebabkan salah satunya adalah factor cara memperlakukan bibit yang sering
dipindah pindah atau terkena benda asing.
“saya pernah
beli bibit dari petugas BBI tapi mati semua, setelah saya tanyakan ke bagian
pengembangan di BBI ternyata matinya karena bibit nya jelek akibat dipindah
pindah kolam yang menyebabkan kulitnya luka, Kalau bibit ikan itu dipindah
pindah berarti ini bukan hasil pemijahannya sendiri melainkan bibit yang
berputar dari penjual satu dengan penjula lainya” ingat anang

Sementara,
ketika ditemui media, Anam ketua ormas Oi bersatu menyatakan bahwa program
pemberdayaan ikan air tawar beserta anggaranya bukan merupakan rahasia umum
yang masyarakat tidak tahu. Anam menggambarkan seperti “semisal dinas
menggelontorkan anggaran untuk program yang ditangani petugasnya seperti Pembudidayaan
ikan Nila, nah ketika bibit nila ditangani dengan baik maka ia akan menjadi
ikan siap konsumsi atau juga dipertahankan 
menjadi ikan induk. Lantas ikan induk akan bertelur dan menjadi bibit
ikan baru. Hal ini terus berkelanjutan dan tidak putus, kalau BBI kolamnya itu
kosong maka laporkan saja ke Bupati terkait ketidak becusan pegawainya” tegas
anam. (lana)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan