banner 728x90

BERISTRIKAN POLWAN, OKNUM POLRES MAGETAN HAMILI GADIS

MENGAKU BUJANG, OKNUM POLISI DIDUGA PERDAYAI GADIS HINGGA HAMIL

Mearindo.Magetan
Habis manis sepah dibuang. Ungkapan
itulah yang dialami Anggi (bukan nama sebenarnya), wanita 22 tahun ini asal
Desa Purworejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini. Pasalnya
hubungan asmaranya dengan sang oknum polisi yang mengaku bujang ini kandas oknum
polisi tersebut ternyata beristrikan anggota Polwan. Padahal, Bunga sudah
terlanjur hamil delapan bulan.05/10/2014.

Hubungan ini berawal dari perkenalan Anggi dengan Bripka Ags DH/ 33 tahun,
seorang anggota Polisi Resort Magetan pada awal tahun 2013 dijejaring sosial. Dalam
perkenalanya tersebut oknum polisi mengaku masih perjaka, sehingga tidak
canggung keduanya lambat laun semakin akrab hingga Agus sering kali datang
kerumah korban.

Anggi yang saat itu masih menempuh
kuliah disalah satu akademi kebidanan menjalani hubungan pertemananya dengan
serius karena selama bergaul, Ags selalu menunjukkan etikat baik terhadap
orang tua dan lingkungan, bahkan saat wisuda pun Ags menyempatkan
perhatianya dengan hadir bersama orang tua korban.
Diceritakan akibat rayuan dan pengakuan yang
sering dilakukan dihadapan orang tua korban, Bripka Ags kepada korban
yang menyatakan masih bujang dan berjanji akan menikahinya inilah yang
menjadikan Anggi menerima Ags sebagai pacarnya. Dan pada bulan Januari
2014 korban diajak jalan jalan oleh Ags ke Batu Malang, karena alasan
kemalaman akhirnya Ags mengajak korban untuk bermalam hotel. Saat itulah
hubungan layaknya suami istri mereka lakukan kali pertama.
“Karena saya dan Bripka Ags sudah akrab
bahkan dia mengaku bujangan dan siap mengajak hubungan ke pernikahan, akhirnya
saya menurutinya. Bahkan, ketika saya diajak bermalam dihotel Malang alasan
kemaleman pun saya pasrah karena yakin ia akan tanggung jawab. Tapi ternyata
dia punya istri mas sedangkan saat ini saya hamil delapan bulan”
kata Anggi
dengan menangis terbata-bata
.
Sementara itu, Karmin bapak korban
menyatakan bahwa pada awalnya keluarganya tidak menaruh curiga kalau Ags sudah punya istri. Karena selama ini hampir tiap hari Ags datang kerumah dan
bersikap seperti pria bujang. Namun dirinya mulai curiga ketika mengetahui
anaknya hamil 3 bulan dan Bripka Ags ketika dikejar pertanggung jawabnya selalu
beralasan macam – macam.
Hingga akhirnya Karmin berusaha mencari informasi
tentang Ags, dan shok kejiwaanya setelah dia mendapatkan kabar dari temannya
yang juga anggota Polres Magetan bahwa Bripka Ags ternyata berstatus suaminya
Polwan yang bertugas satu wiayah hukum Magetan.
Dari kejadian itulah akhirnya Anggi
bersama orang tuanya mendatangi Polres Magetan untuk melaporkan kelakuan bejat Bripka
Ags ke Propam agar Ags dihukum seberat beratnya. 20/8/14. Namun setelah
ditunggu tunggu ternyata korban tidak menerima kabar tentang perkembangan hasil
laporanya, hingga akhirnya korban meminta bantuan pendampingan ke  kantor Ormas OI Bersatu yang berada di Jalan
Ahmad Yani, Desa Malang, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan untuk turut
mengawal kasus yang menimpanya.
Sementara itu, Bripka Ags ketika
dihubungi melalui pesan singkat membenarkan adanya laporan terhadap dirinya dan
sudah dipanggil Kasi.Propam namun belum disidang, “Iyaaa mass lha saya sendiri
masih nunggu hukuman dari kantor mas, beberapa hari yang lalu saya dipanggil
kasi propam” Bripka Ags mengakui.
Ditempat lain, kepada media Anam selaku Ormas
OI Bersatu menyatakan bahwa kasus ini sangat mencoreng nama baik institusi
Kepolisian Magetan yang mana petugas yang dipercaya ahli menegakkan hukum justru
kelakuanya bejat melanggar hokum, ia juga berjanji akan mengawal kasus ini
hingga pelaku dihukum seberat beratnya.
“Tidak hanya sanksi dari internal
kepolisian saja yang akan kami kawal, namun kasus ini akan kami laporkan
keranah pidana umum” tegas Anam. Tim
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan