banner 728x90

Front Anti Komunis Magetan Serukan Waspadai Doktrin Idiologi Komunis

Magetan-Mearindo.com, Dewan
Pimpnan Daerah Front Anti Komunis Republik Indonesia Kabupaten Magetan (FAK-RI)
kembali menyerukan Waspadai Bangkitnya Komunis, Seruan ini disampaikan oleh H. AGUS
PUJIANTO Ketua DPD FAK-RI Magetan setelah resmi dilantik pada 28
Februari 2017 bertempat di Pondok Pesantren At-Thohirin, Mojopurno Kecamatan
Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Jaws Timur.(01/03/2017)
Agus
kepada kepada
media menyampaikan, bahwa FAK-RI dibawah kepemimpinanya akan kembali
meneruskan
perjuangan pergerakan organisasi sebagai salah satu elemen bangsa yang
turut
menjaga keutuhan NKRI dri rongrongan faham komunis yang saat ini ada
didepan mata. FAK-RI Magetan akan rutinkan seminar dan diklat kepada
pelajar dan generasi remaja tentang sejarah kekejaman PKI dan mewaspadai
bangkitnya kembali komunis dengan bentuk dan gaya baru.
“PKI tidak mati
melainkan terus bereinkarnasi melaui gerakan-gerakan baru dan itu hampir tidak
disadari masyarakat pada umumnya, sebab komunis sudah memutar balik otak
sebagian besar rakyat Indonesia dengan berhasil menghilangkan sejarah kekejaman
PKI dalam benak kita” tegas Agus
Pelantikan yang digelar
disertai Sarasehan Anti PKI tersebut dihadiri pengurus pusat diantaranya
Kh.Zuhdi Tafsir dari Pon Pes Cokrokertopati, Gus Utom pengasuh Pon Pes
At-Thohirin beserta Gus Fuad adiknya dan mereka merupakan salah satu keturunan
korban kekejalam PKI 1948 dan ratusan anggota FAK baik dari Magetan dan juga
perwakilan DPD FAK Ngawi, Ponorogo dan Madiun.
Sementara itu Gus Fuad
yang merupakan adik kandung KH.Bustomi Jauhari (Gus Utom) yang merupakan cucu
korban dari kekejaman PKI tahun 1948 menceritakan pengalaman pribadinya yang
pernah diculik sekelompok orang dan dibawa kehutan semala tiga hari dan para
penculik menawarkan bantuan sejumlah uang ratusan juta untuk pembangunan
pondoknya dengan syarat dirinya beserta kelompok anti komunis bersedia
melakukan rekonsiliasi dengan PKI.
“Komunis kini sudah
memiliki kekuatan besar baik kekuasaan maupun perekonomian, dan mereka lebih
cenderung menjajah dengan iming-iming ekonomi seperti bantuan ke pondok-pondok
yang notabene kurang teguh pendirian dengan maksud agar orang komunis ini
dianggap teman dekat dan sudah ishlah antara komunis dengan pribumi Indonesia
yang menjadi korban kebiadaban para pendahulunya demi mendirikan komunis di
Indonesia.” Kata Gus Fuad
KH.Zuhdi Tafsir selaku
pimpinan pusat FAK-RI juga meningatkan bahwasanya saat ini komunis sedang menggalang
kekuatan besar melalui parmelemen pemerintahan, ekonomi maupun revolusi mental
kiri masyarakat melalui doktrin media sekuler. Sehingga tidak heran bila
tayangan media TV sekarang jauh dari tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Saya selalu mewanti-wanti
kepada siapapun bahwa komunis hari ini menggalang kekuatan melaui kekuasaan,
perekonomian dan pembodohan rakyat dengan media televisi yang tidak mendidik,
maka masyarakat harus waspada jangan sampai kehilangan jati diri sebagai warga
Indonesia yang berbudi luhur” harapnya
Pelantikan DPD FAK-RI
Kabupaten Magetan pereode 2017-2020 tersebut dipimpin langsung oleh KH.Zuhdi
dengan pembaiatan agar kader FAK-RI senantiasa memegang teguh hukum Agama,
menjunjung tinggi Pancasila dan Undang-undang Dasar tahun 1945 serta siap
mengorbankan jiwa dan raganya untuk melawan bangkitnya komunis di Indonesia
khususnya di Kabupaten Magetan. (Lih)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan

seven − 4 =