banner 728x90

“Satu Hari Tanpa Puasa, Apa Balasannya di Akhirat?“

Sifaul Anam, S. PdI Yayasan Pendidikan Islam Fuad Multazam Magetan Jawa Timur

“Satu Hari Tanpa Puasa, Apa Balasannya di Akhirat?”

Santri Kalong, YPI Fuad Multazam, Magetan – Puasa Ramadhan bukan sekadar tradisi tahunan. la adalah kewajiban agung yang termasuk dalam rukun Islam. Maka satu hari yang ditinggalkan tanpa alasan yang dibenarkan bukan perkara ringan – ia memiliki konsekuensi besar di dunia dan akhirat.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini tegas: puasa adalah kewajiban, bukan pilihan.

1. Jika Sengaja Tidak Berpuasa Tanpa Uzur

Para ulama menjelaskan bahwa orang yang sengaja meninggalkan satu hari puasa Ramadhan tanpa uzur syar’i (bukan karena sakit, safar, haid, dan sejenisnya) maka ia melakukan dosa besar.

Rasulullah bersabda:

“Barang siapa berbuka satu hari di bulan Ramadhan tanpa keringanan dan tanpa sakit, maka tidak akan dapat diganti walaupun ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Maknanya bukan berarti tidak wajib qadha, tetapi menunjukkan besarnya kerugian pahala yang tidak bisa ditebus dengan puasa sunnah setahun penuh.

2. Gambaran Ancaman di Akhirat

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah melihat dalam mimpi sekelompok orang digantung dengan urat kaki mereka, mulut mereka robek dan berdarah. Ketika beliau bertanya siapa mereka, dijawab:

“Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal waktu berbuka.”

Ini menunjukkan betapa beratnya dosa meremehkan puasa.

Karena puasa memiliki kedudukan khusus. Dalam hadits qudsi disebutkan:

“Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”

(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)

Puasa adalah ibadah yang sangat ikhlas dan tersembunyi. Maka meninggalkannya berarti meremehkan perintah langsung dari Allah.

3. Apakah Langsung Masuk Neraka?

Tidak otomatis. Islam tidak mudah mengkafirkan atau menghukumi seseorang masuk neraka secara pasti.

Namun:

  • la tercatat melakukan dosa besar
  • la terancam mendapat azab jika tidak bertaubat
  • la harus mengqadha puasanya
  • Sebagian ulama mewajibkan kafarah dalam kondisi tertentu
  • Dan di hari kiamat, hari yang ia tinggalkan akan dipertanyakan.

Allah berfirman:

“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.”

(QS. Al-Hijr: 92-93)

Satu hari itu akan berdiri sebagai saksi.

4. Siapa yang Tidak Berdosa?

Tidak semua yang tidak berpuasa berdosa. Yang mendapat keringanan:

  • Orang sakit
  • Musafir
  • Wanita haid dan nifas
  • Orang tua renta
  • Ibu hamil atau menyusui (dengan rincian fiqih)

Islam adalah agama rahmat. Tetapi bagi yang sehat, mampu, dan sengaja meninggalkan tidak memiliki alasan. ia

5. Masih Ada Harapan Selama seseorang:

  • Menyesal dengan sungguh-sungguh,
  • Segera bertaubat.
  • Mengqadha puasanya
  • Bertekad tidak mengulangi
  • Maka pintu ampunan Allah tetap terbuka.

Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Renungan

Bayangkan di padang mahsyar…

Allah bertanya:
“Mengapa engkau tinggalkan satu hari yang Aku wajibkan?”

Apa jawaban kita?
Karena bisa jadi, satu hari yang dianggap ringan di dunia, menjadi sangat berat di akhirat.

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan