Gus Imam : “Waspadai State Corporate Crime, Modus Kolonialisme Modern”
MAGETAN – Mearindo – Puluhan intelektual muslim, mahasiswa, santri, dan pengamat politik berkumpul di salah satu masjid di Kota Magetan hari Sabtu Malam (16/11/2024) untuk menghadiri Pengajian yang digelar oleh kumpulan anak anak muda yang tergabung dalam Komunitas Kajian Strategis untuk Demokrasi (KASAD) Magetan. Acara yang bertajuk “Waspadai State Corporate Crime, Modus Kolonialisme Modern” ini menghadirkan Gus Imam sebagai narasumber.
Kajian ini digelar dengan tujuan membangkitkan kesadaran umat terhadap ancaman baru yang datang dalam wujud korporasi global, yang secara sistematis menggerus kedaulatan bangsa melalui kontrol terhadap kebijakan strategis.
Gus Imam: Kolonialisme Modern, Bahaya yang Tak Tampak
Dalam paparannya, Gus Imam mengulas perjalanan sejarah dari jatuhnya Konstantinopel hingga pelayaran bangsa Eropa ke Dunia Baru. Beliau menegaskan bahwa sejarah kolonialisme telah berevolusi.
“Dulu mereka datang dengan senjata, kini mereka datang dengan modal. Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti PIK dan BSD, yang seharusnya membawa kemaslahatan, malah dikuasai oleh segelintir oligarki. Ini adalah kolonialisme gaya baru, di mana negara menjadi pelayan korporasi,” tegas Gus Imam.
Lebih lanjut, Gus Imam menjelaskan bahwa umat Islam memiliki tanggung jawab besar untuk mewaspadai ancaman ini. “Kita harus cerdas dalam membaca situasi. Kolonialisme modern ini mengancam kemandirian ekonomi, politik, bahkan budaya kita. Islam mengajarkan kita untuk berjuang melawan segala bentuk ketidakadilan, termasuk hegemoni korporasi,” ujarnya.
Menggali Spirit Kebangkitan Umat
Dalam sesi diskusi, salah satu peserta, Arif Maulana, seorang mahasiswa, mempertanyakan bagaimana langkah konkret umat Islam dalam menghadapi kolonialisme modern. Gus Imam menegaskan pentingnya kembali kepada prinsip-prinsip Islam.
“Kunci kebangkitan umat ada pada keilmuan dan persatuan. Sejarah telah membuktikan, selama umat Islam berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, kita mampu menghadapi segala bentuk tantangan. Oleh karena itu, mari kita bangun kesadaran kolektif dan perkuat solidaritas antarumat,” jawab Gus Imam.
Harapan dari Jamaah
Acara ditutup dengan doa bersama, dipimpin langsung oleh Gus Imam. Doa dipanjatkan agar umat Islam diberikan kekuatan untuk melawan segala bentuk penjajahan, baik fisik maupun mental.
Syaifuddin, salah satu jamaah yang hadir, mengungkapkan harapannya, “Kajian ini sangat membuka mata kami tentang ancaman baru yang dihadapi bangsa. Semoga umat Islam semakin solid dan mampu melawan segala bentuk penindasan, sehingga kedaulatan negara benar-benar terjaga,” tuturnya.
Kajian ini diharapkan dapat menjadi pemantik kesadaran umat Islam, khususnya di Magetan, untuk lebih kritis dalam menyikapi isu-isu strategis nasional dan global. (red)


No Responses