banner 728x90

KUTUK AGRESI ISRAEL KE PALESTINA GUIB SERUKAN GALANG BANTUAN DAN QUNUT NAZILAH

KUTUK AGRESI ISRAEL KE PALESTINA
GUIB SERUKAN GALANG BANTUAN DAN QUNUT NAZILAH

MAGETAN – Gerakan Ummat Islam Bersatu (GUIB) Magetan mengutuk tindakan agresi Israel terhadap terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa. Menyusul kondisi Palestina yang makin memprihatinkan. Lebih dari satu juta orang telah meninggalkan rumah mereka di Jalur Gaza yang terkepung dalam seminggu terakhir karena boykot Israel, yang menyebabkan persediaan makanan, air, energi, listrik, dan bahan bakar makin menipis. Kementerian Kesehatan Gaza bahkan telah menyatakan 2.670 warga Palestina telah tewas dan 9.600 orang terluka sejak pertempuran meletus dalam pekan ini. ”Israel memang benar-benar biadab, GUIB mengutuk setiap serangan yang dilancarkan ke palestina. We Stand With Palestina”, Ujar Ketua GUIB Magetan, Gus Imam, usai mengisi ceramah di Jiwan Madiun (16/10/2023).

Gus Imam menyeru umat muslim Magetan turut memberikan bantuan dan dukungan untuk Kemerdekaan Palestina. Salah satunya dengan melaksanakan Shalat Ghaib untuk para syuhada, menyampaikan materi Ceramah dan Khutbah seputar Palestina di Masjid dan Musholla, menggalang Dana Bantuan Kemanusiaan, serta membaca Doa Qunut Nazilah pada Ibadah Shalat Wajib. “Iya, sebab doa adalah senjata orang mukmin. Dan untuk saat ini, hal itu adalah pilihan rasional yang bisa dilakukan untuk membantu kaum muslimin di palestina,” ungkap Gus Imam, yang juga Pimpinan Ponpes Salafiyah Raden Patah ini.

Dalam sejarahnya Qunut Nazilah adalah doa yang panjatkan Nabi Muhammad kepada Allah pasca tragedi Ar-Raji dan Bir Ma’unah, yakni insiden pembantaian para ahli Qur’an yang diutus untuk berdakwah kepada suku Adhal dan Al-Qarash serta penduduk Najd akibat pengkhianatan. Dalam suasana sedih tersebut Nabi Muhammad berdoa supaya Allah menimpakan balasan kepada para pelaku pembantaian. Qunut Nazilah juga bisa dibaca untuk menangkal musibah atau malapetaka yang menimpa umat muslim.

Aktivis sekaligus Pemerhati Dunia Islam ini juga menyerukan kepada para pemimpin dunia, negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan pemerintah Indonesia untuk bersatu mengambil segala tindakan terukur untuk menghentikan aksi brutal zionis Israel terhadap muslim Palestina. “Genosida dan Agresi yang tidak berperikemanusiaan ini harus segera dihentikan dan komunitas global harus satu suara mengambil tindakan untuk menghukum Israel,” sambungnya.

Gus Imam melanjutkan, GUIB juga mendesak Pemerintah Indonesia segera mengupayakan segala cara yang konstitusional untuk menghentikan kekerasan di Palestina melalui strategi diplomasi yang bermartabat dan memihak terhadap kemerdekaan Palestina. Karena menurutnya, hal itu selaras dengan semangat proklamasi bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan ialah segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan. Indonesia juga harus mendorong persatuan di Palestina. Akan sulit perjuangan dilakukan tanpa persatuan internal Palestina, jelasnya.

Lebih dalam Gus Imam memaparkan bahwa dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina tidak pernah akan surut. Bagi Indonesia, Palestina adalah satu-satunya negara yang masih mengalami penjajahan di dunia modern saat ini. ”Sejalan dengan amanat konstitusi, Indonesia akan terus berdiri bersama bangsa Palestina hingga Palestina merdeka di tanah airnya. Dahulu di tahun 1962 Bung Soekarno tegas menyatakan bahwa SELAMA KEMERDEKAAN BANGSA PALESTINA BELUM DISERAHKAN KEPADA ORANG-ORANG PALESTINA MAKA SEPANJANG ITULAH BANGSA INDONESIA BERDIRI MENENTANG PENJAJAH ISRAEL. Maka dengan ini GUIB menghimbau seluruh elit bangsa dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk tak lupa pesan emas ini. Urusan Palestina dan Israel adalah bagian dari sejarah perlawanan Indonesia bagi penjajahan atas dunia dan ini adalah sikap politik bebas aktif Indonesia di dunia internasional, maka jangan pernah kita membiarkan praktik imperialisme dalam bentuk apapun tumbuh berkembang di palestina,” pungkasnya. *(red)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan