Inilah 4 Kalimat Dibaca 3 Kali, Dahsyat Pahalanya

Syifaul Anam, S. PdI, Santri Kalong Ketua Yayasan Pendidikan Islam Fuad Multazam
Assalam ‘alaikum wa rakhmatullahi wa baroktuh,
Saudara muslim, ada Kalimat dzikir ini memiliki bobot pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT, bahkan melampaui dzikir yang dibaca dalam waktu yang sangat lama, karena mengandung pujian yang menyeluruh dan pengagungan yang mutlak kepada Allah.
Berikut ini adalah asbabun nuzul/wurud (latar belakang munculnya) dari bacaan dzikir “Subhanallahi wa bihamdihi, ‘adada khalqihi…” bersumber dari sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummul Mukminin Juwairiyah binti Al-Harits radhiyallahu ‘anha.
Kisah di Balik Hadits (Asbab al-Wurud)
- Rasulullah ﷺ Keluar Pagi:
Nabi Muhammad ﷺ keluar dari rumah Juwairiyah pada waktu pagi hari setelah salat Subuh, sementara Juwairiyah sedang duduk di tempat salatnya untuk berdzikir. - Rasulullah ﷺ Kembali pada Waktu Dhuha:
Setelah menunaikan salat Subuh di masjid dan kembali pada waktu Dhuha, Nabi ﷺ mendapati Juwairiyah masih duduk di tempat yang sama. - Pertanyaan Nabi ﷺ:
Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya, “Apakah engkau senantiasa berada dalam keadaan seperti itu sejak aku tinggalkan tadi?” Juwairiyah menjawab, “Ya.” - Sabda Nabi ﷺ tentang Keutamaan:
Maka Nabi ﷺ bersabda:”Sungguh, setelah meninggalkanmu, aku telah mengucapkan empat kalimat sebanyak tiga kali. Seandainya kalimat tersebut dibandingkan dengan apa yang engkau baca sepanjang hari ini, niscaya kalimat tersebut akan lebih berat.”
Lafadz Dzikir Tersebut
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ ، عَدَدَ خَلْقِهِ ، وَرِضَا نَفْسِهِ ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ ، وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
“Subhanallahi wa bi-hamdih, ‘adada kholqih, wa ridhoo nafsih, wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimatih”
Artinya :
(Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya, sebanyak jumlah makhluk-Nya, sejauh keridhaan-Nya, seberat ‘Arasy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-Nya)
dibaca sebanyak 3 kali.
Faedah dan Pelajaran
Keutamaan Kualitas Dzikir: Kalimat dzikir ini memiliki bobot pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT, bahkan melampaui dzikir yang dibaca dalam waktu yang sangat lama, karena mengandung pujian yang menyeluruh dan pengagungan yang mutlak kepada Allah.
Lantas Siapakah Juwairiyah binti Al-Harits radhiyallahu ‘anha?
Beliau adalah salah satu istri Nabi Muhammad SAW (Ummul Mukminin) yang berasal dari kalangan Bani Musthaliq.
Berikut adalah beberapa fakta penting mengenai beliau:
- Nama Asli: Barrah, kemudian diganti oleh Nabi Muhammad SAW menjadi Juwairiyah.
- Asal-usul: Putri dari Al-Harits bin Abi Dhirar, seorang pemimpin suku Bani Musthaliq dari kabilah Khuza’ah.
- Latar Belakang Pernikahan: Beliau awalnya adalah salah satu tawanan perang dalam Perang Bani Musthaliq (Perang Al-Muraisi’) setelah suami pertamanya, Musafi bin Safwan, tewas. Ia kemudian datang kepada Rasulullah SAW untuk membantu melunasi uang tebusan (mukatab)-nya. Rasulullah SAW menawarkan untuk melunasi tebusan tersebut sekaligus menikahinya.
- Wanita Paling Besar Berkahnya: Pernikahan Rasulullah SAW dengan Juwairiyah menyebabkan para sahabat membebaskan ratusan keluarga tawanan dari Bani Musthaliq karena mereka kini menjadi kerabat Rasulullah SAW. Peristiwa ini membuat seluruh suku Bani Musthaliq masuk Islam.
- Sifat dan Ibadah: Beliau dikenal sebagai wanita yang sangat cantik, tekun beribadah, rajin berpuasa, dan sering menghabiskan waktu setelah salat Subuh hingga Dhuha untuk berzikir..
- Wafat: Beliau wafat sekitar tahun 56 Hijriah (ada yang berpendapat 50 H) pada masa kekhalifahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan dimakamkan di pemakaman Baqi’, Madinah.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kita. Aamiin


No Responses