banner 728x90

1 Tahun Bunda Nanik-Kang Suyat: 6 Capaian Nyata Pemkab Magetan untuk Warga

Magetan, Mearindo.com – Setahun sudah Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd dan Suyatni Priasmoro, S.H, M.H memimpin Magetan. Sejak dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati, duet yang akrab disapa Bunda Nanik Sumantri dan Kang Suyat ini langsung tancap gas membenahi Magetan dari desa.

Fokusnya jelas dan menyentuh kebutuhan warga sehari-hari: perbaiki jalan, jaga air untuk sawah, bersihkan lingkungan, dan kuatkan gotong royong. Hasilnya mulai terlihat dan bahkan diakui tingkat nasional.

Berikut 6 capaian utama Pemkab Magetan di tahun pertama kepemimpinan Nanik-Suyat:

1. Jalan Desa Mulus, Distribusi Hasil Tani Lancar.
Infrastruktur jalan jadi prioritas utama. Dinas PUPR Magetan menyelesaikan peningkatan Jalan Bendo-Maospati sepanjang 3,668 km dan pelebaran Jalan Maospati-batas Kota Magetan sepanjang 1,556 km.

Dampaknya langsung dirasakan petani. Truk pengangkut buah, beras, dan hasil bumi lain tak lagi terjebak lumpur saat hujan. Ongkos logistik turun, harga jual petani lebih stabil.

2. Banjir Dikendalikan, Petani Bisa Panen 3 Kali Setahun.
Untuk mengatasi banjir tahunan, Pemkab membangun Embung Sidowayah di Panekan, menangani banjir Kali Sundu di Sukowinangun, dan meninggikan tanggul di Desa Ngelang, Kartoharjo.

Di sisi pertanian, rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Nitikan, DI Dokare, dan DI Ngrampu kini mengairi 425 hektar sawah di Desa Driyorejo, Nguntoronadi, dan Sukowinangun.

Ditambah pembangunan 4 sumur air tanah dalam di Karas, Kawedanan, Sukomoro, dan Tapen, Indeks Pertanaman petani melonjak dari 100% menjadi 300%. Sawah yang dulu hanya panen sekali, kini bisa tiga kali setahun.

3. 206 Titik Lampu Jalan Baru, Magetan Makin Terang.
Dinas Perhubungan memasang 206 titik Penerangan Jalan Umum di Kecamatan Magetan, Panekan, Takeran, Parang, Poncol, dan Nguntoronadi pada Desember 2025.

Bersamaan dengan itu, traffic light baru dipasang di Takeran, dan lampu pedestrian estetis berdiri di depan Unesa Kampus Magetan sejak April 2026. Tujuannya satu: aktivitas warga malam hari lebih aman dan nyaman.

4. Magetan Raih Sertifikat Kabupaten Bersih Tingkat Nasional.
Prestasi membanggakan datang dari sektor lingkungan. Pada 25 Februari 2026, Magetan resmi menerima Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, hanya 35 daerah yang lolos, dan Magetan termasuk di dalamnya. Sebagai bonus, Magetan mendapat 3 unit kendaraan roda tiga pengangkut sampah.

Keberhasilan ini tak lepas dari transformasi pengelolaan sampah berbasis desa. Edukasi pengurangan sampah rumah tangga dan pengolahan mandiri mulai berjalan di berbagai wilayah.

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Magetan 2025 juga naik signifikan ke 73,79, naik 6,5 poin dari 67,29 di tahun 2024, berkat program Desa/Kelurahan Berseri dan Gerakan Indonesia ASRI.

5. 478 Rumah Tidak Layak Huni Direhab.
Pemkab melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman merehab 368 unit rumah di 2025, terdiri dari 303 unit RTLH dan 65 rumah korban bencana.

Hingga Mei 2026, sudah 110 unit lagi rampung, terdiri dari 84 unit RTLH dan 26 rumah korban bencana. Program ini menyasar warga berpenghasilan rendah agar memiliki hunian layak.

6. Program “Guyub Rukun” Hidupkan Gotong Royong di RT.
Selain pembangunan fisik, program Guyub Rukun berbasis RT terus berjalan. Setiap RT mendapat bantuan Rp3-5 juta untuk kegiatan lingkungan, fasilitas masyarakat, dan kebutuhan sosial lainnya.

Program ini bertujuan memperkuat semangat gotong royong dan kemandirian warga dalam membangun lingkungan masing-masing.

“Komitmen kami di tahun kedua tetap sama: melanjutkan program strategis demi Magetan yang semakin maju, asri, berkepribadian, dan sejahtera,” tegas Bunda Nanik.

Satu tahun memang belum cukup untuk mengubah segalanya. Tapi arah pembangunan Magetan sudah jelas: infrastruktur jalan, air untuk sawah, lingkungan bersih, dan warga yang aktif membangun desa bersama-sama. (G.Tik)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan