Pemantapan Kewaspadaan Nasional, Bakesbangpol Magetan Gelar Sosialisasi Penanganan Konflik Sosial Untuk Pencegahan Radikalisme Dan Intoleransi
Magetan, Mearindo.com – Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kabupaten Magetan termasuk dalam kategori zona merah radikalisme dan disebut sebagai salah satu episentrum penyebaran paham radikal di Jawa Timur bahkan lingkup wilayah Indonesia.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Bakesbangpol) menggelar sosialisasi penanganan konflik sosial untuk pencegahan radikalisme dan intoleransi, di Balai Pertemuan Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Magetan, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat Kelurahan Mangkujayan, tokoh agama, tokoh pemuda, ketua RT dan RW, Perangkat Kelurahan, PKK, serta Karang Taruna dengan menghadirkan tiga narasumber dari Kejari Magetan, Kemenag dan tokoh agama.
Dalam sambutannya, Bupati Magetan Nanik Sumantri menyampaikan bahwa ancaman terhadap persatuan dan keamanan nyata adanya. Ini tentu bukan sesuatu yang bisa kita anggap remeh.
“Data dari BNPT menjadi cermin sekaligus peringatan keras bagi kita semua untuk segera mengambil langkah-langkah strategis, preventif, dan kolaboratif dalam menangkal berbagai bentuk penyebaran paham intoleran, radikal, dan ekstrem,” kata Bupati.
Bupati Nanik Sumantri menyebut, radikalisme dan intoleransi seringkali tumbuh karena ketidaktahuan, kesenjangan informasi, dan kurangnya ruang dialog yang sehat.
“Di sinilah pentingnya kolaborasi dari seluruh pihak untuk terus memperkuat literasi kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama,” jelasnya.
Kegiatan ini, lanjut Bupati, merupakan implementasi nyata dari visi misi Pemerintah Kabupaten Magetan Tahun 2025-2030, yaitu “Magetan Nyaman, Maju, dan Berkelanjutan”. khususnya dalam mewujudkan misi membangun kehidupan masyarakat yang guyub dan rukun, aman dan tenteram berlandaskan nilai agama dan budaya, serta menjaga harmoni sosial.
Di akhir sambutannya, Bupati Nanik Sumantri mengajak masyarakat untuk menjadi contoh teladan dalam menangani radikalisme dan intoleransi.
“Dengan semangat gotong royong, saya yakin kita bisa mewujudkan Magetan yang aman, damai, dan berkeadilan untuk semua,” kata Bupati mengakhiri.
Ditempat yang sama, Plt. Kepala Bakesbangpol Magetan, Suwito menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada tokoh masyarakat mengenai situasi kerawanan radikalisme di Magetan, meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini dan cegah dini konflik sosial, memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan unsur masyarakat lainnya dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat bagi para peserta dan menjadi langkah nyata dalam membangun, menjaga masyarakat dari paham yang memecah belah bangsa dan tidak sesuai dengan ideologi pancasila,” harapnya. (G.Tik)


No Responses