banner 728x90

Bupati Magetan Ikuti Peluncuran Kelembagaan 80.000 KMP Secara Virtual Serta Kukuhkan Pengurus KMP di 235 Desa/Kelurahan

Bupati Magetan Ikuti Peluncuran Kelembagaan 80.000 KMP Secara Virtual Serta Kukuhkan Pengurus KMP di 235 Desa/Kelurahan

Magetan, Mearindo.com – Pemerintah Kabupaten Magetan ikuti Peluncuran Kelembagaan 80.000 Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih secara Virtual yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Jendral (Purn) Prabowo Subiyanto.

Acara yang di gelar di Pendopo Surya Graha, Senin (21/7/2025) ini sekaligus Pengukuhan pengurus di 235 Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih Kabupaten Magetan dan juga dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.

Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti dalam sambutanya menyampaikan bahwa Koperasi sangat relevan dan strategis dalam mewujudkan Asta Cita Presiden RI. Inisiasi tersebut sangat relevan dengan pembangunan dari Desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan dari tingkat bawah.

“Di Desa ada kebutuhan mendesak, dan Desa menyimpan potensi yang luar biasa dari pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan sampai dengan wisata. Maka dari itu Presiden menginstruksikan untuk membentuk Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih,” ungkap Bupati.

Dengan Koperasi Merah Putih, lanjut Bupati, barang subsidi untuk Desa bisa tersalurkan tepat waktu dan tepat guna serta manfaatnya bisa dinikmati masyarakat luas. Semua dari Rakyat dan untuk Rakyat, nanti Koperasi Merah Putih kegiatannya bukan hanya untuk Simpan Pinjam, tapi bisa untuk grei yang lebih penting.

Dengan berdirinya Koperasi Merah Putih, Bupati berharap bisa membangun kolaborasi atau bermitra dengan kelompok Tani, BUMDes, Swasta dan sebagainya dengan tujuan mensejahterakan rakyat, menjadi pusat ekonomi di Desa dan bisa mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Magetan.

“Jadikan Koperasi sebagai gerakan ekonomi Rakyat sehingga Magetan nyaman, maju dan berkelanjutan. Ayo Berkoperasi, Koperasi Bangkit,” kata Bupati mengakhiri sambutanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan/Ketua Satgas Nasional Koperasi Merah Putih, Zulkifli Hasan dalam sambutanya secara virtual menyampaikan bahwa hari ini Indonesia mencatat sejarah baru. Momentum Harkopnas ke-78 tahun ini menjadi saksi bahwa bangsa Indonesia tidak hanya merayakan koperasi sebagai soko guru perekonomian, tetapi juga menjalankan ikhtiar nyata membangun kedaulatan ekonomi rakyat melalui koperasi Merah Putih.

“Saat ini telah terbentuk sebanyak 80.081 koperasi Merah Putih di desa/kelurahan seluruh Indonesia, dan 108 koperasi lainnya siap beroperasi dalam waktu dekat. Ini adalah capaian yang membanggakan sebagai hasil kerja keras kita bersama,” terang Zulhas sapaan akrab Menko Pangan.

Zulhas menjelaskan, Koperasi Merah Putih dibentuk dan dimiliki warga desa/kelurahan sebagai wadah bersama untuk produksi, distribusi, dan konsumsi, sehingga keuntungan dapat kembali ke masyarakat setempat. Dengan koperasi, rakyat menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek pembangunan.

“Koperasi Merah Putih mengedepankan prinsip gotong royong dan kebersamaan, mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan, keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka, serta kepemilikan bersama dengan sistem satu anggota satu suara. Prinsip ini akan menjaga marwah koperasi sebagai pilar keadilan ekonomi rakyat,” jelasnya.

Mengakhiri sambutanya, Zulhas mengatakan bahwa Koperasi Merah Putih terbentuk berkat kerja sama dan sinergi seluruh elemen bangsa. Jajaran Kementerian, TNI-Polri, Danantara, Bank-Bank BUMN, serta pimpinan daerah di seluruh Indonesia.

“Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi dan komitmen semua pihak,” tutup Zulhas.

Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto dalam pidatonya menyampaikan bahwa hari ini menjadi sejarah baru bagi bangsa Indonesia, karena sedang menjalankan ikhtiar besar untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi rakyat melalui koperasi.

“Negara ingin membangun kekuatan ekonomi dari desa, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Melalui koperasi, petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM akan semakin kuat, tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi bersatu dalam wadah koperasi,” kata Presiden.

Harga pangan dan hasil panen rakyat harus lebih baik sehingga petani tidak merugi. Negara akan mengawal ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani dengan baik, dan saya tegaskan tidak boleh ada permainan mafia pupuk di daerah-daerah yang merugikan rakyat dan negara, lanjut Presiden.

“Saya tegaskan, koperasi bukan milik segelintir orang, bukan alat untuk mencari keuntungan pribadi, tetapi milik rakyat untuk kesejahteraan bersama,” tegas Presiden.

Diakhir pidatonya, Presiden Prabowo menargetkan “Satu Desa Satu Koperasi”. Dengan jumlah 83.000 desa dan kelurahan di Indonesia, Presiden menegaskan target ini harus segera tercapai untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. (G.Tik)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan