banner 728x90

PUPR Magetan Koneksikan Pembangunan Insfrastruktur Dengan Pengurangan Resiko Bencana

Jawatimur – Magetan – Mearindo – Kondisi geografis, dan geologi Kabupaten Magetan yang terdiri dari Kawasan pegunungan dan dataran rendah menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi baik musim kemarau maupun dimusim penghujan seperti saat ini.

Diantara potensi bencana dengan intensitas tinggi di Kabupaten Magetan dimusim penghujan adalah potensi terjadinya tanah longsor sebagaimana yang sering terjadi di beberapa kecamatan diantaranya : Poncol, Parang, Plaosan, Panekan, Sidorejo, dan Ngariboyo.

Sedangkan potensi banjir luapan bisa terjadi diseluruh wilayah Kabupaten Magetan yang kemungkinan dapat disebab oleh sistem saluran air yang sudah tidak memadai dengan jumlah debet air yang mengalir serta adanya pendangkalan saluran air akibat material sampah maupun material tanah yang terbawa akibat arus air. Selain itu, fenomena angin puting beliung akibat LA-LINA juga sangat berpotensi terhadap bencana pohon tumbang dan bangunan roboh, maupun kebakaran akibat arus listrik.

Sementara itu untuk potensi bencana di musim kemarau, Magetan kerap dilanda krisis air bersih untuk dibeberapa titik wilayah dataran tinggi seperti yang terjadi di kecamatan Parang, Plaosan, Panekan dan Karas.

Dasar pemikiran diatas tak luput menjadi bagian dasar analisis pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan dalam merencanakan pembangunan infrastruktur. Sehingga azas manfaat dari berbagai pembangunan tetap menjadikan pengurangan resiko bencana sebagai salah satu azas manfaat bagi masyarakat Magetan.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemkab tentunya disiapkan untuk mengakomodasi kondisi potensi kebencanaan di Magetan sehingga sangat diharapkan menghasilkan infrastruktur yang tangguh dan bisa mengurangi risiko bencana. kata Muchtar Wakid, S.S. MT, Kepala Dinas PUPR Magetan kepada media Mearindo, Selasa (28/12/2021)

Lebih lanjutnya Muchtar Wakid menyebut, “ketika kali gandong itu longsor, saluran pembuang dari Ringinagung ke kali gandong ditutup, kalau tidak di tutup, longsornya akan bertambah dan rumah akan habis, begitu ditutup akibatnya Jalan Imam Bonjol banjir, sekarang alhamdulillah DAS Solo sudah menyelesaikan talud nya, dan saluran yang ditutup sekarang sudah dibuka dan di buang ke kali gandong,” Tuturnya.

Muchtar menekankan bahwasanya PUPR Magetan berkomitmen terhadap program program pembangunan insfrastruktur didasari oleh kajian terhadap dampak baik manfaat maupun evek resikonya bagi sekitarnya. Sehingga analisis pengurangan resiko bencana menjadi prioritas dimana insfrastruktur yang diprogramkan memberikan dampak meminimalisir atau bahlan harapanya dapat menanggulangi potensi resiko bencana baik dimusim penghujan seperti sekarang ini, maupun musim kemarau. (G. Tik)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan