banner 728x90

GUIB MAGETAN TURUT SERUKAN BOIKOT PRODUK PRANCIS

Magetan – Buntut pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, terkait insiden kartun Nabi Muhammad terus meluas. Setelah sebelumnya bersitegang dengan sejumlah petinggi negara-negara Islam, serta melakukan tuduhan dan ancaman kepada warga muslim yang tinggal di Prancis. Masyarakat muslim dunia utamanya yang berasal Timur Tengah memilih untuk memboikot produk yang dari negara tersebut.

“Macron terkesan tidak menghiraukan dan menggubris sedikit pun peringatan umat Islam sedunia. Bahkan nampak angkuh dan sombong mendukung kebebasan berekspresi yang tidak pada tempatnya. Sungguh, egois sekali. Untuk itu GUIB menyerukan kepada seluruh ummat Islam di Magetan khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya untuk memboikot semua produk Prancis,” ujar Imam Abu Umar Al Azmatkhan, Ketua Gerakan Ummat Islam Bersatu (GUIB) Magetan, Jum’at (30/10/2020) usai menjalankan shalat Maghrib di lingkungan Kauman Magetan.

Gus Imam menuturkan bahwa sikap Presiden Prancis telah melukai hati ummat Islam se-dunia. Padahal penghinaan terhadap Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam bukanlah kebebasan berekspresi menurut Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Dalam posisi ini jelas Macron selaku Presiden Prancis hanya memperhatikan kepentingannya saja dan tidak peduli kepada kepentingan dan keyakinan masyarakat dunia lainnya, terutama umat Islam yang jumlahnya lebih dari 1,9 miliar di muka bumi ini,” tuturnya.

Sejalan dengan Fatwa MUI Nomor: Kep-1823/DP-MUI/X/2020, guna menzahirkan ketegasan sikap, GUIB juga mendesak pemerintah Indonesia melakukan tekanan dan peringatan keras kepada pemerintah Prancis. GUIB meminta pemerintah Indonesia untuk menarik sementara waktu Duta Besar Indonesia di Paris. Serta ikut menyerukan boikot nasional hingga Presiden Prancis mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam se-Dunia.

Ummat Islam tidak sedang mencari musuh, kita hanya ingin hidup berdampingan secara damai dan harmonis. Namun jika Presiden Prancis tidak menginginkannya dan tidak mau mengembangkan sikap toleransi serta saling hormat menghormati. Maka umat Islam terutama umat Islam Indonesia juga punya harga diri serta martabat.

“Untuk itu GUIB menyeru kepada Presiden Prancis untuk menghentikan segala tindakan penghinaan dan pelecehan terhadap Nabi Muhammad. GUIB meminta agar semua pembuatan karikatur Nabi Muhammad dan ungkapan kebencian kepada Islam, dihentikan,” tegas Gus Imam.

GUIB juga menghimbau agar semua khatib, dai, mubaligh, dan asatidz agar menyampaikan pesan materi khutbah Jumat untuk mengecam dan menolak segala bentuk penghinaan dan ungkapan kebencian kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam.

“GUIB bukan hanya menyerukan boikot, bahkan laskar mujahid di bawah komando GUIB siap untuk melakukan sweeping produk Prancis dan berangkat jihad melawan Macron untuk membela Rasulullah,,” tutup Gus Imam.. (Altec)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan