banner 728x90

Raskin Molor Akibat Pendataan RTS Tidak Profesional

 Kabag Administrasi Perkonomian Kepala, Sub divre Bulog Ponorogo, Ir. H. Rudi Prasetyo mengadakan sosialisasi Petunjuk Teknis Pelaksanaan Rastra mengundang seluruh Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Magetan
Mearindo-Magetan-Jatim. Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu program prioritas pembangunan daerah kabupaten Magetandalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2013 – 2018, ini upaya pengentasan kemiskinan melalui bantuan pangan dengan Program Subsidi Restra. Program ini juga mendukung misi pertama Pembangunan Jangka menengah provinsi tahun 2014 – 2019 dan agenda prioritas Nawacita.
Namun sudah hampir empat bulan molornya pendistribusian beras miskin atau raskin dari bulog sangat dikeluhkan masyarakat kurang mampu sebagaimana yang dirasakan masyarakat Magetan. Pasalnya jatah raskin yang biasa diterima maskin molor.
Kam (55) warga Kelurahan Kepolorejo, Rt/Rw 01/11, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini mengaku sangat kesusahan akibat jatah raskin yang sangat diharap untuk memenuhi hidup sekeluarga tidak kunjung diterima juga hingga berbulan-bulan, sedangkan ia tidak memiliki penghasilan tetap kalau tidak di suruh orang mencuci, membersihkan pekarangan tetangganya dia tidak bisa mendapatkan hasil sama sekali.
“Sudah lebih empat bulan keluarga saya sangat mengharap bantuan raskin tapi tidak ada pembagian, jadi kami makan seadanya kepada Mearindo.com,”keluh Kam, Selasa (11/4/2017)
Sementara itu Kepala Bidang Administrasi Perekonomian Kabupaten Magetan Condro kepada Mearindo.com mengatakan, mundurnya penyaluran Raskin yang sekarang ini berubah nama menjadi Beras Rakyat Sejahtera (RASTRA) dikarenakan menunggu Surat Perintah Alokasi (SPA), sedangkan kemunduran SPA sendiri dikatakan karena adanya perubahan baik nama dan alamat Rumah Tangga Sasaran (RTS) ditahun 2017.
“Untuk molornya penyaluran Rastra 2017 ini terjadi hampir menyeluruh se-Indonesia, hal ini dikarenakan menunggu data valid RTS 2017 yang mengalami perbedaan ditahun 2016, dan juga penyesuaian terhadap progran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diluncurkan februari 2017 lalu,”jelas Condro.
Dia mengatakan pihaknya akan segera melakukan droping pendistribusian rastra untuk wilayah Kabupaten Magetan  secepatnya  karena ini masih verifikasi  data penerima oleh Kades/ Muskel, setelah klir langsung diadakan droping. Artinya semakin cepat verrifikasi semangkin cepat dropring dan untuk beras sudah siap.
Lanjutnya, untuk RTS di Kabupaten Magetan mengalami perubahan jumlah, dari 42.263 penerima ditahun 2016 menjadi 46.016 penerima ditahun 2017, sehingga bertambah 3.753 penerima.
Sedangkan jumlah beras yang didistribusikan berubah dari 633.945 Kilo Gram pada tahun 2016 menjadi 690.240 Kilo Gram untuk mulai tahun 2017 per distribusi. 
Condro juga menambahkan, karena kami bekerja sama dengan Bulog, untuk setok di Gudang Bulog Gulun Maospati dipastikan memenuhi target persediaan, hal ini juga hasil Serapan Gabah dari petani Magetan dapat menunjang kebutuhan bulog.
Sedang untuk kualitas gabah dan beras yang diserap dari petani didasarkan pada aturan Intruksi Presiden (Inpres) nomor 5 Tahun 2015.
“Inpres Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras Dan Penyaluran Beras Oleh Pemerintah menyebutkan kebijakan pembelian gabah dalam negeri dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah membagi sesuai kadar kandungan gabah/beras,”pungkas Condro. 
Sementara itu, Ormas Orang Indonesia Bersatu melalui Sifaul Anam, S.PdI mensikapi molornya pendistribusian Raskin yang beralih nama Rastra seolah-olah saling lempar tanggung jawab, antara bulog yang mengatakan menunggu Surat Perintah Alokasi (SPA) dengan menunggu data verifikasi data RTS (Rumah Tangga Sasaran). Sedangkan hasil data RTS pun saling lempar antara bagian perekonomian Pemkab Magetan dengan Kemensos.
“Pejabat itu semuanya tidak kemarin sore menjalankan tugasnya, jadi kalau soal data miskin saja molor ini jelas kurang profesionalnya pihak-pihak yang berwenang dan bertanggung jawab.” Tegas Anam (Lak)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan