banner 728x90

Akibat Dikorupsi Ratusan Juta, Bangunan Kawasan Industri Rokok Bendo (KIR) Mangkrak

Banguan yang menelan biaya Rp. 2,3 Miliar dari Dana Bagi
Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) hingga sekarang mangkrak tak ada keputusan yang
pasti pemanfaatannya buat apa, Selasa (14/3/2017)
Magetan
– Mearindo.com, Masih ingat dengan pemberitaan enam tahun yang silam, bangunan
Kawasan Industri Rokok (KIR) Bendo, Kabupaten Magetan yang dibiayai Dana Bagi
Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2010 senilai Rp 2,3 miliar ini
mangkrak, tidak terawat dan mulai rusak dimakan waktu bahkan menjadi kasus.
Proyek
Pembangunan KIR Bendo itu dibangun di atas tanah sekitar 1.000 meter persegi di
Desa/ Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.
Sejak
awal pembangunan KIR Bendo ini sudah di warnai rekayasa, mulai pengadaan tanah
hingga pembangunan gedungnya.
Bahkan
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Magetan Abdul Aziz ditetapkan sebagai
telah divonis tiga tahun, enam bulan penjara serta denda Rp 50 juta, subsider
tiga bulan penjara.
Akibat
rekayasa itu negara dirugikan sebesar Rp. 934 juta. Kerugian berasal dari biaya
untuk pembelian tanah yang ternyata merupakan tanah kas desa, namun diakui
sebagai tanah milik pribadi perangkat pemerintahan.

 

Kasus bancakan dana pembangunan pabrik
rokok tersebut dalam pengusutanya mengenai protes dari sejumlah aktifis ormas
di Magetan, Ormas Orang Indonesia Bersatu yang aktif turun kejalan demo
mendesak Kejaksaan Negeri Magetan mendapat efek dari aksi-aksinya yakni markasnya
diserang ratusan preman tanggal 2 Juli 2013 yang berdasarkan bukti rekaman
vidio diantara gerombolan preman tersebut ada oknum DPRD Magetsn turut memimpin
masa menyerang dan merusak kendaraan yang ditumpangi masa ormas.
Kepala
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan Rahmad Edy yang
dikonfirmasi Mearindo.com mengatakan, Pememerintah Kabupaten Magetan belum ada
rencana kapan bangunan KIR Bendo senilai Rp 2,3 miliar itu dimanfaatkan, karena
sampai sekarang kasus korupsi KIR Bendo belum selesai.
“Kami
akan berkoordinasi dengan Bupati Magetan dengan membikin surat secara resmi
untuk menindak lanjuti pembangunannya karena bangunan itu, kan masih
bermasalah. Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Magetan baru ada
rencana bangunan itu dimanfaatkan setelah permohonan kami nanti dikabulakan
kira-kira bulan April 2017 nanti baru ada jawabannya untuk apa,”kata
Rahmad Edy kepada Mearindo.com, Selasa (14/3/2017).
Intinya
kami akan berupaya sekuat tenaga untuk memohon kepada Pemerintah Kabupaten
Magetan guna banguan Kawasan Industri Rokok Bendo bisa dimanfaatkan karena
industry rokok di Magetan saat ini sudah tidak ada lagi, kemudian KIR harus
dikembalikan sesuai Tupoksinya dari rencana awal, pungkasnya (lak)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan