banner 728x90

Menata Potensi Kekuatan Politik Indonesia: Upaya Sadar Mengelola Aspirasi Islam & Umat Islam

Menata Potensi Kekuatan Politik Indonesia
Upaya Sadar Mengelola Aspirasi Islam & Umat Islam

Oleh:
Alfian Tanjung
Indonesia hanya dan pasti
berjaya dengan penerapan Syariat Islam sebagai sistem hidup secara subtantif
dan simbolik yang berjalan tanpa dikhotomi. Salah satu langkah yang bisa dan
Insya Allah pasti bisa adalah penataan dan penguatan politik Islam, baik
melalui kelembagaan partai politik Islam (baca: PPP, PKS dan PBB) maupun
kelembagaan lain yang mengarahkan pada tegaknya syariat Islam secara formal
(paling tidak memberikan ruang dan peluang untuk formalisasi tegaknya NKRI
Syariah).
Keberadan lembaga
pendidikan merupakan keniscayan, baik lembaga pendidikan negri, swasta Islam
dan Pondok Pesantren, juga aank-anak muslim dilembaga “Tetangga”
(sekolah Kristen, Budha, Hindu dan Nasionalis sekuler. Resultan potensi SDM
Muslim harus terkoneksikan dengan spirit Islam, disinilah tugas dari MIUMI,
FPI, DDII, Muhammadiyah, NU, Taruna Muslim dan lembaga Islam lain. Melalui
pendidikan SDM umat bisa diajak untuk memahami dan menghayati serta menjiwai
bahwa hanya Islam sajalah Ad din (baca: Agama) yang diterima oleh Allah swt dan
diterima oleh fitrah insan modern di era Global digital dan ultra digital,
Islam is solution.
Otoritas Politik dan
kekuatan Politik, merupakan jembatan Emas dan Jalan Tol kemenangan Islam dalam
artian tegaknya syariat Islam secara keilmuan dan penerapan hukum Islam karena
terjewantahkan dalam bentuk konstitusi. Disini Hizbut Tahrir berpeluang untuk
menawarakan konsepnya denga catatan bahwa Tasamuh, Ta’awun dan Sinergitas
kekuatan Politik Islam dibangun karena Allah swt. Karena DI/TII dan NII (Bukan
KW IX), Jama’ah Muslimin Hizbullah juga menempati posisi penting dalam upaya
ini. Kita bisa terus bertumbuh dan bekembang tambah harus bertumbuk dan pecah.
Syarat utama adalah
ikhlaskanlah perjuangan Politik Islam untuk tegaknya kekuasaan Allah swt dimuka
bumi, hanya karena dan untuk Allah swt semata, syarat berikutnya adalah
masing-masing pihak membuka pintu hati, pintu otak dan pintu silaturahim.
Konsolidasi dan soliditas internal umat merupakan modal yang sangat signifikan.
Adapun keberadaan Laskar atau Tentara Islam, Kerja diplomasi Internasional,
kesiapan konsep aplikasi (Sistem rumah tangga modern, Poligami sebagai solusi,
sistem perbank-kan Islam, tak dibenarkan keberadan sistem konvensional lagi,
sistem ZIS yang berkekuatan hukum tetap, pajak hanya untuk non Islam), dan yang
lainnya merupakan faktor penyempurna secara proses.

MARI
KITA MULAI TUMBUH KEMBANGKAN BENIH DAULAH ISLAM DIHATI DAN OTAK KITA MAKA PASTI
DAULAH AKAN TEGAK !!!

Alfian
Tanjung
Pimpinan
Taruna Muslim
Pengasuh
Majelis Lentera Jihad (MLJ)
Anggota
Majelis Syuro DDII DKI Jakarta
Ketua
Majelis Syuro DPP FDKM Tangerang Raya
Dosen
di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr HAMKA (UHAMKA)
Ketua
Umum Badan Pekerja Pusat (BPP) Gerakan Nasional Patriot Indonesia (GNPI,
Gerakan Patriot).
Waket
Bidang Litbang DPP PPP Periode 2014-2019
Waket
PARMUSI DKI Jskarta

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan