banner 728x90

Diancam Akan Dibacok Saat Liputan Dugaan Penyerobotan Tanah Oleh Oknum Perangkat Desa

Korban dan saksi saat lapor kepihak Polsek Barat Magetan
Mearindo-Magetan, Wartawan dari surat kabar harian di Kabupaten Magetan diancam akan dibacok saat sedang wawancara dugaan penyerobotan tanah oleh oknum perangkat desa. Ancaman tersebut dialami Doanto (30) wartawan Optimis, Bitner (35) dan Andi S (31) wartawan Lintas Republik saat ketiganya melakukan peliputan di Desa Manjung Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Kamis, 10/9/15.
Kejadian berawal dari kedatangan korban ketempat Karyono (40) warga Manjung, yang mengaku tanahnya diserobot untuk melakukan wawancara, oleh karyono ketiganya kemudian diajak melihat lokasi tanah yang menjadi sengketa. 
Menurut Bitner yang menyaksilkan kejadian tersebut menuturkan, Setelah melihat obyek yang diduga bermasalah dengan pihak kades kemudian Karyono selaku pemilik tanah mengajak ketiga wartawan tersebut masuk kerumahnya, saat wawancara tiba-tiba datang Sugianto (50) masih tetangga karyono memanggil Doanto untuk keluar rumah. Merasa dirinya dipanggil orang akhirnya Doanto menghampiri.
setibanya dihadapan Sugianto Doanto disuruh pergi seketika itu juga dan diancam mau dibacok dan datangkan masa jika tidak lekas pergi. Perlakuan tersebut dibenarkan korban yang tidak menduga akan kejadian tersebut.

“Kamu pergi sekarang apa tidak. Kalau tidak tak datangkan warga dan tak bacok I,” Doanto menirukan kata-kata Sugianto

Merasa dirinya diancam akhirnya ketiga didampingi saksi warga mendatangi Kantor Polsek Barat untuk melaporkan kejadian tersebut ke Unit Reskrim. Pardi,SH Kanit Reskrim Barat membenarkan adanya laporan masuk dengan pelapor Doanto, Andi, Bitner yang ketiganya berprofesi sebagai wartawan dan mengaku diancam saat wawancara dengan salah satu warga Desa Manjung. Pardi kepada media juga menyatakan akan memproses laporan tersebut sesuai jalur hukum.
Permasalahan Karyono ini bermula saat tanah milik ibuknyayang berdasar petok D dan leter C seluas 600 M2 mau disertifikatkan sejak tahun 2012 melalui notaris namun hingga 2013 pihak Pemerintah Desa tidak mau menyerahkan arsip. Merasa adanya permainan oleh oknum perangkat desanya akhirnya pada tahun 2013 Karyono meminta bantuan pada salah satu LSM di Magetan untuk memintakan data tanah di kantor Desanya. Hingga pada awal 2014 arsip Leter C yang dimaksud Karyono berhasil diterima namun dengan bersyarat sebagian tanahnya diberikan pada pihak yang membantu mengeluarkan arsip tersebut.

Dengan adanya kabar penyerobotan dan pemerasan tanah itulah wartawan dari beberapa media harian dan mingguan tersebut melakukan infestigasi dan wawancara hingga akhirnya berujung pada ancaman oleh warga yang diduga baking dari oknum perangkat desa. Gts

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan