banner 728x90

Telaga Wurung Berbenah, Tunjukkan Potensinya

Mearindo Magetan – Hambatan tingkat kunjungan ke Telaga Wahyu adalah adanya mitos yang
mengatakan jika sepasang kekasih yang dilanda asrama merajut cinta di
lokasi setempat, maka hubungan dan kisah cinta mereka tidak akan kekal.
Oleh karena mitos inilah, Telaga Wahyu juga sering disebut sebagai
“Telaga Wurung” yang diartikan dalam bahasa Jawa adalah tidak
jadi atau gagal atau batal.
Telaga wahyu atau disebut pula Telaga wurung, telaga ini juga
merupakan obyek wisata tirta/air yang terdapat di Magetan, menuju
kawasan wisata air ini berjarak kurang lebih sekitar 2 km arah timur
Telaga Sarangan. Telaga wahyu / Telaga wurung mempunyai keluasan
sekitar 10 hektar dan mempunyai kedalamanmencapai 16 meter. Telaga alam
ini, selain memiliki pemandangan alam yang indah, sengaja diberi ber-
bagai macam jenis bibit ikan, untuk memuaskan pengunjung yang hobi
memancing.
Pantuan Mearindo online, Keberadaan Telaga Wahyu
yang terletak di lereng Gunung Lawu, memang tak banyak diketahui orang.
Nama Telaga Wahyu, seakan jauh tenggelam di bawah nama Telaga Sarangan
yang telah menjadi objek wisata andalan Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Telaga Wahyu terletak sekitar 3 kilometer ke arah timur dari
Telaga Sarangan, yang berjarak sekitar 16 kilometer dari Kota Magetan.
Tepatnya di Desa Ngerong, Kecamatan Plaosan.
Jika berkendara dari arah
Magetan menuju lereng Gunung Lawu, akan ditemui Telaga Wahyu terlebih
dahulu sebelum Telaga Sarangan.
Telaga alam ini, selain memiliki pemandangan alam yang
indah, juga menawarkan berbagai jenis ikan tawar yang menjadi surga
dunia para wisatawan yang hobi memancing.
Untuk menuju kawasan Telaga Wahyu, dari Kota Magetan dapat
ditempuh dengan kendaraan pribadi ke arah barat sejauh 16 kilometer.
Memasuki Kecamatan Plaosan hingga masuk telaga, jalan yang ditempuh
sangat menantang dengan tanjakan dan turunan yang tajam serta
berkelok-kelok. 
Sesekali tampak lahan pertanian warga dan hutan pinus
yang tumbuh rindang disepanjang jalan.
Jika menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Magetan,
pengunjung dapat menumpang Colt umum dengan tarif Rp15.000. Sebagai
jalur alternatif, dapat ditempuh dari Kabupaten Karangaanyar, Jawa
Tengah, karena memang lokasi Telaga Wahyu ini terdapat di daerah
perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur di lereng Gunung Lawu, yang telah
dihubungkan dengan jalan tembus.
Menuju tempat wisata ini tidak ditarik retribusi, karena
pemerintah kabupaten setempat belum mengelolanya menjadi objek tujuan
wisata. Meski demikian, bagi wisatawan yang suka memancing, Telaga Wahyu
telah menjadi lokasi andalan untuk menyalurkan kesenangan tersebut.
Menurut warga yang setempat yang tidak mau di sebut namanya,
Telaga ini mempunyai luas sekitar 10 hektare dan kedalaman sekitar 16
meter. 
Telaga Wahyu selain digunakan sebagai tempat rekreasi pemancingan,
juga bisa digunakan sebagai bumi perkemahan.
Lanjutnya, pengelolaannya yang belum maksimal, membuat
tempat ini jarang dikunjungi oleh wisatawan. Padahal jika ditata dengan
apik, Telaga Wahyu bisa menjadi satu paket tujuan wisata dengan Telaga
Sarangan. Tempatnya yang indah dan udaranya yang sejuk merupakan pesona
tersendiri.
Di tambahkan Maryono, juga seorang aktivis PDI Perjuangan
membenarkan, Hal lain yang menghambat tingkat kunjungan ke Telaga Wahyu
adalah adanya mitos yang mengatakan jika sepasang kekasih yang dilanda
asrama merajut cinta di lokasi setempat, maka hubungan dan kisah cinta
mereka tidak akan kekal. Oleh karena mitos inilah, Telaga Wahyu juga
sering disebut sebagai “Telaga Wurung” yang diartikan dalam bahasa Jawa
adalah tidak jadi.
Namun, seiring dengan kemajuan zaman, mitos tersebut telah
pupus dengan sendirinya. Hal ini seakan juga ingin diwujudkan oleh
Pemerintah Kabupaten Magetan dan warga desa setempat untuk menjadikan
Telaga Wahyu sebagai tujuan wisata.
Pengembangan Telaga Wahyu menjadi objek wisata telah
dipelopori oleh warga desa setempat yang memanfaatkan lokasi ini untuk
mendapatkan penghasilan dengan membuka persewaan kapal berbentuk bebek
yang dikayuh atau lazim disebut becak air.
Salah satu pemilik persewaan becak air di Telaga Wahyu,
Rusni mengatakan, penyediaan becak air merupakan ide masyarakat sekitar
yang ingin mengembangkan Telaga Wahyu menjadi objek wisata alternatif
selain Telaga Sarangan. 
“Hal ini menyusul keberadaan becak air yang mulai tidak laku
di Telaga Sarangan akibat tergeser oleh persewaan kapal motor. Dari
pada becak airnya menganggur, maka kami sewakan di Telaga Wahyu
sekaligus membuka peluang telaga ini untuk dikenal masyarakat,”
papar
Rusni. 
Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Pariwisata,
Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora), sedang gencar menjadikan
Telaga Wahyu sebagai objek wisata andalan untuk meningkatkan kunjungan
wisatawan ke daerahnya. Hal ini telah dimulai dengan menjadikan Telaga
Wahyu sebagai tempat festival mancing se-Jawa Timur tahun 2011 pada Juni
lalu. 
Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga
(Disparbudpora) Kabupaten Magetan di hubungi via Handpone oleh Mearindo online, Minggu(9/11/2014), Siran, mengatakan,
pengembangan Telaga Wahyu yang terletak di lereng Gunung Lawu, Kecamatan
Plaosan ini, akan dilakukan secara bertahap.
“Diperkirakan dana yang dibutuhkan berkisar antara Rp8
miliar hingga Rp11 miliar. Ini dana yang cukup besar bagi keuangan
daerah Magetan, karena itu kami berencana mencari sejumlah investor
untuk menggarapnya” ,
ujar Siran.
Menurut dia, saat ini Pemerintah Kabupaten Magetan masih
dalam tahap “menjaring” para investor yang bersedia bekerja sama
dengannya. Ditargetkan pada tahun 2015 mendatang, pengembangan Telaga
Wahyu menjadi objek wisata andalan setelah Telaga Sarangan, dapat
terwujud.
 “Konsep yang akan ditawarkan untuk Telaga Wahyu adalah
wisata air yang meninitikberatkan pada kegiatan memancing. Hal ini yang
membedakan Telaga Wahyu dengan Telaga Sarangan, meski kedua lokasi ini
sama-sama berada di lereng Gunung Lawu,”
terang Siran.
Untuk mewujudkannya menjadi objek wisata, dibutuhkan sarana
dan prasarana yang mendukung kegiatan berwisata. Di antaranya adalah,
pembangunan toliet umum, gapura, pintu retribusi, tempat duduk untuk
pemancigan dan taman bermain, hingga rumah makan dan tempat beribadah.
Dengan dibukanya objek wisata pemancingan di Telaga Wahyu,
diharapkan tingkat kunjungan wisatawan ke dearah Magetan dapat
bertambah.
Data Disparbudpora Magetan mencatat, jumlah wisatawan yang
berkunjung ke Magetan pada tahun 2013 mencapai 750.000 orang. Jumlah ini
ditargetkan meningkat hingga 25 persen pada tahun 2014. (lak)
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan