banner 728x90

Kulit Sebagai Produk Unggulan Kerajinan Magetan







Mearindo Magetan – Selain memiliki banyak potensi wisata ternyata Kabupaten
Magetan juga di kenal dengan sebagai daerah penghasil produk kerajinan
dari kulit selain Tanggulangin yang berada di Sidoarjo dan Cibaduyut
yang berada di kota bandung Jawa Barat.
Industri kerajinan kulit Magetan juga mempunyai keunikan tersendiri yang
tidak dimiliki oleh kerajinan-kerajinan kulit di daerah lain. Keunikan
tersebut adalah tenaga yang terlibat dalam proses pengerjaan kerajinan
kulit bukanlah seseorang yang mempunyai profesi khusus sebagai perajin
kulit melainkan hanya karyawan paruh waktu.

Di wilayah Magetan terdapat kurang lebih 131 industri kerajinan kulit
yang kesemuanya tersebar di wilayah Kelurahan Magetan, Kelurahan
Selosari, Kelurahan Ringinagung, Kelurahan Candirejo, dan Kelurahan
Madigondo. Di setiap industri tersebut hanya mengerjakan 5-10 orang
pegawai tetap sedangkan karyawan yang lain hanya bersifat borongan dan
dikerjakan dirumah masing-masing. 

“Kebanyakan pegawai saya adalah tenaga borongan, yang tetap cuman 7
orang saja. Pegawai borongan biasanya hanya ke sini untuk ambil bahan
baku atau saat setor sepatu yang sudah jadi. Untuk pengerjaan sepatunya
dilakukan di rumah, tapi terkadang ada juga yang mengerjakan di sini
saat siang hari selepas dari pekerjaan utama mereka” ujar Edi,salah
seorang perajin sepatu dan sandal kulit yang berada di Kelurahan Magetan
– Kabupaten Magetan 

Edi juga menambahkan dulu saya jaman masih kuliah sering membawa prodak
kerajian kulit Magetan untuk saya jual ke teman-teman kuliah lumayan
bias buat tambahan buat bayar uang kuliah, walhasil begitu saya lulus
malah tertarik untu menjadi seorang pengerajin, ketepatan orang tua saya
juga pengerajin, bahkan diantara sekian banyaknya pekerja tenaga
borongan yang mengambil bahan baku dari tempatnya, tidak sedikit
diantara mereka adalah para pegawai negeri sipil dan anggota ABRI.
Umumnya mereka mengerjakan pembuatan sepatu selepas pekerjaan utama.
Pernyataan dari Edi tersebut di perkuat oleh Marsinah, salah satu
karyawan yang paginya berstatus sebagai guru di salah satu Sekolah
Menengah Pertama di Kabupaten Magetan.

“Daripada buang waktu percuma ,
mending nyambi kayak gini. Lumayanlah bisa mendapatkan pengasilan
tambahan secara halal meskipun tidak banyak,” ujar Marsinah 

Rata-rata para pekerja paruh waktu itu dapat memperoleh penghasilan
tambahan sebesar Rp 20,000 – Rp 35.000 per hari, bahkan lebih apabila
bisa mengerjakan lebih banyak. Selain orang dewasa, tak sedikit pula
pemuda dan anak-anak yang ikut terlibat bekaerja dalam industri ini.
Banyak pemuda ataupun anak-anak yang juga ikut bekerja menjadi tenaga
borongan. Asalkan mereka mau dan syaratnya cuman harus tekun saja. Bisa
dibilang di wilayah sini penduduknya tidak ada yang menganggu,” laniut
Edi. 

Walaupun para karyawan industry kulit Magetan bukan tenaga profisional
di bidangnya, namun berkat ketekunan dan bakat yang mereka miliki.
Mereka bisa menghasilkan kualitas sepatu, sandal maupun produk – produk
lain yang tak kalah mutunya dengan hasil buatan Cibaduyut maupun
Tanggulangin yang lebih dulu terkenal, dan hasil prodak dari kami ini
yang membeli rata-rata diluar Magetan, bakkan hampir seluruh Nusantara
ini semua pada pesan untuk memasarkan prodak Magetan, kadang kalau kami
kewalahan kami mengambil dari sesame pengerajin yang ada di Magetan.
Keunikan semacam itulah yang mewarnai industry perkulitan Magetan. 

Para
Pengusaha di daerah ini sepertinya sengaja tidak mendatangkan
tenaga-tenaga profesional dari daerah lain, namun mereka lebih tertarik
memanfaatkan tenaga masyarakat setempat guna membantu perekonomian
masyarakat serta secara tidak langsung juga mengembangkan rasa
kesetiakawanan dan gotong royong.
Potensi masyarakat Magetan tersebut juga mendapat dukungan dari
pemerintah daerah setempat. Adapun salah satu bentuk dukungan tersebut
dengan memperbaiki dan membangun jalan-jalan yang menuju sentra industry
kulit magetan agar para konsumen dapat mencapai tempat tersebut dengan
mudah. (lak)

banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan