banner 728x90

Kepemimpinan, Manajemen Dan Organisasi

KEPEMIMPINAN,
MANAJEMEN & ORGANISASI
Disampaikan Oleh Sifaul Anam, Dalam Diklat Sabtu Minggu Bersam Ormas OI Bersatu
Leadership Remaja/ Pelajar, 22 Nopember 2014 
Salah satu kelompok diskusi pada Diklat remaja Ormas OI Bersatu Gelombang 2

 A. ORGANISASI
 1. Pengertian Organisasi
 “
Organisasi adalah kumpulan orang – orang yang bekerja sama untuk mencapai
tujuan yang dilakukan berdasar atas suatu aturan tertentu dan penjabaran fungsi
pekerjaan secara formal “.
Apakah arti organisasi? organisasi dapat diartikan sebagai kumpulan
beberapa orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.
Organisasi dalam bentuk apapun akan selalu ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Organisasi merupakan unsur yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat dengan
beberapa alasan, seperti organisasi digunakan untuk mendapatkan sesuatu yang
tidak mungkin dapat kita lakukan sendirian, dengan bekerja sama
individu-individu dapat menyelesaikan tugas-tugas yang apabila dikerjkan
seorang diri tidak akan tercapai, organisasi dapat menyediakan pengetahuan yang
berkesinambungan serta dapat menjadi sumber karier yang penting.
Selayaknya sebuah organisasi seharusnya menghasilkan sesuatu yang
bermanfaat bagi anggota organisasi maupun masyarakat sehingga organisasi mampu
mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Secara umum organisasi dibedakan atas
dua bentuk, pertama organisasi dengan orientasi laba seperti perusahaan yang
menyediakan produk barang atau jasa (baik perusahaan besar maupun kecil)
kemudian organisasi nirlaba atau yang tidak berorientasi laba seperti yayasan,
musium, rumah sakit milik pemerintah, sekolah, perkumpulan sosial dan
lain-lain.
Apapun bentuk organisasi itu diperlukan usaha-usaha untuk mengelola kegiatan
dan orang-orang maupun unsur lainnya yang ada didalam organisasi agar tercapai
tujuan dengan lebih baik.
2. Tujuan
Secara umum  Agar proses pekerjaan
tercapai dengan cara diatur, disusun sehingga seluruh pekerjaan dapat
diselesaikan secara efektif dan efisien.
Secara khusus  sesuai dengan Bidang dimana Organisasi bergerak contoh
Bidang agama,sosial, ekonomi, dan Politik.
3. Manfaat
Agar pelaksanaan
tugas dilakukan lebih baik terkoordinir dan tujuan serta jalannya pekerjaan
tercapai secara efektif dan efisien.
4. Asas / prinsip organisasi
Asas – asas :
 prinsip perumusan dan penentuan tujuan, prinsip pembagian kerja, prinsip
pendelegasian wewenang, prinsip organisasi, prinsip efisiensi sederhana,
prinsip pengawasan umum.
5. Struktur Organisasi
 Struktur Organisasi Garis è Digunakan pada perusahaan / lembaga yang
sederhana / kecil
Struktur Organisasi Fungsional  Susunan organisasi yang memberikan
gambaran pembagian tugas dan wewenang menurut fungsi pekerjaan.
B. Pengertian Manajemen Secar Umum
“ Managemen yaitu proses yang
terdiri dari rangkaian kegiatan.  perencanaan, pengorganisasian,
penggerakan, pengendalian / pengawasan yang dilakukan untuk mencapai tujuan
tertentu yang ditetapkan melalui pemanfaatan SDM dan sumber daya lainnya “.


C. Pengertian Pemimpin Dan
Kepemimpinan
Pimpin  
artinya   bimbing,   tuntun.  
Memimpin   artinya ‘membimbing, menuntun dan menunjukan.
Pemimpin atau leader ; ialah orang yang memimpin atau seseorang yang
mempergunakan wewenang dan mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian
pekerjaannya dalam mencapai tujuan organisasi. Beberapa ahli tentang pemimpin,
di antaranya :
Menurut Prof Dr H Arifin
Abdurrahman. Pemimpin “ adalah orang yang dapat menggerakkan orang-orang
yang ada di sekelilingnya untuk mengikuti jejak pemimpin itu.”
Kepemimpinan  
adalah   kata   benda   dari  
pemimpin. Kepemimpinan mempunyai beberapa pengertian, di antaranya :
a)      Cara seorang pemimpin mempengaruhi
prilaku bawahannya agar mau bekerjasama dan bekerja secara produktif untuk
mencapai tujuan organisasi.
b)      Seni untuk mempengaruhi tingkah laku
manusia, kemampuan untuk membimbing orang-orang yang ada di sekelilingnya.
c)      Seni untuk mengkoordinasikan dan
memberi motivasi kepada individu dan kelompok guna mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Dan sukses tidaknya seorang pemimpin
melaksanakan tugas kepemimpinannya,  tidak  terutama  
ditentukan  oleh  tingkat keterampilan tehnis (technical skills)
yang dimiliknya, akan tetapi lebih banyak ditentukan oleh keahliannya
menggerakkan orang lain untuk bekerja dengan baik (managerial skills). 

D. FUNGSI – FUNGSI  PIMPINAN DI
DALAM MANAGEMEN

Fungsi manager dalam managemen secara menyeluruh  :

  • Planing atau perencanaan è
        Merencanakan kegiatan yang hendak dilakukan untuk mencapai
    tujuan yang telah ditetapkan
  • Organising atau pengorganisasian è
    Menyusun, menentukan, menetepkan, jenis tugas dan kewajiban setiap fungsi.
  • Staffing atau penyusunan staf è
    Penyusunan dan penetapan serta pengembangan meliputi kegiatan mulai merekrut
    pegawai, usaha memanfaatkan, mengembangkan sampai mendayaguna secara maksimal.
  • Directing atau pengarahan è
    Memberikan komando, mengerakkan dengan memberi perintah, juga memberikan
    kepemimpinan kepada bawahan supaya dapat melaksanakan tugas secara efektif dan
    efisien.
  • Coordinating atau pengkoordinasian è
    Yaitu mengkoordinir seluruh pekerjaan diantara pekerjaan yang satu dengan yang
    lain merupakan totalitas.
  • Controlling atau pengawasan è Usaha
    untuk memberikan penilaian, koreksi, evaluasi atas semua kegiatan dan secara
    terus – menerus melakukan monitoring baik pekerjaan yang sedang dilakukan
    ataupun pekerjaan yang sudah dilakukan.
E. KEMAMPUAN SESEORANG DALAM FUNGSI
 MANAJEMEN
Untuk dapat menghadapi
tantangan-tantangan Lingkungan dan perubahan Paraigma tersebut seorang manager/Pimpinan
sebuah organisasi harus memiliki tiga kemampuan manajemen yang mencakup :

  1. Kemampuan teknik (technical) merupakan kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan khusus atau keahlian.
  2. Kemampuan Manusiawi (human) Merupakan kemampuan untuk bekerja dengan, mengerti dan memotivasi orang lain
    baik individu maupun kelompok.
  3. Kemampuan Konseptual (conceptual) è
    merupakan kemampuan mental untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang
    kompleks.
Tugas seorang Pimpinan / Manajer pada hakekatnya adalah bekerja
dengan dan melalui orang lain (atasan, bawahan, atau rekan sejawat). Di dalam
melaksanakan tugas tersebut seringkali masalah-masalah yang dihadapi oleh
seorang Pempinan/manajer adalah masalah-masalah yang berhubungan dengan
Mengatur Orang “.
Artinya, kepemimpinan di dalam suatu organisasi hanya
efektif jika kepemimpinan itu diterima oleh orang lain yang disebut bawahan.
Peserta Diklat remaja Ormas OI Bersatu Gelombang 2 memaparkan hasil diskusi kelompoknya dihadapan peserta diklat 
F. SIFAT-SIFAT PEMIMPIN YANG BAIK
DAN IDEAL
1.  Memiliki kondisi fisik yang sesuai
dengan tugasnya. Tugas kepemimpinan tertentu menuntut sifat kesehatan tertentu
pula.
2.    Berpengetahuan luas. Berpengetahuan
luas tidak  selalu diidentikan dengan berpendidikan tinggi. Ada sekelompok
orang yang meskipun pendidikannya tinggi tetapi pandangannya masih sempit,
yaitu tidak terbatas pada bidang keahliannya saja.
3.    Mempunyai keyakinan bahwa organisasi
akan berhasil mencapai lujuan   yang   telah  
ditentukan   melalui   dan   berkat
kepemimpinannya. Kepercayaan pada diri sendiri merupakan modal yang sangat
besar dan penting artinya bagi pemimpin.Tanpa keyakinan itu dalam tindakannya
akan kelihatan ragu-ragu.
4.   Memiliki stamina (.daya kerja) dan
etos kerja yang tuntas. Pemimpin tidak mengenal lelah, dengan sikap ini
pekerjaan yang rutin tidak menjadikan pemimpin semakin lemah
tetapimenjadikannya semakin gigih karena kreativitasnya senantiasa ditantang.
5.      Gemar dan cepat mengambil keputusan.
Karena tugas terpeming dan seorang pemimpin adalah untuk mengambil keputusan
yang harus dilaksanakan oleh orang lain, maka ia harus mempunyai keberanian
mengambil keputusan dengan cepat, terutama dalam keadaan darurat yang tidak
dapat menunggu.
6.      Obyektif dalam arti dapat menguasai
emosi dan lebih banyak mempergunakan rasio. Seorang pemimpin yang emosional
akan kehilangan obyektifitasnya karena tindakannya lidak didasarkan pada akal
sehat.
7.      Adil dalam memperlakukan bawahan.
Yang dimaksud dengan “keadilan” di sini. ialah kemampuan memperlakukan
bawahan atas dasar kapasitas kerja bawahan itu, terlepas dari pandangan
kedaerahan, kesukuan, ikatan keluargan dan lain sebagainya.
8.      Menguasai prinsip-prinsip human
relation.
Karena human relation adaiah inti kepemimpinan, maka seorang
pemimpin yang baik harus   dapat   memusatkan  
perhatian,   tindakan   dan kebijaksanaannya kepada
pembinaan kerja tim yang intim dan harmonis.
9.      Menguasai teknik-teknik berkomunikasi.
Berkomunikasi dengan pihak lain dan bawahan. sesama atasan dan pihak luar baik
lisan maupun tulisan sangat penting karena melalui saluran-saluran
komunikasilah instuksi, nasehat, saran, ide dan lain-lain disampaikan.
10.  Dapat dan mampu bertindak sebagai penasihat,
guru dan kepala terhadap bawahannya tergantung atas situasi dan masalah yang
dibadapi.
G. TIMBULNYA PEMIMPIN YANG BAIK
Mengenai timbulnya seorang pemimpin
o]eh para ahli teori kepemimpinan telah dikemukakan beberapa teori yang
berbeda-beda. Namun demikian apabila berbagai teori itu dianalisa akan terlihat
adanya tiga teori yang menonjol.


1. Teori Genetis, Para penganut
teori ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa seorang pemimpin akan
menjadi pemimpin karena ia telah dilahirkan dengan bakat-bakat kepemimpinan.
Teori ini berpendapat bahwa pemimpin itu dilahirkan (leaders are born). Dalam
keadaan yang bagaimanapun seorang ditempatkan, karena ia telah ditakdirkan
menjadi pemimpin, satu kali kelak ia akan muncul sebagai pemimpin. Berbicara
mengenai takdir, secara filosofis pandangan ini tergolong kepada pandangan yang
fatalistis dan deterministis.


2. Teori Sosial, Merupakan kebalikan inti teori genetis. Teori ini
berpendapat bahwa pemimpin itu dibentuk dan ditempa (leaders are made).
Teori ini menganut paham egalitarianistik, oleh karenanya para penganut teori
ini mengetengahkan pendapat yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi
pemimpin apabila diberikan pendidikan dan pengalaman yang cukup.


3. Teori Ekologis, Karena kedua teori di atas tidak seluruhnya mengandung kebenaran, maka sebagai
reaksi kepada kedua teori tersebut timbullah teori ketiga yang disebut teori
ekologis yang pada intinya berarti bahwa seorang hanya akan berhasil menjadi
pemimpin yang baik bila ia pada waktu  lahimya telah memiliki bakat-bakat
kepemimpinan, bakat-bakat itu kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang
teratur dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan
lebih lanjut bakat-bakat yang telah dimiliki itu.


E. TIPE-TIPE PEMIMPIN
1. Tipe Otokratis
     
Seorang pemimpin yang otokratis ialah seorang pemimpin yang :
a)      Menganggap organisasi sebagai milik
pribadi.
b)      Mengidentikan tujuan pribadi dengan
tujuan organisasi.
c)      Menganggap bawahan sebagai alat
semata-mata.
d)     Tidak mau menerima kritik, saran dan
pendapat.
e)      Terlalu bergantung kepada kekuasaan
formalnya.
f)       Dalam tindakan penggerakannya sering
mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan punitif (bersifat
menghukum)
2. Tipe Militeristis
     Seorang
pemimpin yang bertipe militeristis memiliki sifat-sifat:
a)       
Sering
mempergunakan sistem perintah dalam menggerakkan bawahannya.
b)       
Senang
bergantung pada pangkat dan jabatan dalam menggerakkan bawahannya.
c)       
Senang
kepada formalitas yang beriebih-lebihan.
d)       Menuntut disiplin yang tinggi dan
kaku dari bawahan.
e)       
Sukar
menerima kritikan dari bawahan.
f)        
Menggemari
upacara-upacara untuk berbagai acara dan keadaan.
3. Tipe Paternalistis
Seorang pemimpin yang patemalistis
ialah seorang yang :

  • Menganggap bawahannya sebagai
    manusia yang tidak dewasa.
  • Bersikap terlalu melindungi.
  • Jarang memberi kesempatan kepada
    bawahannya untuk mengambil keputusan dan inisiatif.
  • Jarang nemberi kesempatan
    kepada bawahannya untuk mengembangkan kreasi/ fantasinya.
  •  Sering bersikap maha tahu.

4. Tipe Kharismatis
Hingga kini para pakar belum
berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seorang pemimpin memiliki kharisma. yang
diketahui ialah bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat
besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat
besar, Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seorang menjadi
pemimpin yang kharismatis, maka sering dikatakan bahwa pemimpin yang demikian
diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers).

5. Tipe Laissez Faire
Seorang pemimpin yang bertipe
laissez faire adalah seorang yang bersifat :

  • Dalam memimpin organisasi biasanya
    mempunyai sikap yang permisif. dalam arti bahwa para anggota organisasi boleh
    saja bertindak sesuai dengan keyakinan dan bisikan hati nuraninya asal saja
    kepentingan bersama tetap terjaga dan tujuan organisasi tetap tercapai.
  •  Bahwa pada umumnya organisasi akan
    berjaian lancar dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari
    orang-orang yang sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi,
    sasaran-sasaran apa yang dicapai dan tugas apa yang harus ditunaikan oleh
    masing-masing anggota.
  • Seorang pimpinan yang tidak terlalu
    sering melakukan intervensi dalam kehidupan organisasional.
  • Seorang pemimpin yang cenderung
    memilih peranan pasif dan membiarkan organisasi berjaian dengan sendirinya
    tanpa banyak mencampuri bagaimana organisasi berjalan.

6. Tipe Demokratis
    Untuk tipe pemimpin demokratis adalah yang bersifat:

  • Dalam proses penggerakan bawahan
    selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia adalah mahluk yang termulia
    di dunia. Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi
    dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari para bawahannya.
  • Senang menerima saran, pendapat
    bahkan kritik dari bawahannya.
  • Selalu berusaha mengutamakan
    kerjasama dan kerja tim dalam usaha mencapai tujuan.
  • Selalu berusaha untuk menjadikan
    bawahannya lebih sukses daripadanya.
  • Berusaha mengembangkan kapasitas
    diri pribadinya sebagai pemimpin.
  • Para bawahannya dilibatkan secara
    aktif dalam menentukan nasib sendiri melalui peran sertanya dalam proses
    pengambilan keputusan.
Kepemimpinan tipe ini adalah
kepemimpinan yang ” Menerapkan empat gaya kepemimpinan berdasarkan
ukuran/persepsi tentang kemauan dan kemampuan orang yang dipimpin. Empat gaya
tersebut adalah:

  • Instruksi, untuk bawahan yang
    tingkat kemauan, kemampuan, keyakinan dan pengetahuannya rendah atau tidak ada
    sama sekali.
  • Konsultasi, untuk bawahan yang
    kemampuannya rendah tetapi kemauannya tinggi. Cara ini dengan mengarahkan,
    mendukung dan melakukan komunikasi dua arah.
  • Partisipasi, untuk hawahan yang
    kemampuan. pendidikan, pengetahuan dan pengalamannya tinggi tapi motivasi dan
    keyakinannya rendah. Model inj adalah penerapan gaya kepemimpinan dengan
    mendukung dan saling tukar ide tanpa mengarahkan.
  • Delegasi, untuk bawahan yang tingkat
    kematangannya tinggi, kemauan dan kemampuannya dapat diandalkan. Model ini
    tidak berarti pemimpin tidak bertanggungjawab, tetapi mengajarkan kepada
    bawahan bagaimana caranya bertanggung jawab.

F. PEMIMPIN FORMAL DAN INFORMAL
Selain tipe kepemimpinan juga
terdapat jenis kepemimpinan. Jenis kepemimpinan ada dua macam, pemimpin formal
(formal leaders) dan pemimpin informal (informal leaders):

  1. Pemimpin formal : Orang yang secara
    resmi diangkat dalam jabatan kepemimpinan, diatur dalam organisasi secara
    hierarki dan tergambar dalam suatu bagan yang tergantung dalam tiap-tiap
    kantor. Pemimpin ini sering dikenal dengan sebutan “kepala”.
  2. Pemimpin informal : Seorang yang karena latar belakang
    pribadi yang kuat mewarnai dirinya. memiliki kualitas subyektif atau obyektif
    yang memungkinkannya tampil dalam kedudukan di luar struktur organisasi resmi
    namun ia dapat mempengaruhi kelakuan dan tindakan suatu kelompok masyarakat,
    baik dalam arti positif maupun negatif. Dalam Islam pemimpin informal adalah
    Ulama, Ustadz ,Kyai, atau tokoh masyarakat.
G. Efektifitas Individu, Kelompok, dan Organisasi
Efektifitas
dapat diartikan sebagai sebuah prestasi (perfomance) Individu, Kelompok, dan
organisasi. Semakin berprestasi seseorang, Kelompok ataupun  organisasi,
semakin menunjukkan efektivitasnya. Analisis terhadap perilaku Organisasional
(organizational befavior) terdiri dari tingkatan (level) yaitu Individu, Kelompok,
dan organisasi.

Dari berbagai sumber
banner 468x60

No Responses

Tinggalkan Balasan